Home / Plus

Minggu, 28 November 2021 - 16:56 WIB

Diunggah Ulang #lapakganjar, Bengkel Restorasi Mobil Klasik Ini Banjir Orderan

Berangkat dari hobi, sejak 2018 lalu Dhading membuka bengkel restorasi yang diberi nama Lare Ageng Classic Car Garage. Orderannya pun laris berkat #lapakganjar. (Foto: Diskominfo Jateng)

Berangkat dari hobi, sejak 2018 lalu Dhading membuka bengkel restorasi yang diberi nama Lare Ageng Classic Car Garage. Orderannya pun laris berkat #lapakganjar. (Foto: Diskominfo Jateng)

NYATANYA.COM, Sukoharjo – Dhading Baskoro, pemilik bengkel restorasi mobil volkwagen (VW) sangat bangga usahanya dapat diunggah ulang di #lapakganjar edisi 57 bengkel kendaraan. Menurutnya, ajang promosi online yang diiniasiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu sangat efektif untuk mengembangkan usaha.

Ketertarikan mobil klasik bermerk VW itu membuat Dhading mampu mengembangkan menjadi sebuah usaha yang menjanjikan. Sejak 2018 lalu, ia membuka bengkel restorasi yang diberi nama Lare Ageng Classic Car Garage, di Singopuran RT 01 RW 01 Kartasura Sukoharjo.

“Mulanya saya dibelikan orang tua mobil VW. Dan, saya suka akhirnya saya cat ulang dan modifikasi. Di situ saya belajar banyak tentang mobil ini, sampai akhirnya menjadi lahan usaha restorasi,” ujarnya, Minggu (28/11/2021).

Baca juga   Pantau Pengisian Oksigen Gratis Tahap 2, Bupati Berharap Kasus Corona Terus Turun

Sepekan lalu, usahanya itu diikutsertakan dalam postingan #lapakganjar. Kebetulan, ia sudah lama menjadi follower intagram Gubernur Jateng tersebut.

Dijelaskan sang pemilik Lare Ageng Classic Car Garage, Dhading, saat ini sudah ada antrean hingga akhir 2022. Jadi, kalau ada yang datang untuk restorasi baru akan kerjakan di tahun 2023. (Foto: Diskominfo Jateng)

“Kalau #lapakganjar saya dapat dari instagram, karena saya adalah follower beliau. Tiap kegiatan di sosmed saya selalu mengikuti. Nah, kebetulan ada tema bengkel atau otomotif,” lanjutnya.

Seteleh mengikuti #lapakganjar, usahanya lebih dikenal masyarakat. Itu dilihat dari munculnya pertanyaan-pertanyaan melalui direct message (DM), dan watshapp.

“Ada yang tanya, DM atau japri. Yang saya banggakan usaha kami di-repost, dan saya screenshoot, saya bikin status. Itu sudah iklan gratis dan sangat efektif,” paparnya.

Untuk saat ini, pecinta mobil VW yang hendak merestorasi di bengkel Dhading akan dikerjakan pada 2023 mendatang.

Baca juga   Ribuan Barang Hasil Penindakan Bea Cukai Senilai Rp1,8 Miliar Dimusnahkan

“Iya, saat ini sudah ada antrean hingga akhir 2022. Jadi, kalau mau daftar untuk restorasi kita kerjakan di tahun 2023,” ungkapnya.

Dhading. (Foto: Diskominfo Jateng)

Ditambahkan, biaya restorasi yang dikenakan tergantung besar-kecilnya garapan. Termasuk konsep interior mobilnya.

“Yang sudah biasanya antara Rp100 juta sampai Rp300 juta. Tergantung seperti apa garapannya. Satu tahun kita hanya bisa garap tiga sampai lima mobil,” tutur Dhading.

Ia berharap para generasi muda dapat menangkap peluang usaha dengan baik. Apalagi ruang promosi sangat terbuka, seperti #lapakganjar.

“Jangan takut berproses, jangan takut mulai. #lapakganjar adalah upaya Pak Ganjar untuk mengembangkan UMKM,” tandas Dhading.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Itur Yuliastik dan wedang bledeg produksinya. (Foto: Humas/beritamagelang)

Plus

Wedang Bledeg, Ramuan Herbal yang Diburu Konsumen Saat Pandemi
Perajin blangkon Subranto kembali berproduksi, setelah setahun berhenti total. Ia berharap pandemi Covid-19 segera usai dan ekonomi keluarga kembali pulih. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Setahun Berhenti Total, Kini Subranto Kembali Bangkit Produksi Blangkon
Contoh prangko crypto. (Foto: InfoPublik.id)

Plus

Transformasi Prangko Digital dan Prangko Crypto
Anak-anak di Desa Nglobo mengekspresikan dukungannya pada atlet Jateng yang berlaga di PON XX Papua dengan menggambar. (Foto: Dokumentasi Sedulur Art Blora)

Plus

Begini Anak-anak Desa Nglobo Dukung Atlet Jateng Berlaga di PON XX Papua
(Foto: MC diskominfo Prov Jatim)

Plus

Jos Gandos! ITS Raih 10 Penghargaan Kompetisi Robotika Internasional
Erwin Dianawati menunjukkan jamu serbuk “Racik Sewu”. (Foto: Humas/beritamagelang)

Plus

Racik Sewu, Inovasi Jamu Gendongan yang Dikemas Kekinian
Launcing Indikasi Geografis Gebyar Batik Nitik DIY bertempat di Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Bantul (23/11/2021). (Foto: Humas Bantul)

Plus

Launching Indikasi Geografis Gebyar Batik Nitik DIY
Kepada Ganjar, Awal menjelaskan, produk yang dibawanya adalah hasil kreasi dari para penyandang disabilitas di Kebumen. (Foto: Humas Jateng)

Plus

Bahagianya Awaludin, Disabilitas yang Kaos Kreasinya Dibeli Ganjar