Home / Panggung

Minggu, 18 Juli 2021 - 10:20 WIB

Digelar Online dan Offline, Nurfu Ad Pameran Tunggal Lukisan ‘Lorong Cinta’

Deretan karya Nurfu Ad yang dipamerkan di studionya

Deretan karya Nurfu Ad yang dipamerkan di studionya "Nurfu Art". (Foto:nyatanya.com/Humas Magelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Pandemi Covid-19 merebak secara global, menimbulkan masalah kesehatan dan ekonomi. Berbagai upaya dilakukan pemerintah bersama masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Corona. Termasuk dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kepedulian muncul dari berbagai kalangan yang turut prihatin melihat kondisi seperti saat ini. Salah satunya adalah dari seorang seniman asli Magelang, Nurfu Ad.

Perupa warga Dusun Jambu, Tempurejo, Tempuran, Magelang ini mengajak masyarakat untuk tidak larut dalam rasa was-was melalui pameran lukisan karya-karyanya, secara online dan offline.

Pameran lukisan yang digelar Nurfu Ad ini dimulai tanggal 5 Juli hingga 31 Agustus 2021. Secara offline di studionya “Nurfu Art”, tentu dengan protokol kesehatan dan tanpa kerumunan. Sementara secara online dapat dikunjungi melalui barcode “Indonesian Art Expo 2021” (IAE 2921).

Baca juga   Pelukis Sidik Martowidjojo Gelar Pameran Tunggal di Pit Mabuk Art Venue

Nurfu Ad mengatakan di tengah pandemi yang melanda, dirinya mengajak masyarakat untuk menumbuhkembangkan rasa cinta, toleransi, dan kepedulian sesama umat manusia. Maka dia memilih judul pameran tunggalnya “Love Hallway” yang berarti “Lorong Cinta”.

Nurfu Ad dan karyanya.(Foto:nyatanya.com/Humas Magelang)

“Dengan rasa cinta yang dalam, semua akan bisa dikalahkan. Termasuk mengalahkan rasa was-was dan menumbuhkan kekuatan dan kepedulian,” terang Nurfu Ad.

Nurfu Ad merupakan seniman lukis dengan ciri khas daun jati. Berbagai karya lukisannya selalu berunsur daun jati. Seperti kursi singgasana, candi Borobudur, tokoh pewayangan, patung Budha, topeng, dan banyak lagi. Maka dirinya dikenal pula dengan sebutan “Perupa Daun Jati” atau “Pelukis Daun Jati”.

Menurut seniman ini, daun jati memiliki filosofi kehidupan. Jati dalam bahasa Jawa mengandung arti kesungguhan yang sebenarnya atau kepribadian yang kuat. Daun jati merupakan salah satu bagian pohon yang sangat penting untuk tumbuh kembang sang pohon itu.

Baca juga   Via Vallen Curi Perhatian dengan Baju NKRI Harga Mati

“Dengan filosofi itu saya berharap pada diri saya pribadi dan semua orang, jadilah tokoh yang mempunyai peran penting dalam kehidupan. Sebagaimana kita sebagai makhluk sosial.

Adapun untuk pameran, di studio ada 15 lukisan terpajang. Sedangkan yang secara online, di IAE 2021 ada tujuh lukisan yang saya ikut sertakan bersama 170 perupa tanah air,” terangnya.

Perupa Daun Jati ini berharap melalui pameran tunggalnya, masyarakat secara psikologis dapat melawan rasa was-was, dan tergantikan rasa cinta yang mendalam. Sehingga tumbuh toleransi dan kepedulian.

“Melalui Love Hallway semoga kita semua tetap tegar untuk berani menghadapi pandemi,” harap Nurfu Ad. (*)

Share :

Baca Juga

Salah satu pentas monolog yang digelar TWN. (Foto: nyatanya.com/Sulis)

Panggung

Sukses Pentas Monolog, TWN Siap Garap Film Pendek
Kartun Edi Dharma berjudul Tembak. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Panggung

Edi Dharma, Kartunis Pejuang Kemanusiaan Asal Jambi
Enzy Storia. (Foto:nyatanya.com/Instagram @enzystoria)

Panggung

Enzy Storia Rilis Single Setengah Hati
Jane Shalimar. (Foto:nyatanya.com/Instagram @janeshalimar_1)

Panggung

Setelah Berjuang Melawan Covid-19, Jane Shalimar Meninggal Pagi Tadi
Via Vallen dalam single Ngalah. (Foto:Nyatanya.com/YouTube ascadamusik)

Panggung

Via Vallen Rilis Single Ngalah
Happy Asmara di lagu Lemah Teles. (Foto:nyatanya.com/YouTube Music Interactive)

Panggung

‘Lemah Teles’ Happy Asmara Trending di YouTube
Kartun M Nasir berjudul History of Human Rights. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Panggung

M Nasir, Memilih Seni Kartun untuk Suarakan Kebenaran
Salah satu agenda seni yang pernah digelar di RH. (Foto: nyatanya.com/Istimewa)

Panggung

RH Dukung Pemberdayaan Seni-Budaya