Home / News

Minggu, 11 Juli 2021 - 02:59 WIB

Etik Suryani Ajak Warga Sukoharjo di Rumah Saja

Hj Etik Suryani SE MM. (Foto:nyatanya.com/Humas Sukoharjo)

Hj Etik Suryani SE MM. (Foto:nyatanya.com/Humas Sukoharjo)

NYATANYA.COM, Sukoharjo – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM mengeluarkan SE Nomor 400/2124/2021 tentang Gerakan Sukoharjo di Rumah Saja. Gerakan Sukoharjo Dirumah Saja dilakukan serentak pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 10-11 Juli 2021 dan tanggal 17-18 Juli 2021. Gerakan tersebut dalam upaya peningkatan kedisiplinan dan pengetatan protokol kesehatan selama PPKM Darurat.

Dalam SE tersebut, selama periode tersebut masyarakat Sukoharjo tinggal di rumah/kediaman/tempat tinggal dan tidak melakukan aktivits di luar rumah. Gerakan tersebut dilakukan oleh semua komponen masyarakat kecuali unsur terkait kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi terutama sembako untuk masyarakat.

Baca juga   Makin Tingginya Kasus Covid-19, Tempat Keramaian di Yogya Tutup

Hal itu termasuk distribusi untuk ternak/hewan peliharaan, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis, konstruksi, utilitas dasar (listrik air dan pengelolaan sampah. SE juga mengatur kepala dinas hingga lurah/kades untuk melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan Gerakan Sukoharjo di Rumah Saja.

Untuk mempercepat peningkatan efektivitas pelaksanaannya, camat dan kades/lurah agar berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Juga dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, instansi vertikal, asosiasi usaha dan pihak terkait lainnya. Kodim dan Polres Sukoharjo diminta mendukung pelaksanaan peningkatan kedisiplinan dan pengetatan prokes pada pelaksanaan gerakan tersebut.

Baca juga   Jelang Idul Adha, Stok Pangan Dipastikan Aman

“SE sebagai tindaklanjut Instruksi Bupati sebelumnya tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Sukoharjo dalam rangka percepatan pencegahan dan memutus mata rantai corona,” terang Etik Suryani.(*)

Share :

Baca Juga

(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Pemda DIY Terus Maksimalkan Fasilitas Penanganan Pasien Covid-19
Relawan pemulasaran jenazah Covid-19 Klaten kewalahan. (Foto: nyatanya.com/Diskominfo Klaten)

News

Relawan Kewalahan, Sehari Tangani 27 Lokasi Pemakaman Jenazah Corona
Jalan Margo Utomo Yogyakarta yang biasane ramai, sekarang mulai disekat untuk untuk mengurangi mobilitas warga. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

News

Positif Covid-19 di DIY Tambah 1.386 Kasus, Sembuh 779 Orang
Pesan berantai yang dipastikan hoaks itu. (nyatanya.com/Diskominfo DIY)

News

Kemenkes Tegaskan Kabar yang Sebut WHO Tetapkan R1 A1 High Risk Covid 19 Adalah Hoaks
ilustrasi:nyatanya.com

News

Pasien Sembuh Covid-19 di Magelang Tambah 165 Orang
(Ilustrasi/nyatanya.com)

News

Kembali Rekor, Positif Covid-19 DIY 675 Kasus
Perayaan Waisak di Candi Borobudur. Foto: nyatanya.com/ Humas Pemprov Jateng

News

Masih Pandemi, Perayaan Waisak 2021 di Borobudur Ditiadakan
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa saat pengukuhan kader Pancasila. Foto: nyatanya.com/Humas Sleman

News

30 Kader di Sleman Diharapkan Hidupkan Pancasila di Masyarakat