Home / Panggung

Minggu, 4 Juli 2021 - 13:26 WIB

Dedok dan Grace, Bangga Ikuti Pameran Kartun Human Rights in ASEAN

Kartun Dedok berjudul Race for Human Rights. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Kartun Dedok berjudul Race for Human Rights. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

NYATANYA.COM, Magelang – I Made Arya Dwita Dedok dan Grace Tjondronimpuno adalah pasangan suami istri yang bukan saja dikenal sebagai pelukis yang berkarya dari Kota Magelang, Jawa Tengah, tetapi keduanya juga dikenal sebagai kartunis yang produktif.

Kedua kartunis ini juga ikut ambil bagian dalam pameran kartun hak asasi manusia yang digelar virtual di Malaysia oleh Zunar & Friedrich Naumann Foundation bertajuk Human Rights in ASEAN.

“Aku tentu bangga bisa mengikuti kegiatan pameran ini. Apalagi di tengah masih berlangsungnya pandemi Covid-19 di seluruh dunia, kegiatan pameran ini bisa menjadi penyemangat para pelaku seni untuk tidak berhenti berkarya,” ujar Dedok saat dihubungi nyatanya.com, Minggu (4/7/2021) pagi tadi.

Baca juga   Disbud Kota Yogya Gelar Wayang Sejarah "Amanat 5 September"

Dalam pameran bertajuk Human Rights in ASEAN yang digelar virtual melalui craftora.com mulai 1 Juli sampai 31 Juli 2021 ini Dedok mengirimkan dua karyanya. Masing-masing berjudul Race for Human Rights dan Sara.

Dedok yang lahir di Denpasar Bali, 10 Juni 1971 ini memang banyak bergelut di dunia seni rupa. Sejumlah pameran internasional sudah banyak diikuti, pria lulusan ISI Yogyakarta ini, diantaranya di Turky, Italia, Amerika, Singapura, China, dan lainnya.

Kartun Grace berjudul Power of Love. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Sementara sang istri, Grace Tjondronimpuno memamerkan satu karyanya berjudul Power of Love. Sebuah karya yang menggambarkan figur-figur yang saling berhadapan yang masing-masing memiliki kepentingan yang berseberangan. Seperti dalam kehidupan ini selalu ada hal positif dan negatif, ada baik dan buruk, ada yang toleran dan egois.

Baca juga   Bagong Soebardjo dan Wayang Dongeng di Tengah Pandemi

“Tokoh Gatotkaca saya gambarkan sebagai “Super Hero”-nya Indonesia yang melindungi bangsa ini dari pengaruh kekuatan negatif yang ingin menghancurkan bangsa ini. Gatotkaca dalam karya ini dilindungi oleh aura positif yang memberikannya kekuatan super melawan musuh-musuhnya. Aura positif itu berupa kekuatan cinta,” jelas Grace yang sudah puluhan kali berpameran di luar negeri.

Pameran Human Rights in ASEAN sendiri diikuti 38 kartunis dari Malaysia, Thailand, Philipina, Myanmar, dan Indonesia. Menampilkan 81 karya kartun bertema Hak Asasi Manusia menurut pandangan kartunis. Karya-karya menggelitik mereka bisa dilihat di craftora.com sampai 31 Juli 2021. (N1)

Share :

Baca Juga

Happy Asmara dan lagu baru 'Tak Warahi Carane' (Foto: Instagram @happy_asmara77)

Panggung

Happy Asmara Curhat Lewat Lagu Baru ‘Tak Warahi Carane’
Non-O saat berkarya di rumah studionya. (Foto: dokumenpribadi)

Panggung

Kartunis Non-o, Energi Berkaryanya Tak Pernah Padam
Enzy Storia. (Foto:nyatanya.com/Instagram @enzystoria)

Panggung

Enzy Storia Rilis Single Setengah Hati
Via Vallen feat Chevra dengan lagu baru 'Memandangmu'. (Foto: YouTube Via Vallen Official)

Panggung

Lagu ‘Memandangmu’ Via Vallen, 4 Jam Tayang Sudah Ditonton 62.683 Kali
Steven 'Coconut Treez', AM. Kuncoro, dan Tege. Foto: nyatanya.com/Ignatius Anto

Panggung

Prima Founder Record Kenalkan OST Mimi Mintuno ‘The Story of Tresno’
Topik Sudirman dan Dory Harsa berkolaborasi lewat lagu Piyambakan. (Foto:nyatanya.com/YouTube Dory Harsa Music)

Panggung

Berdua, Dory Harsa dan Topik Sudirman Rilis ‘Piyambakan’
(Foto: Dokumentasi Prambanan Jazz 2021)

Panggung

Borneo Goes to Prambanan Jazz Virtual Festival 2021
Joen Yunus Erlangga. (Foto: dokumen pribadi)

Panggung

Joen Yunus, Kartunis dengan Semangat Nasionalisme yang Tekun Berkarya untuk Pasar Global