Home / News

Kamis, 16 September 2021 - 17:30 WIB

Dibahas DPRD, Jateng Akan Jadi Provinsi Pertama yang Miliki Brinda

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengikuti rapat paripurna tentang pembentukan susunan perangkat daerah di DPRD Jawa Tengah. (Foto: Humas Jateng)

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengikuti rapat paripurna tentang pembentukan susunan perangkat daerah di DPRD Jawa Tengah. (Foto: Humas Jateng)

NYATANYA.COM, Semarang – Jawa Tengah akan menjadi provinsi pertama yang memiliki Badan Riset dan Inovasi Nasional Daerah (Brinda). Hal itu menyusul sudah masuknya pembahasan pembentukan Brinda oleh Pemprov Jateng bersama DPRD.

Dalam rapat paripurna tentang pembentukan susunan perangkat daerah, Kamis (16/9/2021), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi dukungan DPRD Jateng dalam percepatan pembentukan Brinda.

Menurutnya, dengan dukungan semua pihak, maka cita-cita memiliki lembaga riset dan inovasi yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat itu, bisa segera terwujud.

“Terima kasih pada seluruh fraksi yang telah memberikan pandangan umum, terkait rencana pembentukan Brinda. Kami sependapat dengan pandangan umum yang disampaikan, bahwa pembentukan Brinda harus didasarkan pada prinsip tepat fungsi, dan memberikan nilai lebih pada peningkatan pelayanan publik di masyarakat,” kata Ganjar, saat menyampaikan tanggapan dari pandangan umum fraksi.

Baca juga   Kodim 0705/Magelang dan PWI Tingkatkan Sinergi Komunikasi

Lebih lanjut Ganjar mengatakan, beberapa masukan telah diberikan oleh DPRD Jateng terkait pembentukan Brinda ini. Dia sepakat, nantinya Brinda tidak hanya diisi oleh ASN, namun juga kalangan profesional.

“Kita sepakat dengan itu. Untuk SDM, selain kita isi dengan SDM sendiri, kita bisa bermitra dengan perguruan tinggi atau lembaga riset lainnya. Ada inovator dan peneliti banyak di luar sana, yang non-ASN bisa kita ajak mengisi lembaga ini,” jelasnya.

Namun hal itu, lanjut Ganjar, tidak bisa dengan cepat dilakukan. Prinsipnya saat ini yang paling penting adalah membentuk lembaganya terlebih dahulu, agar segera bisa berkontribusi.

“Kita akan mulai tahap demi tahap, umpama kelembagaannya nanti kita cangkokkan dulu. Semacam UPT begitu. Kalau nanti sudah jalan, maka bisa kita tingkatkan lagi dengan SOTK baru, sekelas OPD yang lainnya,” jelasnya.

Baca juga   HUT ke-71 Jateng, Momentum Refleksi Diri

Ganjar mengatakan telah mengumpulkan para doktor dan pejabat fungsional yang ahli di Jateng, untuk mengisi lembaga tersebut. Mereka sudah presentasi terkait banyak hal, termasuk politik kesehatan, pendidikan, lingkungan, energi dan sektor lainnya.

“Ini pemanasan awal yang pararel dengan pembentukan Brin Pusat. Brin Pusat juga sudah memberikan perhatian, saya sudah komunikasi dan mereka siap mengadvokasi sekaligus mendampingi,” jelasnya.

Ganjar mengatakan memang sudah lama memimpikan adanya Brinda di Jateng. Untuk itu, saat ini dirinya ingin lebih cepat membuat lembaga itu dibanding daerah lain.

“Rasa-rasanya kami memang pingin lebih cepat, karena kok penting betul. Ini jadi kegelisahan banyak orang, tapi belum banyak yang melakukan. Maka saya minta ayo Jateng lebih dulu sambil kita belajar dan memperbaiki jika ada yang kurang,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Hari Ini 1030 Kasus Positif Covid-19 di DIY Sembuh, Meninggal 26 Pasien
Menteri Luhut Binsar Pandjaitan kunjungi Malioboro dan bertemu sejumlah PKL. (Foto: dokumentasi Kodim Yogya)

News

Luhut Binsar Pandjaitan Sambangi Malioboro
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Kasus Naik Signifikan, Mulai Hari Ini Solo Penyemprotan Masal Disenfektan
SBY hadir di acara pemakaman ibu mertua di Purworejo, Jateng. (Foto: Istimewa)

News

SBY Hadiri Prosesi Pemakaman Ibu Mertua di Purworejo
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Kasus Posititif Covid-19 DIY Tambah 1.862, Sembuh 1.125 Kasus
Penampakan puncak Gunung Merapi pukul 06.15 WIB. (Foto:nyatanya.com/BPPTKG)

News

Gunung Merapi Masih Luncurkan Awan Panas
Ganjar Pranowo. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

News

Kepala Daerah Tak Laksanakan PPKM Mikro Darurat Terancam Sanksi
Ilustrasi:nyatanya.com

News

PPKM Diperpanjang Lagi Sampai 30 Agustus 2021