Home / Panggung

Sabtu, 20 November 2021 - 22:54 WIB

Dorong Ekonomi Kreatif, Pemprov DKI Dukung Jakarta Biennale “Esok”

Jakarta Biennale 2021 diselenggarakan mulai tanggal 21 November 2021 hingga 21 Januari 2022. Beragam karya seni dipamerkan di ruang publik, antara lain Museum Nasional dan Museum Kebangkitan Nasional. (Foto: Instagram @jakartabiennale)

Jakarta Biennale 2021 diselenggarakan mulai tanggal 21 November 2021 hingga 21 Januari 2022. Beragam karya seni dipamerkan di ruang publik, antara lain Museum Nasional dan Museum Kebangkitan Nasional. (Foto: Instagram @jakartabiennale)

NYATANYA.COM, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut mendukung berbagai kegiatan yang mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekosistem ekonomi kreatif.

Dukungan tersebut dilakukan dengan membangun kolaborasi bersama mitra strategis dalam berbagai kegiatan, salah satunya melalui penyelenggaraan event atau kegiatan Jakarta Biennale.

Kegiatan ini menjadi sebuah momentum untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Jakarta terus melaju, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencapai arah yang lebih baik.

Hal ini selaras dengan Peraturan Gubernur Nomor 84 Tahun 2021 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, dan Instruksi Gubernur Nomor 53 Tahun 2021 tentang Dukungan Tahun Internasional Ekonomi Kreatif 2021.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata menuturkan bahwa Jakarta Biennale tahun 2021 bisa menjadi alternatif daya tarik wisata bagi warga Jakarta meski berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Jakarta Biennale mengangkat tema ‘Esok’, bagaimana sejarah dibangun bersama melalui kekuatan seni dan bagaimana praktik seni dapat berbicara lebih jauh tentang masa depan kemanusiaan. ‘Esok’ dibayangkan sebagai sebuah tantangan bagi para seniman untuk mewujudkan visi masing-masing.

“Tantangan ini menyentuh beribu permasalahan kehidupan hari ini: hak asasi manusia, krisis iklim, keberagaman, pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, diskursus kebudayaan, hingga disrupsi digital dan situasi pandemi,” jelas Andhika di Kantor Dinas Parekraf DKI Jakarta, Jakarta Selatan, seperti dikutip dalam rilis PPID DKI Jakarta, Sabtu (20/11/2021).

Baca juga   Diapresiasi Wagub DKI, Jakarta Film Week 2021 Sukses Digelar
RajutKejut merupakan komunitas perajut praktisi bom benang. Berdiri tahun 2014 di Jakarta, proyek pertama mereka membungkus bangku trotoar di depan Museum Nasional dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69. (Foto: Instagram @jakartabiennale)

Andhika menegaskan, Jakarta Biennale yang diselenggarakan pada masa pandemi Covid-19 ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, akan diluncurkan buku program serta materi publikasi lain yang dihadirkan secara digital dengan QR Code untuk diunduh oleh pengunjung. Semua penjaga dan pengunjung pameran wajib menerapkan penjagaan serta pelaksanaan protokol kesehatan.

Sementara itu, Direktur Artistik Jakarta Biennale, Dolorosa Sinaga mengatakan, Jakarta Biennale merupakan sebuah platform pergerakan untuk mengajak banyak pihak maupun komunitas-komunitas di ekosistem ekonomi kreatif berkolaborasi untuk merespons dan terlibat aktif dalam kegiatan Jakarta Biennale ‘Esok’.

Jakarta Biennale 2021 diselenggarakan mulai tanggal 21 November 2021 hingga 21 Januari 2022. Beragam karya seni dipamerkan di ruang publik, antara lain Museum Nasional dan Museum Kebangkitan Nasional.

Sedangkan, instalasi seni dipasang di berbagai titik di Ibu Kota, yaitu Taman Menteng, Cikini, Thamrin-Sudirman, serta Stasiun MRT.

