Home / News

Rabu, 16 Juni 2021 - 00:26 WIB

Diskominfo Keluarkan Jadwal Migrasi TV Biasa ke Digital

Info Grafis: nyatanya.com/Twitter @kominfodiy

Info Grafis: nyatanya.com/Twitter @kominfodiy

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Seperti diketahui pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan menghentikan siaran TV analog paling lambat tanggal 2 November 2022 pukul 24.00 WIB.

Meski masih tahun depan, namun bersiap-siaplah masyarakat yang masih memiliki pesawat televisi analog (jadul) untuk mengganti dengan yang baru, smart TV. Atau setidaknya siap-siap untuk menambah perangkat baru, jika tak ingin kehilangan siaran TV.

Salah satu dampak dari dihentikannya siaran TV analog adalah masyarakat pemilik TV biasa memerlukan decoder yang disebut set top box (STB) untuk bisa menikmati siaran TV digital di TV analog. Pemerintah masih mendata target dan mekanisme penyaluran bantuan set top box, khususnya bagi pemilik TV analog kategori rumah tangga miskin.

Baca juga   Kunjungan Kerja ke DIY, Presiden Ingin Pastikan Vaksinasi Terus Bergulir

Persiapan migrasi TV analog ke TV digital pun semakin matang digodog pemerintah. Jadwal migrasi pun sudah disusun, Dinas Kominfo DIY, melalui akun Twitter resminya bahkan sudah mengumumkan jadwal tahapan migrasi itu berdasarkan wilayah.

“Pelaksanaan teknis penghentian Analog Switch Off (ASO) atau digitalisasi penyiaran ini diatur melalui Peraturan Menteri Kominfo Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran,” demikian bunyi unggahan Dinas Kominfo DIY, Selasa (15/6/2021).

Baca juga   'Yogya Satu Bangkit Bersama', Pandangan dan Harapan Sri Sultan Tentang PPKM Level 4

Lebih lanjut dijelaskan, penghentian siaran analog di suatu daerah harus dilakukan serentak oleh seluruh stasiun televisi di daerah tersebut. Dengan begitu dapat memudahkan masyarakat untuk menonton siaran dari satu jenis penerimaan saja.

Direktur Penyiaran Kominfo, Geryantika Kurnia, sebelumnya menjelaskan latar belakang penghentian siaran TV analog ini adalah efisiensi. Sebab, spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk TV analog menurutnya berada pada pita 700 MHz atau pita yang juga untuk layanan internet. Karenanya, di seluruh dunia melakukan penghematan penggunaan pita 700 MHz dengan pemanfaatan TV digital yang lebih efisien. (*)

Share :

Baca Juga

Ganjar Pranowo meluncurkan bus vaksin milik Dinkes Jateng di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Magelang. (Foto: Humas Jateng)

News

Luncurkan Bus Vaksin, Ini Upaya Jateng Jangkau “Remote Area”
Ganjar Pranowo. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

News

Zona Merah Covid-19 di Jateng Turun
Yogyakarta sebagai kota pariwisata dan kota pendidikan, dua hal ini menjadi perhatian dalam Penerapan PPKM Level 3 DIY. (Foto: Agoes Jumianto)

News

Penerapan PPKM Level 3 DIY, Sektor Wisata dan Pendidikan Jadi Perhatian
Di Grobogan ditemukan apotek yang menjual obat jenis azithromycin dihydrate 500 miligram diatas HET. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Grobogan)

News

Parah! Apotik Ini Jual Azithromycin Dihydrate Rp100 Ribu Per Strip, Padahal HET Rp17 Ribu
Wakil Bupati Pekalongan, Riswadi, saat meninjau kegiatan Serbuan Vaksinasi di Desa Srinahan. (Foto: Diskominfo Pekalongan)

News

Akhir 2021, Vaksinasi Covid-19 Pekalongan Ditarget Selesai
Foto penampakan Gunung Merapi, Senin (9/8/2021) pukul 05.34 pagi tadi. (Foto: BPPTKG)

News

Pagi Ini Gunung Merapi 2 Kali Luncurkan Awan Panas
Gugatan yang dilayangkan warga penolak Bendungan Bener kepada Gubernur Ganjar Pranowo disidangkan di PTUN Semarang. (Foto: Tim LBH Nyi Ageng Serang)

News

Kuasa Hukum Tergugat Hadirkan Saksi Ahli Rektor Undip, Kuasa Hukum Penggugat Pilih Walk Out
Seluruh biaya selama di shelter akan ditanggung Pemda DIY. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

Siapkan Rp95juta per 50 Orang untuk 14 Hari, Pemda DIY Sediakan 59 Shelter Isolasi