Home / Gayahidup

Selasa, 3 Agustus 2021 - 13:41 WIB

Ekulator, Jasa Penyambung Tanaman yang Laris Job di Musim Kemarau

Jasa okulator atau penyambung tanaman di Kajoran Kabupaten Magelang laris di musim kemarau. (Foto: Humas/beritamagelang)

Jasa okulator atau penyambung tanaman di Kajoran Kabupaten Magelang laris di musim kemarau. (Foto: Humas/beritamagelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Di antara musim kemarau dan pandemi Covid-19, ada berkah bagi para penghitung atau jasa gunting cabang alias ekulator, untuk menghasilkan varietas baru pada tanaman.

Petani dengan keterampilan langka ini hanya terdapat di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di kawasan Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.

Dengan pisau kecil yang dalam bahasa lokal disebut pemes dan selembar plastik es kecil panjang, mereka akan memulai aktivitasnya di pagi hari sebelum matahari bersinar sempurna.

“Pemes ini khusus hanya untuk nempel saja. Tidak untuk lainnya,” kata Saroji seraya memastikan ketajaman senjata andalannya itu.

Ia merupakan salah satu okulator Sumbing yang sudah menekuni kerja itu sejak usia belasan. Ia biasa bekerja bersama 3-7 orang, tergantung jumlah pohon yang akan disilangkan.

Baca juga   Virgo, Perasaan Santaimu Akan Mempengaruhi Lingkungan Sekitar

Pria berusia 30 tahun ini menceritakan berkat pengalaman menyilangkan tanaman itu dirinya memiliki penghasilan setiap hari. Untuk ongkos jasa Saroji mendapat Rp2500 per dahan yang disambung.

“Minimal dapat bayaran 100 ribu setiap kerja,” ujarnya.

Penuh cekatan, para okulator ini memotong entres (dahan yang akan disambungkan) dan mengupas sedikit kulit dahan tanaman yang akan disambung. Okulasi (budding) atau penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sehingga menjadi satu kesatuan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas buah dan tanaman.

Okulator lain, Kirno mengungkapkan bukan perkara mudah dalam melakukan okulasi jika tidak tepat waktu, titik dahan dan sterilnya maka hasil penyilangan akan gagal tumbuh.

Baca juga   Terus Meningkat, Pasien Sembuh Covid-19 di Magelang Tambah 348 Orang

“Kalau bisa jangan terkena air. Makanya bagusnya saat kemarau,” jelas Kirno.

Ditambahkan Kirno, wilayah Kecamatan Kajoran memang terkenal akan potensi produk aneka bibitan tanaman yang dijual secara online ke berbagai daerah. Karena dijual online itu maka pada masa pandemi tidak berpengaruh terhadap transaksi bibit warga Kajoran.

Dari kegiatan pembibitan, lahirlah keahlian menyambung tanaman.

Kirno mengatakan, karena rawan air, pada musim kemarau, keterampilan berhitung akan dijual dan digunakan oleh pengumpul atau penanam tanaman di daerah tersebut.

“Pandemi dan bertepatan dengan musim kemarau, kami semakin disibukkan dengan banyaknya pesanan sambung tanaman. Penghasilan bisa Rp100 ribu lebih,” kata Kirno sambil tersenyum. (*)

Share :

Baca Juga

Headlight High Beam alias lampu jauh. (Foto: wuling.id)

Gayahidup

Kenali Jenis Lampu Mobil dan Fungsinya

Gayahidup

Leo, Hari Ini Keberuntunganmu Bakal Meningkat
Kompetisi “City Hatch Art”. (Foto:nyatanya.com/honda-indonesia)

Gayahidup

Honda Gelar Kompetisi Desain Virtual “City Hatch Art”

Gayahidup

Capricorn, Jangan Longgarkan Semangatmu dan Lakukan yang Terbaik
Light Emitting Diodes. (Foto: wuling.id)

Gayahidup

Memilih Jenis Lampu Mobil Paling Terang

Gayahidup

Leo, Peruntunganmu Stabil Dilevel Tertinggi

Gayahidup

Aquarius Akan Merasa Terisolasi, Kendalikan Emosimu

Gayahidup

Aries, Hari Ini Kamu Akan Menjadi Naif dari Biasanya