Home / Peristiwa

Senin, 19 Juli 2021 - 13:53 WIB

Diancam Dibunuh dan Dipenggal Lehernya, Warga Pendukung Proyek Bendungan Bener Minta Perlindungan Kapolres Purworejo

Tim Kuasa Hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Nyi Ageng Serang Wates Kulonprogo menunjukkan bukti surat laporan yang dilayangkan Jamil Rozi kepada Polres Purworejo.  (Foto: nyatanya.com/istimewa)

Tim Kuasa Hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Nyi Ageng Serang Wates Kulonprogo menunjukkan bukti surat laporan yang dilayangkan Jamil Rozi kepada Polres Purworejo. (Foto: nyatanya.com/istimewa)

NYATANYA.COM, Purworejo – Seorang petani  bernama Jamil Rozi (41) warga Dusun Wareng RT 003/001 Kaliwader, Bener, Purworejo, Jateng, Jumat (16/7/2021) siang mendatangi Polres Purworejo guna melaporkan tindakan kekerasan disertai ancaman pembunuhan yang diterimanya dari seseorang bernama Susanto, yang tak lain adalah tetangganya. Kedatangannya untuk membuat laporan didampingi oleh tim kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Nyi Ageng Serang, Wates, Kulonprogo.

“Iya, hari ini saya sudah melaporkan ke Polres Purworejo. Dan sebagai dasarnya saya melapor itu karena saya meminta perlindungan secara hukum, karena upaya terlapor untuk mengintimidasi, menekan, meneror hingga mengancam membunuh dengan memenggal leher saya sudah membahayakan keselamatan nyawa saya,” ujar Jamil saat menggelar konfrensi pers didampingi Tim Kuasa Hukumnya kepada awak media.

Sementara, Tim Kuasa Hukum pelapor yang diwakili oleh Krisna Septian SH menjelaskan, bahwa kliennya mendatangi Polres Purworejo guna membuat pengaduan disertai laporan dan meminta perlindungan hukum terkait bentuk ancaman pembunuhan yang dialamatkan kepadanya dan dilakukan oleh terlapor bernama Susanto yang tak lain tetangganya.

Baca juga   Curah Hujan Tinggi, Kabupaten Bogor Dilanda Bencana Hidrometeorologi Basah

Dipaparkannya, kejadian tersebut bermula saat terlapor marah dan emosi mendengar korban (pelapor/Jamil)  bersama sejumlah warga Wadas, Bener, Purworejo mendukung program pemerintah atas proyek nasional pembangunan bendungan yang berlokasi di Bener, Purworejo, Jateng.

“Emosi terlapor (Susanto) memuncak ketika mengetahui dan mendengar jika mayoritas warga yang mendukung pembangunan bendungan dan bersedia dilakukan pembebasan tanah melakukan pematokan tanah pekarangannya sendiri. Seketika terlapor bersama beberapa warga yang menolak proyek bendungan mencari Jamil. Terlapor dengan membawa senjata tajam berupa parang berukuran panjang mencari Jamil sembari  berteriak bakal membunuh dan memenggal leher (kepala) pelapor,” urai Tim Kuasa Hukum dari Nyi Ageng Serang.

Baca juga   Langgar Aturan Selama PPKM Darurat Bakal Ditindak Tegas

Ditambahkan Krisna Septian SH, ia sudah memiliki beberapa bukti akurat seperti rekaman amatir yang diambil dari handphone saat terlapor mengancam dengan membawa senjata tajam, sehingga selang sehari dari kejadian itu ia bersama kliennya langsung mendatangi Polres Purworejo guna melaporkan dan meminta perlindungan.

Terpisah, Kapolres Purworejo   AKBP Rizal Marito, SIK, SH, M.Si  menyatakan telah memerintahkan anggota jajarannya segera mempelajari dan menindaklanjuti atas lapiran pengaduan ini. Menurutnya, dimata hukum semua warga negara memiliki hak yang sama. Sehingga, segala bentuk tindak pelanggaran hukum harus diproses dan diberikan sanksi hukum tegas. Dan sebagai aparat penegak hukum dirinya juga akan memberikan perlindungan hukum kepada warga negara yang tengah mendapat ancaman atau tindak pelanggaran.  (N2)

Share :

Baca Juga

Sebanyak 86 pasien Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang terdampak banjir. Foto: MC Kota Singkawang

Peristiwa

86 Pasien RSUD Abdul Aziz Singkawang Terendam Banjir, Siang Tadi Air Mulau Surut
Kemensos mendistribusikan tenda khusus keluarga untuk korban gempa di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Tenda khusus keluarga bagian dari upaya untuk menerapkan pendekatan keluarga dalam penanganan korban bencana. (Foto: ANTARA)

Peristiwa

Kemensos Distribusikan Tenda Khusus Keluarga bagi Korban Gempa Pasaman
Bupati H. Sunaryanta meninjau paviliun Wanagama. (Foto:nyatanya.com/Humas Gunungkidul)

Peristiwa

Wanagama Kembali Digunakan untuk Karantina Pasien Covid-19
Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasi dan penghargaannya kepada para siswa berprestasi di Kabupaten Sleman yang dinilai telah mengharumkan Sleman dan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya. (Foto: Humas Sleman)

Peristiwa

Pemkab Sleman Salurkan Beasiswa bagi Anak Berprestasi
Para santri dan pengurus pondok pesantren (ponpes) di Kota Pekalongan menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama. (Foto: Diskominfo Pekalongan)

Peristiwa

Ratusan Santri Kota Pekalongan Giliran Vaksinasi
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menyaksikan pelaksanaan vaksinasi 'Drive Thru' yang digelar di UGM. (Foto: Humas Pemda DIY)

Peristiwa

Vaksinasi ‘Drive Thru’ Sasar 3.000 Orang
Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, Mia Aminati memberikan keterangan pers. Foto: selalu.id

Peristiwa

Kejati Jatim Siapkan 10 JPU Hadapi Kasus Pencabulan Ponpes Shiddiqiyyah Jombang
Ratusan anak usia sekolah dasar dari 3 sekolah mendapatkan Vaksinasi Covid-19 pada Senin (17/1/2022) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Sleman, Kalurahan Siduharjo, Kapanewon Ngaglik. (Foto: MC Kab Sleman)

Peristiwa

Ratusan Siswa SD di Ngaglik Sleman Mendapatkan Vaksinasi Covid-19