Home / Wisata

Sabtu, 6 November 2021 - 18:20 WIB

Desa Wisata, Menjawab Kebutuhan Wisata Alternatif

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo saat menjadi narasumber Seminar Pengembangan Desa yang diselenggarakan oleh Gamakonkrit BEM KM UGM di Grand Ambarukmo, Depok, Kabupaten Sleman. (Foto: Humas Sleman)

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo saat menjadi narasumber Seminar Pengembangan Desa yang diselenggarakan oleh Gamakonkrit BEM KM UGM di Grand Ambarukmo, Depok, Kabupaten Sleman. (Foto: Humas Sleman)

NYATANYA.COM, Sleman – Desa wisata menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kecenderungan pasar yang mulai bergeser dari wisata modern, menjadi wisata tradisional skala kecil yang unik.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo saat menjadi narasumber Seminar Pengembangan Desa yang diselenggarakan oleh Gamakonkrit BEM KM UGM di Grand Ambarukmo, Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (6/11/2021).

Menurut Kustini, pengembangan desa wisata yang baik dalam perspektif ekonomi daerah, dapat memeratakan pendapatan secara lebih luas.

“Pemerataan pendapatan tersebut mulai dari masyarakat yang tinggal di desa tersebut, sekitar hingga pemerintah daerah karena sekitar 40 persen pengeluaran wisatawan digunakan untuk belanja,” ujar Kustini.

Baca juga   Danrem 072/Pamungkas Pimpin Upacara HUT ke-77 TNI di Lapangan Dirgantara AAU

Kustini menjelaskan, Pemkab Sleman memiliki peran penting dalam pengembangan desa wisata. Peran yang pertama yaitu sebagai regulator, yakni memberikan regulasi pengembangan desa wisata.

“Pemkab Sleman pada 2015 menerbitkan Perda Kabupaten Sleman Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPK) Derah Tahun 2015-2025,” jelasnya.

Lanjutnya, peran kedua Pemkab Sleman yaitu sebagai fasilitator dan motivator memberikan fasilitasi diantaranya untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi SDM, membangun sinergitas dan networking dengan para pelaku wisata dan stakeholder pariwisata. Selain itu memfasilitasi pemasaran desa wisata, kegiatan penguatan desa wisata, pendam,pingan desa wisata, serta kampanye sadar wisata.

Baca juga   Dukung MotoGP Mandalika 2022, Lounge BRI Svarga Hadir di Bukit 360

Kustini menambahkan, desa wisata merupakan bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan dan menjadi program untuk mempercepat kebangkitan pariwisata. Namun tidak setiap desa dapat dijadikan desa wisata.

Setidaknya diperlukan tiga komponen bagi sebuah desa untuk menjadi desa wisata. Komponen yang dimaksud yaitu basis data potensi desa, minat dan kesiapan masyarakat, konsep dan arah pengembangan.

“Saat ini di Kabupaten Sleman terdapat 53 desa wisata dengan kualifikasi yang telah berkembang dan kurang lebih 100 desa wisata rintisan dengan melibatkan kurang lebih 2.000 tenaga kerja yang terlibat langsung,” tambah Kustini. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Tak hanya rapat kerja dan rapat pleno nasional. B2W juga gowes bareng di sekitar kawasan wisata Borobudur. (Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

Komunitas Bike To Work Gowes Bareng di Borobudur

Wisata

Jejak Sejarah Kampung Islam Kauman Mangkunegaran Solo
Brongkos Campur dengan isi tahu, telur, kacang tolo dan tetelan menjadi salah satu yang paling digemari pengunjung Warung Brongkos Handayani. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Wisata

Dolan ke Yogya, Jangan Lupa Cicipi Gurihnya Brongkos Handayani yang Legendaris

Wisata

Gandeng Komunitas, Keraton Yogya Sosialisasi Kawasan Sumbu Filosofi pada Generasi Muda
Pemerintah Kabupaten Temanggung akan mendirikan sebuah bangunan untuk tempat penyimpanan benda cagar budaya di sekitar Taman Kartini Temanggung. (Foto: MC.TMG)

Wisata

Pemkab Temanggung Siapkan Tempat Khusus untuk Lindungi Benda dan Cagar Budaya
Vaksinasi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif digelar Dinas Pariwisata DIY di Kawasan Hutan Pinus Mangunan dan Geosite Ngingrong. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

Wisata

Percepatan Vaksinasi Pelaku Wisata, Ikhtiar Bangkit Bersama Sektor Pariwisata
Untuk antisipasi gangguan kamtibmas dan protokol kesehatan di lokasi wisata tersebut, Kapolsek Todanan AKP Daknyo menginstruksikan anggotanya untuk lebih intensif patroli lokasi wisata pada pagi atau sore hari terutama saat hari libur. Patroli dilakukan bersama dengan anggota Koramil Todanan. (Foto:MC Kab Blora/ Teguh)

Wisata

Petugas Gabungan Intensif Patroli Objek Wisata Todanan
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyerahkan katalog daftar UMKM premium di Kota Yogyakarta melalui PHRI untuk membantu akses pemasaran. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Wisata

Pemkot Yogya Dorong Integrasi dan Kolaborasi Pelaku Pariwisata