Home / Panggung

Kamis, 8 Juli 2021 - 12:41 WIB

Edi Dharma, Kartunis Pejuang Kemanusiaan Asal Jambi

Kartun Edi Dharma berjudul Tembak. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Kartun Edi Dharma berjudul Tembak. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

NYATANYA.COM, Jambi – Pemerhati Humor dan kurator seni kartun, Darminto M Sudarmo menyebut Edi Dharma, kartunis pejuang kemanusiaan. Ada benarnya. Pasalnya sepak terjang Edi Dharma selama ini sudah ia buktikan dalam setumpuk karya-karya kartunya yang nyaris mengangkat tema-tema kemanusiaan dan sosial.

Tapi itulah Edi Dharma yang sampai hari ini tak tergoyahkan untuk terus melahirkan karya-karya kemanusiaan. Termasuk dua karyanya yang diikutkan dalam pameran Human Rights in ASEAN – The Cartoonist Perspective di Malaysia secara virtual lewat craftora.com hingga 31 Juli 2021. Masing-masing berjudul Mistake dan Tembak.

Edi Dharma. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

“Dari kecil saya sering nongkrong di kios koran, sering membolak balik surat kabar nasional, dari sinilah saya mengenal karya-karya GM Sudarta, Dwi Koendoro, Koesnan Hoesie, Pramono, Jitet Koestana, komikus Jan Mintaraga dan beberapa kartunis/ komikus lainnya. Semua menginspirasi saya,” kenang Edi Dharma yang lahir di Jambi 21 Februari 1982.

Baca juga   Nella Kharisma Kuat-kuatan Ati dengan Dory Harsa

Menurut pengakuannya, ia suka ngartun sejak usia kanak-kanak, juga suka mengoleksi komik. Itulah yang ‘membakar’ minatnya hingga pada akhirnya memilih profesi sebagai kartunis.

Kartun Edi Dharma berjudul Mistake. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

“Pada awalnya saya cuma mengisi ruang kartun di surat kabar, kemudian menemukan tantangan baru ketika mengikuti lomba, bukan sekadar hadiah tetapi saya bisa mengkampanyekan persoalan kemanusiaan dalam arti dan ruang lingkup yang lebih luas,” terang Edi Dharma.

Baca juga   FKY 2021 "Mereka Rekam" Resmi Dibuka Sri Sultan HB X Secara Daring

Bukti lain adalah deretan apresiasi yang sudah dikoleksinya, baik ditingkat nasional maupun internasional. Juara 2 Kompetisi kartun LPS Ayo Menabung Semarang (2020), Juara 2 Festunesia ‘Anti Hoax’ PAKARTI (2020), Juara 3 Terpilih international cartoon contest Balai Kartun Rossem (BKR) Kelantan Malaysia (2018), Winner of 2rd Place Olive Oil Zaytin Festival Kyrenia – Cyprus (2019), Winner of 1rd First International Rhubarb Cartoon Contest, Transylvania – Romania (2020), dan masih banyak lagi. (N1)

Share :

Baca Juga

Lantaran mengadopsi dari gerakan mengangguk-angguk, kesenian tarian tradisional ini dinamakan tarian Angguk. (Foto: Dokumentasi Puspa Umitama)

Panggung

Mengenal Kesenian Angguk Kulonprogo, Paduan Budaya Jawa, Arab dan Belanda
(Foto: Dokumentasi Prambanan Jazz 2021)

Panggung

Borneo Goes to Prambanan Jazz Virtual Festival 2021

Panggung

FKY 2021 “Mereka Rekam” Digelar Full Daring Mulai 16 September 2021
Jane Shalimar. (Foto:nyatanya.com/Instagram @janeshalimar_1)

Panggung

Setelah Berjuang Melawan Covid-19, Jane Shalimar Meninggal Pagi Tadi
Sound of Borobudur. (Foto: nyatanya.com/media_twc)

Panggung

Sound Of Borobudur-Music Over Nations: Menggali Jejak Persaudaraan Lintas Bangsa Melalui Musik
Prambanan Jazz Virtual Festiva 2021 kembali digelar secara virtual. (Foto: Rajawali Indonesia)

Panggung

Prambanan Jazz Festival 2021, Lagi-lagi Digelar Secara Virtual
The Dance Company. (nyatanya.com/nagaswara)

Panggung

The Dance Company Rilis Single ‘Ayo Kawin!’
Grace dan karyanya berjudul 'Peace'. (Foto: dokumentasi pribadi)

Panggung

Pasangan Perupa Grace dan Dedok, Wakili Indonesia di Pameran Pertukaran Seni Internasional ke-20 Jepang