Home / Peristiwa

Sabtu, 17 September 2022 - 23:11 WIB

Dua Pengedar Narkoba Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar Berhasil Ditangkap di Aceh

Barang bukti yang diamankan berupa 163.000 butir pil ekstasi dan 20 bungkus sabu-sabu dengan berat 21.400 gram. Foto: Polres Aceh Utara/Tribratanews

Barang bukti yang diamankan berupa 163.000 butir pil ekstasi dan 20 bungkus sabu-sabu dengan berat 21.400 gram. Foto: Polres Aceh Utara/Tribratanews

NYATANYA.COM, Aceh Utara – Tim Polres Aceh Utara, Provinsi Aceh menangkap dua pengedar narkotika yang ditaksir senilai Rp68 miliar. Barang bukti yang diamankan berupa 163.000 butir pil ekstasi dan 20 bungkus sabu-sabu dengan berat 21.400 gram.

Kedua barang haram itu diyakini berasal dari pengedar internasional lintas Aceh-Thailand-Malaysia.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Riza Faisal, S.I.K., M.M., menyebutkan, para pelaku berinisial BU (30) dan MU (27) warga Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.

“Mereka menjemput barang haram ini ke tengah laut, menggunakan boat dalam istilah nelayan disebut Oskadon ke perairan Malaysia, lalu masuk ke perairan Indonesia dan diturunkan di Pantai Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seuneuddon, Aceh Utara,” jelas AKBP Riza Faisal, S.I.K., M.M seperti dirilis Tribratanews, Sabtu (17/9/2022).

Baca juga   Monumen Pesawat Hawk MK 209-TT0229 di Gerbang Tol Madiun Diresmikan Panglima TNI

Pelaku berencana mengedarkan seluruh barang haram ditaksir Rp68 miliar lebih itu ke seluruh jaringan mereka yang ada di Indonesia.

“Saya tanya ke mereka, berapa jual barang haram itu, kalau sabu-sabu per kilogram Rp 1 miliar. Kalau ekstasi itu satu paket 163.000 senilai Rp48,9 miliar,” jelas AKBP Riza.

Dia mengapresiasi kinerja anak buahnya yang mengendap dan menyelidiki kasus itu sepanjang malam di kawasan pantai. Kedua pelaku mengaku hanya kurir saja. Mereka diupah masing-masing Rp2 juta.

Baca juga   Polisi Lakukan Tes DNA Korban Saksi Kunci Korupsi Pemkot Semarang yang Dimutilasi dan Dibakar

“Pemilik barang ini inisialnya A, kini kita masuk dalam dalam daftar pencarian orang,” tegasnya.

AKBP Riza Faisal, S.I.K., M.M., menjelaskan sabu-sabu itu sempat disimpan pada tiga rumah terpisah oleh kedua pelaku. Polisi berhasil menangkap seluruhnya.

“Atas perbuatan tersebut tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 11 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukum minimal 6 tahun penjara dan maksimal seumur hidup,” tegas Kapolres Aceh Utara. (*)

Share :

Baca Juga

Setiap pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah setidaknya memperoleh bantuan logistik selama 10 hari. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Pelaku ‘Gandeng Gendong’ Cukupi Kebutuhan Permakanan Pasien Isoman Kota Yogya
Koordinator Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Rika Aprianti. (Foto: ANTARA)

Peristiwa

Permenkumham Nomor 7 Tahun 2022 Tidak Hilangkan Syarat Khusus Hak Narapidana

Peristiwa

Koramil Tempel Jadi Sasaran Penipuan Order Nasi Kotak
Polres Magelang menggelar vaksinasi Covid-19 untuk anak di GOR Desa Gumelem Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, Sabtu (29/1/2022). (Foto: beritamagelang)

Peristiwa

Polres Magelang Gelar Vaksinasi Covid-19 Anak di Desa Gumelem Pakis
Bupati Kulon Progo Drs H Sutedjo membuka Festival Agrowisata dan Industri Kreatif yang merupakan wujud dari Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) bekerjasama dengan UAD dan UST. (Foto: MC.Kab.Kulon Progo/humas)

Peristiwa

Bupati Kulon Progo Buka Festival Agrowisata dan Industri Kreatif Jatimoncol
Penutupan ruas jalan pada jam 9 malam sudah dilakukan sejak Rabu (30/6/2021). (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Klaten)

Peristiwa

Satpol PP Lakukan Operasi Yustisi dan Rapid Test Antigen
GM Deddy melepas peserta jalan sehat Kampung Notoyudan. (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Semarakkan HUT ke-77 RI,  1.500 Warga Notoyudan Ikuti Jalan Sehat 
Penandatanganan deklarasi dan launching SMAN 2 Batang sebagai Sekolah Bersinar alias bersih dari narkoba, Selasa (8/2/2022). (Foto: MC Batang)

Peristiwa

SMAN 2 Batang Jadi Sekolah Bersinar, Pelajar Diminta Jadi Agen Perubahan