Home / Buku

Selasa, 30 November 2021 - 11:41 WIB

Dinas Kebudayaan Gelar Festival Sastra Yogyakarta 2021

Talkshow rangkaian Festival Sastra Yogyakarta 2021 yang diadakan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta di Hotel Royal Malioboro, Senin (29/11/2021). (Foto: Humas: Pemkot Yogya)

Talkshow rangkaian Festival Sastra Yogyakarta 2021 yang diadakan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta di Hotel Royal Malioboro, Senin (29/11/2021). (Foto: Humas: Pemkot Yogya)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya membangkitkan sastra lokal melalui kegiatan Festival Sastra Yogyakarta tahun 2021.

Berbagai kegiatan ditampilkan seperti workshop aksara Jawa Digital, pertunjukan sastra musikal hanacaraka, pameran karya sastra etnik Yogya secara virtual, pementasan sastra Jawa dan bincang sastra lokal. Diharapkan melalui festival itu bisa meningkatkan pemahaman masyarakat terkait sastra Jawa.

Menurut Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi tidak mudah untuk mengajak masyarakat secara umum bergabung dalam kegiatan Festival Sastra terutama Bahasa Jawa. Apalagi di lingkungan sekolah sulit untuk membiasakan Bahasa Jawa dan aksara Jawa.

“Festival Sastra ini bagian dari edukasi. Makanya dengan festival ini harapannya semakin banyak orang paham dengan sastra Jawa,” kata Heroe dalam talkshow rangkaian Festival Sastra Yogyakarta 2021 yang diadakan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta di Hotel Royal Malioboro, Senin (29/11/2021).

Heroe menilai untuk menjadikan Bahasa Jawa maupun aksara Jawa sebagai kebiasaan atau gerakan tidak bisa hanya melalui festival. Apalagi dalam komunikasi sehari-sehari masyarakat kini tidak banyak yang menggunakan pengantar Bahasa Jawa. Untuk itu perlu wadah seperti lomba sehingga bisa menemukan para peminat dan pemilik bakat sastra Jawa.

Baca juga   Bening, Gadis Rimba yang Luar Biasa

“Bicara tentang narasi sastra Jawa halangan kita sudah jarang masyarakat yang menggunakan bahasa pengantar dengan Bahasa Jawa. Sebenarnya tinggal membiasakan tutur jawa di masyarakat,” paparnya.

Pihaknya berharap kegiatan seni budaya dan sastra Jawa tidak hanya dilakukan seniman, tapi juga masyarakat Yogyakarta. Mengingat budaya adalah salah satu potensi yang hidup dan bisa menghidupi di Yogyakarta.
Untuk itu Pemkot Yogyakarta mendorong dengan mengadakan beberapa macam festival dengan basis seni budaya seperti Festival Sastra Yogyakarta dan Jogja Cross Culture. Termasuk program Gandes Luwes di sekolah- sekolah di Kota Yogyakarta dan keberadaan kampung-kampung budaya.

“Kota Yogyakarta tidak punya sumber daya alam. Yang bisa hidup dan menghidupi di Yogyakarta salah satu di antaranya adalah budaya. Maka kita mengeksplorasi seni dan budaya yang bisa membuat warganya hidup dan menghidupi. Membuat karakter budaya di Yogyakarta itu juga dipahami dan dilakoni masyarakat,” jelas Heroe.

Baca juga   Minim Literasi, Disdikbud Batang Bagikan Puluhan Ribu Buku

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta berupaya mengemas karya-karya sastra dalam media yang menarik bagi masyarakat dalam kegiatan Festival Sastra Yogyakarta.

Kegiatan yang pertama diadakan Dinas Kebudayaan itu diharapkan mudah diterima masyarakat terutama generasi muda untuk memahami dan mencintai sastra Jawa.

“Ini menjadi media apresiasi pelaku sastra dan mengajak masyarakat khususnya generasi muda melestarikan sastra khususnya aksara Jawa. Kegiatan dikemas secara kontekstual mudah dipahami dan diikuti sehingga bangga dengan bahasa dan aksara Jawa,” ucap Yetti.

Rangkaian acara Festival Sastra Yogyakarta tahun 2021 telah digelar sejak bulan Agustus yakni workshop aksara Jawa Digital, produksi pertunjukan sastra musikal Hanacaraka, pameran virtual manuscript karya sastra etnik Yogyakarta, pementasan sastra Kidung Aksara Jawa dan talkshow tema membangkitkan denyut kehidupan sastra lokal di kota budaya, Yogyakarta. Selain itu produksi film sastra Jawa Gegaraning Akrami.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Nyoman Wijana dan buku Pencemaran, Pemulihan, dan Kualitas Lingkungan Hidup. (Foto: dokumentasi Plantaxia)

Buku

Banjir Besar Melanda Dunia
Pemerintah Kota Yogya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) meluncurkan perpustakaan digital dengan nama e-library YK. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Buku

Tingkatkan Pelayanan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogya Luncurkan E-library YK
S Arimba (kanan) dan Dedet Setiadi (tengah) saat mengupas buku puisi Ketika Jatuh Cinta. (Foto: istimewa)

Buku

Sastra Bulan Purnama Bedah Buku Antologi Puisi “Ketika Jatuh Cinta”
Fairuz (kanan), Kukuh (tengah) dan Popo menunjukkan buku novel Mendung Tanpo Udan. (Foto: istimewa)

Buku

Ikuti Sukses Lagunya, Novel ‘Mendung Tanpo Udan’ Siap Dilaunching
Jambu Carlin, pinjam buku cara online ala Klaten. (Foto: Diskominfo Klaten/nyatanya.com)

Buku

Jambu Carlin, Ini Cara pinjam Buku Gratis di Klaten
Foto: Kemendikbudristek

Buku

Tingkatkan Literasi Nasional, Pemerintah Kirim 2.574.052 Eksemplar Buku ke Daerah 3T
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi meresmikan perpustakaan Masjid Ibnu Khaldun pada Rabu (27/4/2022). Foto: Humas Pemkot Yogya

Buku

Perpustakaan Masjid sebagai Pusat Pendidikan Masyarakat
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: dok. InfoPublik)

Buku

UNESCO Tetapkan Jakarta sebagai Kota Sastra Dunia