Home / News

Rabu, 2 November 2022 - 20:50 WIB

Dorong Partisipasi Warga, Pemkot Yogya Bentuk Forum Komunikasi Kebakaran

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta saat uji operasional hidran kampung di Notoprajan bersama para pihak terkait dan relawan pemadam kebakaran. Foto: Humas Pemkot Yogya

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta saat uji operasional hidran kampung di Notoprajan bersama para pihak terkait dan relawan pemadam kebakaran. Foto: Humas Pemkot Yogya

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebakaran dan Penyelamatan menyiapkan pembentukan Forum Komunikasi Kebakaran (FKK).

Pembentukan FKK tersebut untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan penanganan kebakaran. Ditargetkan pembentukan FKK Kota Yogyakarta dapat terealisasikan pada tahun 2023.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat mengatakan, pembentukan FKK adalah amanah Peraturan Kota Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran.

Melalui forum itu pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan berkolaborasi mencegah dan menanggulangi kebakaran.

“Forum ini basisnya tingkat kota. Bagaimana daerah bisa membentuk forum yang berkolaborasi untuk mendorong kesadaran masyarakat berpartisipasi aktif dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran,” kata Octo ditemui di sela kegiatan Siprotek Award, belum lama ini.

Dia menyatakan, FKK akan berisi berbagai pemangku kepentingan di masyarakat di antaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, kampung, komunitas, kampus dan korporasi.

Baca juga   Polres Sukoharjo Fasilitasi Deklarasi Damai Antar Perguruan Silat

Terutama yang bisa menjadi influencer atau memiliki pengaruh di masyarakat sehingga bisa mendorong kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam mencegah kebakaran di lingkungan masing-masing.

“Target kami Forum Komunikasi Kebakaran bisa dibentuk pada tahun 2023. Dari FKK ini harapan kami bisa menyosialisasikan pentingnya upaya untuk melindungi lingkungan masing-masing dari bahaya kebakaran,” paparnya dikutip dari portal resmi Pemkot Yogya.

Selain itu kolaborasi dalam FKK diharapkan bisa membantu mempercepat waktu respon ketika petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta akan menuju lokasi.

Misalnya ketika sistem proteksi kebakaran di gedung sudah bagus, anggota FKK dari korporasi bisa ikut mencegah dan penanganan kebakaran di lingkungan sekitar.

“Ini yang kita harapkan. Bukan hanya untuk kepentingan gedung (korporasi). Jadi ada semacam tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan untuk membantu pencegahan dan penanggulangan kebakaran di lingkungan sekitar,” tambah Octo.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta melakukan persiapan untuk membentuk FKK dengan berkomunikasi pada daerah yang sudah memiliki FKK.

Baca juga   Masih Banyak Perusahaan Tak Sepenuhnya Jalani Ketentuan PPKM Darurat

Octo menyampaikan pihaknya akan belajar dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta yang telah membentuk FKK.

Menurutnya keberadaan FKK penting bagi Kota Yogyakarta karena wilayah yang tidak luas. Tapi memiliki permukiman padat penduduk dan pusat kegiatan ekonomi sehingga potensi kebakaran tinggi.

Sampai akhir September, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta sudah menangani 42 kejadian kebakaran di dalam kota dan membantu 51 kejadian penanganan kebakaran di luar Kota Yogyakarta.

“Melalui FKK nanti harapannya adalah bagaimana membangun kesadaran bersama untuk berkolaborasi bersama untuk mencegah kebakaran,” tegasnya.

Keberadaan FKK ke depan akan melengkapi Relawan Pemadam Kebakaran yang sudah terbentuk di setiap RW setidaknya 1 personel. Adapun jumlah Relawan Pemadam Kebakaran di Kota Yogyakarta sebanyak 703 orang.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Haryadi Suyuti. Foto: walikota.jogjakota.go.id

News

Ini Sejumlah Dokumen yang Diangkut KPK dari Ruang Wali Kota Yogyakarta, Terkait Kasus Suap Haryadi Suyuti
Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus bertemu Presiden RI Joko Widodo. Foto: BPMI Setpres

News

Dirjen WHO Apresiasi Indonesia dalam Penanganan Pandemi Covid-19
Ilustrasi: nyatanya.com

News

Per 18 Juni 2022, Sembuh Covid-19 Bertambah 523 Orang
Menko Marves, Luhut B Pandjaitan. Foto: Istimewa

News

Indonesia Ajak Dunia Pulih Bersama dan Bangkit Lebih Kuat Lewat KTT G20 Bali

News

Pemkot Yogya Terbitkan Perwal Jam Malam Anak, Butuh Peran Aktif Orang Tua
Foto: nyatanya.com/agoes jumianto

News

Kota Yogyakarta Lakukan Pembatasan Lalu Lintas saat Libur Lebaran
Petugas dinas pariwisata memeriksa suhu peziarah di gerbang masuk Kawasan Wisata Makam Presiden Soekarno di Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (21/9/2021). Pemkot Blitar mulai mengujicoba pembukaan kawasan wisata tersebut dengan penerapan prokes ketat seperti pemeriksaan sertifikat vaksin Covid-19 kepada para pengunjung atau peziarah, hingga pembatasan jumlah peziarah sebanyak 25 orang di dalam kawasan wisata, seiring menurunnya level PPKM di daerah itu menjadi level 2. (ANTARA FOTO/Irfan Anshori/wsj)

News

Kasus Covid-19 Turun Hingga 99 Persen, Menko Marves: Makin Terkendali
Arif Jamali Muis. (Foto: nyatanya.com/istimewa)

News

Kasus Corona Makin Mengkhawatirkan, MCCC DIY: Tarik Rem Darurat