Home / Wisata

Selasa, 19 Juli 2022 - 10:42 WIB

Desa Tempellemahbang Blora Didorong Jadi Destinasi Wisata Petik Jeruk

Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora didorong untuk menjadi desa wisata hortikultura. Foto: Diskominfo Blora

Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora didorong untuk menjadi desa wisata hortikultura. Foto: Diskominfo Blora

NYATANYA.COM, Blora – Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora didorong untuk menjadi desa wisata hortikultura.

Terlebih, dengan budidaya jeruk di desa tersebut yang hasilnya tak kalah dengan jeruk dari daerah lain.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, saat datang langsung ke kebun jeruk, Sabtu (16/7/2022).

Diakui, dia sangat antusias melihat perkebunan jeruk di Desa Tempellemahbang, yang hasilnya luar biasa.

“Blora yang terkenal dengan tanah tandus, ternyata bisa tumbuh dan rasanya tak kalah dengan jeruk dari luar daerah. Dan tentu kami terus mendorong agar hasil jeruk organik yang luar biasa ini, kalau bisa jangan dijual begitu saja,” kata wabup, usai memetik dan mencicipi buah jeruk Desa Tempellemahbang.

Dengan potensi lahan yang begitu luas, wabup mendorong, agar ke depannya di Desa Tempellemahbang dijadikan destinasi wisata petik buah, sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke desa tersebut.

Baca juga   Sambung Rasa Keberagaman, Puluhan Peserta Ruwat Nusantara Ikuti Ritual di Sungai Progo

“Jika di Batu, Malang, ada petik apel. Nanti mungkin di Tempel (Desa Tempellemahbang) ini bisa dikembangkan petik jeruk. Sehingga, ada pemasukan lain, selain dari penjualan buah jeruk. Dan di Tempel ini, sudah ada seperti ini (wisata petik buah) tentu bagus,” tuturnya.

Disampaikan, tak hanya jeruk madu siam, di desa ini juga tumbuh subur jeruk pamelo. Hampir semua warga memiliki kebun buah jeruk, yang rasanya tidak kalah dengan jeruk-jeruk dari daerah lain.

Petani jeruk Desa Tempelemahbang, Sulastri (45), bercerita jika dirinya sudah lima tahun menjadi petani jeruk. Dengan lahan kurang lebih seluas 0,5 hektare, dia menyebutkan, sekitar 400 tanaman jeruknya telah berbuah. Sulastri mengaku, tanaman jeruk dipilih, karena perawatannya mudah dan jangka waktunya panjang.

Baca juga   Kesenian Barongan Blora, Media Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai Tembakau

“Ini tahun kedua panen, untuk harganya Rp13 ribu hingga 15 ribu per kilogram, hingga harga paling rendah Rp5 ribu, jadi tergantung dengan besar kecil buahnya,” ucapnya.

Dalam merawat tanaman jeruk, tambah Sulastri, cukup dengan menggunakan pupuk kandang. Sehingga lebih alami dan hemat. Dia berharap, ke depan ingin tanaman jeruk yang dikembangkan bisa menjadi wisata edukasi.

“Ini sudah dibuka untuk umum, kalau masuk masih gratis, dan nanti bisa petik sepuasnya,” tuturnya.

Pengunjung petik buah jeruk, Laila Yuswi Khoiria, mengaku senang bisa memetik buah sendiri, mencicipi sendiri.

“Enak, manis rasanya tak kalah sama daerah lain. Suasananya juga bagus,” kata Laila.

(*/N3)

Share :

Baca Juga

Bantaran Sungai Code di wilayah Kampung RW 7 Jetisharjo Kelurahan Cokrodiningratan Kota Yogyakarta kini tampil berwarna. (Foto: Humas Pemekot Yogya)

Wisata

Bantaran Sungai Code Jetisharjo Kini Tampil Berwarna
Pengunjung wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi dan melakukan scan barcode. Bagi yang tidak memiliki smartphone, maka bisa menggunakan kartu vaksin yang akan disesuaikan dengan identitas pemilik. Mereka juga harus dicek suhu tubuhnya. (Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

Wajib Check In Aplikasi PeduliLindungi, Ketep Pass Mulai Dikunjungi Wisatawan
Tiga Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) milik Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Kabupaten Batang Jawa Tengah untuk melihatnya bersama keluarga. (Foto:MC Batang)

Wisata

Tiga Alutsista Marinir di Kabupaten Batang Jadi Daya Tarik Wisata
(Foto: Diskominfo Jateng)

Wisata

Heboh “KKN di Desa Penari”, Jateng Punya Desa Menari di Lereng Gunung Telomoyo
Bupati Lombok Tengah (Loteng) Nusa Tenggara Barat, Lalu Pathul Bahri. (Foto: InfoPublik)

Wisata

Hanya Ada di Indonesia, Atraksi Budaya ‘Bau Nyale’ di MotoGP 2022
Seporsi Kupat Tahu Dompleng. (Foto: Agoes Jumianto)

Wisata

Nikmatnya Kupat Tahu Dompleng yang Ikonik dan Melegenda
Rangkaian promosi pariwisata Jogjavaganza berupa kegiatan table top digelar pada Selasa (29/3/2022) oleh Pemerintah Kota Yogyakarta bersama asosiasi pariwisata. Foto: Humas Pemkot Yogya

Wisata

Jogjavaganza 2022, Genjot Wisata Yogya Menjadi Kota MICE
Foto: MC Kab.TMG

Wisata

Geliatkan Investasi Pariwisata, Pemkab Temanggung Gelar Forum Investasi