Home / Buku

Jumat, 12 November 2021 - 11:42 WIB

Disbud Sleman Bedah Buku “Tapak Pangeran di Bumi Merapi”

Acara bedah buku berjudul

Acara bedah buku berjudul "Tapak Pangeran di Bumi Merapi" yang berlangsung di Puri Mataram Tridadi, Kabupaten Sleman, Kamis (11/11/2021). (Foto: MC Kab Sleman)

NYATANYA.COM, Sleman – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman mengadakan acara bedah buku berjudul “Tapak Pangeran di Bumi Merapi”, berisikan 30 sejarah atau asal-usul padukuhan di Sleman, yang berlangsung di Puri Mataram Tridadi, Kabupaten Sleman, Kamis (11/11/2021).

Buku tersebut ditulis oleh 30 penulis asal Sleman yang tergabung dalam Paguyuban Sastra dan Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi. Acara bedah buku diikuti oleh 40 peserta yang terdiri unsur pemerintah, pendamping desa budaya dan komunitas budaya serta perwakilan penulis.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Laporan Penyelenggaraan oleh Kepala Seksi Warisan Budaya Tak Benda, Dekhi Nugroho.

Dalam laporannya Dekhi menyampaikan latar belakang, maksud dan tujuan, serta anggaran kegiatan tersebut yang dibeayai dari BKK Keistimewaan tahun 2021.

Baca juga   Heroe Poerwadi: Pentingnya Membaca untuk Kemajuan Bangsa dan Negara

“Maksud dan tujuan kegiatan penulisan buku asal-usul toponimi padukuhan ini adalah untuk menggali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sejarah toponimi padukuhan sehingga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan Sleman, Edy Winarya, menyatakan bahwa, pemerintah mendukung dan memfasilitasi adanya penulisan buku sejarah pedukuhan tersebut dan diharapkan kerja sama yang baik antara pemerintah, pendampng desa budaya dan para penulis.

Adapun narasumber yang dihadirkan pada acara tersebut adalah pendamping penulisan sejarah pedukuhan, Budi Sardjono dan Sutopo Sugihartono.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Sardjono mengemukakan bahwa, saat ini, padukuhan di Kabupaten Sleman yang telah ditulis sejarahnya baru berjumlah 30 padukuhan, dari total 1212 padukuhan.

Baca juga   Indonesia Melawan Corona Ala Kartunis

“Semuanya memiliki sejarah yang berkaitan dengan kerajaan-kerajaan, perang Diponegoro, Sunan Kalijaga, dan sebagainya. Maka harus ditelusuri jejak sejarah dari padukuhan-padukuhan tersebut dan ditulis agar tidak kehilangan jejak sejarahnya,” ujar Budi.

Sedangkan narasumber kedua, Sutopo Sugihartono mengulas secara gamblang kisah-kisah bersejarah dari beberapa padukuhan yang termuat dalam buku Tapak Pangeran di Bumi Merapi.

Pada kesempatan itu, Sabatina Rukmi Widiasih, penulis Toponimi juga berbagi pengalaman dan rintangan yang dihadapinya ketika menelusuri sejarah padukuhan.

“Rintangan yang tidak mudah mencari narasumber, karena dukuhnya masih muda, maka harus mencari nara sumber lainnya,” imbuh Sabatina.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi pimpin upacara dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca secara virtual. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Buku

Heroe Poerwadi: Pentingnya Membaca untuk Kemajuan Bangsa dan Negara
Acara Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) dengan tema ”Penguatan Peran Sisi Hulu Guna Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat” yang digelar Pepustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Kabupaten Bantul. (Foto: Humas Pemkab Bantul)

Buku

Literasi, Faktor Esensial dalam Upaya Membangun Masyarakat Inovatif dan Kreatif
Buku Pembangunan Ekonomi Daerah dan Desa. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Buku

Pembangunan Ekonomi Daerah dan Desa Masih Banyak Kendala
Buku Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan penulis Ir. Anizar, M.Kes. (Foto:dokumentasi Graha Ilmu)

Buku

Angka Kecelakaan Kerja Masih Tinggi
Buku Diplomasi Indonesia di Era Global yang ditulis Desy Nur Aini Fajri bersama mahasiswanya. (Ilustrasi/Foto: dokumentasi Graha Ilmu)

Buku

Meski Pandemi, KBRI Beijing Terus Lakukan Diplomasi
Bupati Kudus HM Hartopo saat mengunjungi perpustakaan daerah di Desa Tumpangkrasak dan Loram Wetan. (Foto: Diskominfo Kudus)

Buku

Replikasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Saludin Muis dan penghargaan MURI yang diterimanya. (Foto:nyatanya.com/Istimewa)

Buku

Saludin Muis, Peraih Rekor MURI Pengarang Buku TI Terbanyak 2021
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meninjau pembangunan Diorama Kearsipan yang telah sampai pada tahap akhir, Selasa (16/11/2021). (Foto: Humas Pemda DIY)

Buku

Diorama Kearsipan, Rangkum Sejarah Yogyakarta Selama 430 Tahun