Jakarta Biennale 2021 diikuti lebih dari 40 seniman dari 20 negara. Hal ini membuktikan bahwa penyelanggaraan Jakarta Biennale sangat menarik perhatian seniman-seniman dunia, di antaranya Astari Rasjid (Indonesia), Yori Antar (Indonesia), Che Onejoon (Korea Selatan), Maharani Mancanegara (Indonesia), Rajut Kejut (Indonesia).

Baca juga   Kota Jakarta Masuk dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO
Anusapati adalah seniman patung sekaligus pengajar di Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. (Foto: Instagram @jakartabiennale)

Phaptawan Suwannakudt (Thailand) berkolaborasi dengan Seratan Studio (Indonesia), Rizki Lazuardi (Indonesia), Nadiah Bamadhaj (Malaysia), Erika Tan (Singapura) berkolaborasi dengan Yola Yulfianti & Dans City (Indonesia).

Kemudian Koken Ergun (Turki) berkolaborasi dengan Alit Wedhantara (Indonesia), Rempah Embassy (Indonesia) berkolaborasi Suwe Ora Jamu (Indonesia), Vincent Rumahloine (Indonesia), Anna Dauíková (Slovakia-Czech), Tamarra (Indonesia), Xuân H (Vietnam), Anusapati (Indonesia).

Celia Irina González Álvarez & Yunior Aguiar Perdomo (Kuba) bekerjasama dengan Concrete Contoure Lab (Indonesia), Praneet Soi (India), Miljohn Ruperto (Filipina), Alfiah Rahdini (Indonesia), Dng Mnh Hùng (Vietnam), Ary “Jimged” Sendy (Indonesia), Rania Ho (AS-China).

Kemudian Tan Pin Pin (Singapura), Špela Petri? (Slovenia-Belanda), Futuwonder (Indonesia), Bani Haykal (Singapura), Jeuno Je Kim & Ewa Einhorn (Korea Selatan & Polandia), Jumana Manna (AS), Maha Maamoun (AS) berkolaborasi dengan KUNCI Study Forum & Colllective (Indonesia).

Rajendra Gour (Singapura), Khairani Barokka (Indonesia-Inggris), Song Ta (China), Ines Doujak (Austria) berkolaborasi dengan Komunitas Batik Majalengka, Cecil Mariani & Prakerti (Indonesia), dan Lara Thoms dari Australia.

(*/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Joen Yunus Erlangga. (Foto: dokumen pribadi)

Panggung

Joen Yunus, Kartunis dengan Semangat Nasionalisme yang Tekun Berkarya untuk Pasar Global
Sandiaga Uno berbincang dengan dalang cilik Alby saat berkunjung ke Desa Wisata Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta. (Foto: Dokumentasi Kemenparekraf)

Panggung

Ketika Sandiaga Uno Kagumi Penampilan Dalang Cilik Alby
Pawai pembukaan gelaran Ngayogjazz 2021 "Tetep Ngejazz Lan Waspada". (Foto: Dokumentasi Ngayogjazz 2021)

Panggung

Semangat Ngayogjazz yang Diwariskan Djaduk Ferianto Harus Terus Dihidupi
Putri Nandika. (Foto:dokumentasi pribadi)

Panggung

Putri Nandika Tawarkan Lagu ‘Mimpi Mesra’
Artwork Gerald Situmorang. (Foto:nyatanya.com/Whistle Media Indonesia)

Panggung

Gerald Situmorang Kembali Hadir dengan EP “Saga”
Happy Asmara dan lagu baru 'Tak Warahi Carane' (Foto: Instagram @happy_asmara77)

Panggung

Happy Asmara Curhat Lewat Lagu Baru ‘Tak Warahi Carane’
Salah satu kartun opini karya Gatot Eko Cahyono.(Foto:nyatanya.com/istimewa)

Panggung

Gatot Eko Cahyono, Kartun Sebagai Seni Multifungsi
Via Vallen. Foto: nyatanya.com/Instagram viavallen

Panggung

Via Vallen Curi Perhatian dengan Baju NKRI Harga Mati