Home / Peristiwa

Sabtu, 19 Februari 2022 - 09:57 WIB

Eksekusi Terpidana Mati Mary Jane Masih Menunggu Putusan Hukum di Filipina

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej. (Foto: Kemenkumham)

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej. (Foto: Kemenkumham)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan, eksekusi terhadap terpidana mati kasus narkoba asal Filipina Mary Jane Fiesta Veloso masih menunggu putusan hukum di Filipina.

Hal tersebut disampaikan Wamenkumham melalui keterangan tertulis, usai mengunjungi Lapas Kelas II A Wirogunan, Kota Yogyakarta, Jumat (18/2/2022).

“Kita menunggu putusan di Filipina seperti apa,” kata wamenkumham.

Pemerintah Indonesia, kata wemenkumham, belum dapat melanjutkan eksekusi tersebut sebelum ada putusan terkait dengan perkara Mary Jane di Filipina putus.

“Kalau Filipina ‘kan kita tidak punya otoritas untuk memaksa-maksa mereka harus cepat memutus perkara itu,” kata wamenkumham.

Baca juga   Hari Ini, Siswa SMA Stella Duce 2 Yogya Gelar Pementasan Tablo Drama Kisah Sengsara Yesus

Saat mengunjungi Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta di Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (17/2/2022), wamenkumham sempat menemui Mary Jane.

“Betul sempat ketemu Mary Jane,” ucapnya.

Menurut wamenkumham, besar kemungkinan putusan hukum mengenai kasus di Filipina nantinya bakal dimanfaatkan kuasa hukum Mary Jane untuk mengajukan peninjauan kembali (PK).

“Putusan di Filipina itu pasti akan digunakan oleh kuasa hukumnya untuk mengajukan peninjauan kembali,” ujar wamenkumham.

Sebelumnya, pada April 2010, Mary Jane ditangkap di Bandara Internasional Adi Sutjipto Yogyakarta karena tertangkap tangan membawa 2,6 kilogram heroin.

Baca juga   Wabup Sleman Dukung Pemanfaatan Teknologi untuk Kembangkan Pertanian

Selanjutnya, pada Oktober 2010, Mary Jane divonis mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sleman, Yogyakarta.

Presiden RI Joko Widodo juga menolak permohonan grasi yang diajukan Mary Jane pada 2014.

Saat akan menjalani eksekusi mati bersama delapan terpidana kasus narkoba di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, 29 April 2015, Mary Jane urung diekseskusi dan dikembalikan ke Lapas Yogyakarta, menyusul adanya permohonan dari otoritas Filipina terkait dengan pengakuan Maria Kristina bahwa Mary Jane diduga menjadi korban perdagangan manusia.

(N1)

Share :

Baca Juga

Ponpes Darul Abror panen perdana demplot uji coba tanaman melon dengan metode green house. (Foto: Diskominfo Kabupaten Boyolali)

Peristiwa

Ponpes Darul Abror Boyolali Panen Perdana Demplot Tanaman Melon
Penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan ke ahli waris guru IGTKI asal Jenawi. (Foto: istimewa

Peristiwa

APBD Karanganyar Tanggung Premi Asuransi 2 Ribu Guru PAUD-TK
Pelapos Basilius Agung Daru Wibowo dan Iptu Lili saat jumpa pers yang digelar di RM Pring Sewu, Jumat (4/2/2022). (Foto: Agoes Jumianto)

Peristiwa

Korban Penganiayaan Basilius Agung Kecewa, Kapolres dan Kasat Reskrim Tak Hadiri Jumpa Pers
Barang bukti 35 Jerigen berisi 735 liter miras yang diangkut dalam kendaraan Pick Up bak terbuka diamankan petugas. (Foto: MC Kab.Blora/Teguh)

Peristiwa

Polres Blora Amankan Pengedar Miras Arak Jawa
Seorang peziarah makam Syeh Bela Belu di Parangtritis, Kretek, Bantul meninggal dunia, Minggu (28/8/2022). Foto: @poldajogja

Peristiwa

Diduga Kelelahan, Peziarah Makam Syeh Bela Belu Asal Temanggung Meninggal Dunia
Selain melantik pengurus baru KUB Bener, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Drs Heroe Poerwadi MA juga meresmikan mobil ambulans milik KUB Bener. (Foto: Dokumentasi KUB Bener)

Peristiwa

Wawali Lantik Pengurus Baru Forum Kerukunan Umat Beragama Kelurahan Bener
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi melakukan panen sayur di kebun Loh Jinawi Tegalrejo pada Kamis (21/10/2021). (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Panen Sayur Loh Jinawi Penuhi Gizi Balita Cegah Stunting
Pemkab Pekalongan mendistribusikan paket bantuan budidaya lele melalui program laboratorium kemiskinan. (Foto: Dinkominfo Kabupaten Pekalongan)

Peristiwa

Budidaya Lele Jadi Pilihan Program Laboratorium Kemiskinan