Home / Peristiwa

Selasa, 18 Januari 2022 - 19:27 WIB

Datangi Polres Sleman, Basilius Harap Kasat Reskrim Tetapkan Status Terlapor

Pelapor (korban) Basilius Agung Daru Wibowo kembali mendatangi Polres Sleman untuk menanyakkan perkembangan atas laporan kasusnya. (Foto: Dokumen Basilius Agung Daru Wibowo)

Pelapor (korban) Basilius Agung Daru Wibowo kembali mendatangi Polres Sleman untuk menanyakkan perkembangan atas laporan kasusnya. (Foto: Dokumen Basilius Agung Daru Wibowo)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Kasus laporan penganiayaan yang dilayangkan oleh korban Basilius Agung Daru Wibowo (56) warga Kenteng RT 05/02 Nogotirto, Gamping, Sleman kepada Polres Sleman terus menjadi perhatian masyarakat. Hal ini mengingat kasus tersebut belum juga mendapat penanganan serta tindaklanjut sesuai prosedur hukum seperti yang korban harapkan.

Sedangkan kasus penganiayaan disertai pengeroyokan yang menimpa korban terjadi pada 10 Juni 2019 silam dan sekaligus dilaporkan pada waktu yang bersamaan, dibarengi dengan penyerahan bukti-bukti hasil visum kepada polisi. Namun kenyataan perkembangan atas kasus tersebut belum tuntas.

Langkah-langkah hukum sudah ditempuh korban dengan menanyakan hasil laporannya terhadap kepolisian Polres Sleman dan dirinya telah melayangkan surat kepada Presiden, Kapolri serta Kapolda DIY beberapa waktu lalu. Tapi hingga menginak tahun 2022 ini titik terang terkait tuntasnya kasusnya belum selesai.

Baca juga   PCNU Klaten Vaksinasi 1.000 Warganya

“Hari ini (Selasa, 18/1/2022) saya kembali ke Polres Sleman untuk bertemu dengan Kapolres guna menanyakan perkembangan kasus saya. Pekan lalu saya sudah berkirim surat kepada Kapolres, namun beliau belum ada kesempatan untuk bertemu dan menerima saya,” terang Basilius kepada awak media.

Dijelaskan korban (pelapor) bahwa pada hari itu ia ditemui oleh Kepala Seksi Pengawas Polres Sleman sert Divisi Propam. Didapat penjelasan bahwa kasusnya telah ditindaklanjuti dan terus berjalan.

“Informasi yang saya terima kasus laporan saya usdah memasuki tahap penyidikan. Gelar perkara juga sudah dilakukan. Hanya saja, kenapa sampai detik ini terlapor belum ditetapkan sebagai tersangka. Jika memang  sudah pada tahapan ini semestinya terlapor dipanggil, ditetapkan sebagai tersangka guna memudahkan proses penyidikan ini. Tapi faktanya terlapor sudah dipanggil beberpa kali namun tidak memenuhi panggilan pihak kepolisian,” imbuh Basilius.

Baca juga   Tabrakan Agya vs CRV di Ring Road Jombor, Tak Ada Korban Jiwa

Ia menilai, seyogyanya terlapor sudah dapat dilakukan penjemputan paksa karena sudah mangkir dari panggilan kepolisian. Sisi lain fakta-fakta sudah jelas terkait pasal penganiayaan.

“Seyogyanya Kasat Reskrim sudah dapat menetapkan status terlapor karena sudah pada tahapan ini,. Saya berharap tidak ada intervensi dari pihak manapun atas penanganan kasus saya ini,” katanya lagi.

Sementara, kasus laporan yang dilayangkan korban adalah peristiwa penganiayaan disertai pengeroyokan yang dilakukan oleh Dekasius Sulle beserta isteri dan anaknya, yang mengakibatkan ia luka dan berdampak pada sakit mual, pusing.

Peristiwa yang terjadi 10 Juni 2019 silam pun dilaporkan kepada polisi disertai  bukti-bukti. Namun, hingga 2 tahun lebih laporan korban terkesan diabaikan.

Sehingga korban menilai jika kasusnya itu mendapat intervensi atau campur tangan pihak lain.  (N1)

Share :

Baca Juga

Pelaku curanmor RB digelandang petugas. Pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP juncto Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (Foto: Dok.Polres Kulon Progo)

Peristiwa

Curi Motor di Kulon Progo, Warga Temanggung Ditangkap di Banjarnegara
Sebanyak 40 orang perajin batik se-Kabupaten Temanggung mengikuti uji kompetensi batik, khususnya batik cap. (Foto: MC Temanggung)

Peristiwa

Puluhan Perajin Batik Temanggung Ikuti Uji Kompetensi
Untuk keempat kalinya Klomtan Loh Jinawi panen kangkung dan terong. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Klomtan Loh Jinawi Tegalrejo Panen Kangkung 38 Kilogram
Serbuan vaksinasi TNI Angkatan Darat di kolam renang. (Foto:nyatanya.com/Humas Magelang)

Peristiwa

Asyiknya Serbuan Vaksinasi di Pinggir Kolam Renang
Bank Bapas 69 dukung pertumbuhan sektor usaha kecil di Magelang, dengan cara membeli hasil produk UMKM. (Foto:Humas Kab.Magelang)

Peristiwa

Produk UMKM Magelang Dipasarkan di Galery Display Bank Bapas 69
Bupati Hj Etik Suryani saat meninjau pelaksanaan vaksinasi yang digelar Polres Sukoharjo di Sentra Niaga, Solo Baru. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkab Sukoharjo)

Peristiwa

Masih Jauh dari Target, Pemkab Sukoharjo Jalin Sinergi Genjot Vaksinasi
Dengan penangkapan 22 kapal tersebut, total KKP telah menangkap 51 kapal ikan yang terdiri dari 5 kapal ikan asing yaitu 4 kapal berbendera Malaysia dan 1 kapal berbendera Filipina. KKP juga mengamankan 46 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan. (Foto:KKP)

Peristiwa

KKP Amankan 22 Kapal Ikan Ilegal Saat gelar Operasi Pengawasan di Enam WPP
Foto: Humas Bakamla RI

Peristiwa

Jelang Patroli Bersama dengan Australia, KN Pulau Dana-323 Lakukan Pengecekan Kapal