Home / News

Jumat, 17 September 2021 - 22:23 WIB

Efek PJJ, Sejumlah Siswi SMA Ini Didapati Sudah Tunangan

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat mampir ke SMAN 1 Petungkriyono Pekalongan. (Foto: Humas Jateng)

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat mampir ke SMAN 1 Petungkriyono Pekalongan. (Foto: Humas Jateng)

NYATANYA.COM, Pekalongan – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi solusi yang diambil pemerintah untuk menjamin kelangsungan pendidikan selama masa pandemi Covid-19. Tetapi, di daerah-daerah yang budaya nikah dininya masih kental, PJJ justru dianggap “izin” kelonggaran untuk menikah sambil sekolah.

Fakta tersebut dijumpai Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat mampir ke SMAN 1 Petungkriyono Pekalongan, di sela-sela bersepeda, Kamis (16/9/2021).

Kepala SMAN 1 Petungkriyono Agus Dwi Prodo menyampaikan, di daerah itu, siswi lulus SMP yang akan melanjutkan ke SMA saja sudah banyak yang dilamar. Dia mencontohkan, di sekolah yang dipimpinnya, sudah tiga orang siswi kelas X yang bertunangan. Persoalan itu menjadi tantangan tersendiri.

Baca juga   Bantu Tangani Pasien Isoman, Pemda DIY Rekrut Nakes dari Fakultas Kedokteran

“Orang tua kalau sudah ada yang menanyakan (anaknya), wis ora usah (tidak usah) sekolah. Jadi pikirannya orang tua (PJJ) kayak kejar paket C, sing sekolahe ora saben dina (yang sekolahnya tidak setiap hari). Sing (yang) penting dapat ijazah,” bebernya.

Tantangan ini, lanjutnya, tidak ringan. Sebab, menikah dini di Petungkriyono masih menjadi bagian dari budaya. Di samping itu, sekitar 80 persen orang tua siswa tidak berpendidikan memadai. Untuk menekan pernikahan dini, pihak sekolah sudah berusaha mengedukasi masyarakat.

Wakil Gubernur Taj Yasin menyadari, daerah-daerah di pinggiran dan terpencil memang masih kental dengan budaya nikah dini. Maka, keberadaan sekolah diupayakan dekat dengan masyarakat, agar mudah diakses. Pembelajaran tatap muka pun, saat ini tengah didorong untuk dimulai, dengan catatan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga   Jaga Pasokan Aman, Ganjar Bentuk Satgas Oksigen

“Nah ini (pernikahan dini) memang perlu diperhatikan khusus. Dan mereka harus didorong (kesadarannya),” ujarnya.

Ditambahkan, pemerintah telah berupaya agar jangan sampai ada siswa yang putus sekolah, termasuk dengan alasan menikah dini.

“(Nikah dini) Selain (jadi) putus sekolah, juga berbahaya. Kita lagi kampanye untuk ‘Jo Kawin Bocah‘. Kita dorong itu,” pungkas dia. (*)

Share :

Baca Juga

(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Terus Melonjak, Kasus Positif Covid-19 di DIY Tambah 2.667 Orang
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Percepat Tangani Corona, Tracing Digital ‘Silacak’ Bakal Diterapkan di DIY
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid. (Foto: Diskominfo Pekalongan)

News

Turun Level 2, Pemulihan Ekonomi Jadi Fokus Pemkot Pekalongan
Kabupaten Wonosobo dipilih jadi wilayah percontohan program food estate hortikultura, sebuah program budidaya tanaman hortikultura dengan konsep pertanian sebagai sistem industrial, berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, modal, organisasi, dan manajemen modern. (Foto: Diskominfo Wonosobo)

News

Jaga Stabilitas Harga Produk Pertanian, Wonosobo Kembangkan “Food Estate”
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat meninjau vaksinasi Covid-19 untuk Brajamusti suporter PSIM di XT Square. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Oktober 2021, Pemkot Yogya Tuntaskan Vaksinasi Covid-19
Presiden Joko Widodo secara resmi meluncurkan fondasi baru berupa nilai-nilai dasar bagi Aparatur Sipil Negara. (Foto:nyatanya.com/Biro Pers Sekretariat Presiden)

News

‘Bangga Melayani Bangsa’, Ini Branding Baru ASN yang Diluncurkan Presiden
Presiden Joko Widodo melantik dan mengambil sumpah jabatan Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/10/2021). (Foto: BPMI)

News

Presiden Jokowi Melantik Dewan Pengarah BRIN
Di tengah masyarakat berat jalani hidup di tengan pandemi, Pemkot Yogyakarta kembali menghapus sanksi denda tunggakan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. (Ilustrasigrafis: Pemkot Yogya

News

Asyiiik! Pemkot Yogya Hapus Sanksi Denda Tunggakan PBB