Home / Plus

Jumat, 26 November 2021 - 22:55 WIB

Disparpora Kenalkan “Iket Jingkengan” Khas Magelang Lewat Pelatihan

Kegiatan pelatihan pembuatan Iket Jingkengan digelar di Pendopo TIC Borobudur. (Foto: humas/beritamagelang)

Kegiatan pelatihan pembuatan Iket Jingkengan digelar di Pendopo TIC Borobudur. (Foto: humas/beritamagelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Pagi itu berbagai motif kain batik digelar di Pendopo TIC Borobudur. Beberapa kain tersebut sudah dipotong dan dilipat sedemikian rupa sehingga membentuk lipatan-lipatan yang sangat kecil dan halus. Di antara kain tersebut juga terlihat dijahit menggunakan tangan secara melingkar.

Itulah sekilas gambaran terkait kegiatan Pengembangan Kompetensi SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tingkat Dasar dalam pelatihan pembuatan “Iket Jingkengan” oleh Disparpora Kabupaten Magelang pada 25-26 November 2021.

“Kegiatan ini tentunya berhubungan dengan ekonomi kreatif, pengembangan ekonomi serta pengembangan potensi SDM pariwisata ekonomi kreatif di sektor fashion,” kata Anis Latifah, Kepala Seksi Kelembagaan Disparpora Kabupaten Magelang di sela acara.

Kegiatan pelatihan pembuatan Iket Jingkengan tersebut menurutnya karena nantinya produk tersebut akan menjadi ciri khas Kabupaten Magelang di bidang fashion.

Anis menjelaskan, melalui kegiatan tersebut sudah selayaknya budaya yang ada di Kabupaten Magelang harus diberdayakan secara maksimal untuk menunjang potensi kepariwisataan berbasis budaya lokal.

Baca juga   Begini Cara 'Lilin Kecil Club' Berbagi di Tengah Pandemi

“Kebetulan sektor fashion itu sekarang menjadi subsektor ekonomi kreatif yang nantinya akan masuk di pariwisata. Dan kita mengembangkan di sisi budayanya yaitu tentang pembuatan Iket Jingkengan ini,” lanjutnya.

Ia mengatakan output dari pelatihan itu juga termasuk dalam rangka peningkatan ekonomi kreatif dalam bidang suvenir atau oleh-oleh di Kabupaten Magelang.

“Para pelatihnya ini kita datangkan dari Yogyakarta yang tahu betul bagaimana membuat iket. Termasuk ada praktisi dari Kabupaten Magelang, Dedi Panggung yang sudah mahir dalam bidangnya,” jelasnya.

Anis berharap, sebanyak 45 peserta itukan yang nantinya akan menjadi pelatih dengan menularkan ilmunya di lingkungan masing-masing, sehingga Iket Jingkengan bisa menjadi ciri khas iket di Kabupaten Magelang.

“Peserta sebanyak 45 orang, termasuk di sini kami libatkan generasi milenial. Kami sebagai staf Disparpora juga ikut belajar ini,” terangnya.

Dedi Panggung Suprabowo, salah satu narasumber mengatakan iket yang dibuat tersebut berbeda dari iket pada umumnya. Bukan gaya Yogyakarta maupun Surakarta.

Baca juga   Yuk, Kenali Macam Wadah Sesaji Daun Pisang dalam Upacara Tradisi Keraton

“Ini kita mengaplikasikan bagaimana orang dulu memakai iket. Namun kalau sekarang memakai iket secara manual kan ribet. Makanya kita buat iket yang langsung pakai. Uniknya ini bukan gaya Yogyakarta maupun Surakarta. Ini gaya Magelang,” kata Dedi.

Iket Jingkengan tersebut menyerupai blangkon namun di belakang kepala tidak terdapat “Monthol” atau benjolan seperti pada umumnya blangkon yang ada. Dan modelnya juga lebih sederhana.

“Dulu ini merupakan permintaan dari Kepala Disparpora. Beliau menginginkan ada iket yang berciri khas Kabupaten Magelang sehingga dapat digunakan oleh ASN juga di setiap tanggal 22,” lanjutnya.

Dedi berharap seluruh peserta nantinya dapat membuat Iket Jingkengan dengan baik walaupun masih dalam tingkat dasar. Terlebih nantinya Iket Jingkengan tersebut dapat dipasarkan dan dapat meningkatkan perekonomian peserta.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Sebagian pengurus Kajianmu saat rapat. Foto: nyatanya.com/Sulis

Plus

Kajianmu, Bantu Bisnis Online Tanpa Modal
Miftahudin Nur Ihsan dan batik bertema Covid-19 produksinya. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Miftahudin Ciptakan Batik Bertema Vaksin Covid-19
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang saat ini mengupayakan perluasan lahan tanam biofarmaka memanfaatkan pekarangan warga Desa Tegalarum, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. (Foto: humas/beritamagelang)

Plus

Kampung Rempah Borobudur Kembangkan Biofarmaka di Pekarangan Warga
Desa Karangrejo Kecamatan Borobudur Magelang menjadi salah satu desa pilot project smart village. (Foto: humas/beritamagelang)

Plus

Mantul Lur, 25 Desa di Magelang Jadi Pilot Project Smart Village
Talkshow#1 bertajuk "Kolaborasi Kampus dan Industri Kreatif, Mau Dibawa Kemana?" pada Sabtu (18/12/2021) mewarnai agenda dibukanya Hetero Space Solo. (Foto: Dok DKV ISI Surakarta)

Plus

Hetero Space Gairahkan Insan Kreatif, Undang Dosen DKV ISI Surakarta sebagai Narasumber Diskusi
Misi utama Skanslove Coffee adalah untuk media pembelajaran peserta didik, yang erat kaitannya dengan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja. (Foto: MC Batang)

Plus

Skanslove Coffee, Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Pelajar
Budidaya tumbuhan keladi sedang menjadi primadona pecinta tanaman hias. Motif daunnya yang warna-warni dan cantik membuat tanaman ini banyak diminati masyarakat. Kini Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta tengah mengembangkan budidaya tanaman keladi melalui kultur jaringan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

DPP Kota Yogya Kembangkan Tanaman Keladi Langka dengan Kultur Jaringan
Pemilik Pawone Simbah memberikan pelatihan kepada kaum ibu, agar dapat membantu perekonomian keluarga. (Foto: MC Batang)

Plus

Pawone Simbah Edukasi Kaum Ibu Jadi Marketer Online