Home / Panggung

Selasa, 30 November 2021 - 19:48 WIB

Festival Payung Indonesia Digelar di Balekambang Solo 3-5 Desember 2021

(Foto: Instagram festival payung Indonesia)

(Foto: Instagram festival payung Indonesia)

NYATANYA.COM, Surakarta – Kata payung tentu tak asing di telinga kita. Benda ini kerap kita jadikan alat pelindung kala hujan maupun panas. Tapi kini payung tak hanya untuk keperluan itu.

Sejak 2014 lalu, Kementerian Pariwisata menggelar festival payung. Sejak saat itu, acara ini menjadi agenda rutin tahunan yang menarik diapresiasi dan dikunjungi.

Pada tahun ini, meski situasi masih pandemi, festival payung kembali digelar. Rencananya acara itu bakal diadakan pada 3-5 Desember 2021 di Taman Balekambang Solo, Jawa Tengah.

Taman seluas 9,8 hektare itu dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII pada 1921 untuk kedua putrinya, GRAy Partini dan GRAy Partinah. Ada kolam besar dan dua patung putri ini yang melambangkan kedua puteri raja itu.

Kali ini panitia akan mengangkat tema “this too, shall pass” (yang inipun, akan berlalu). Melalui tema ini kita semua diajak untuk tetap optimis di tengah masa pandemi. Pandemi akan berlalu dan menjadi suatu peluang.

Baca juga   Disiapkan Anggaran Rp170 Miliar, Revitalisasi Pasar Jongke Solo Masuki DED

Karena masih pandemi, festival payung akan dilaksanakan secara hybrid dan pengunjung yang datang akan dibatasi.

Muasal Festival

Penyelenggaraan festival ini berawal dari lesunya industri kerajinan payung tradisional di beberapa daerah di Indonesia. Harapannya dengan diangkat menjadi festival, industri kerajinan payung bisa kembali bangkit. Pelakunya pun diharapkan bisa mengembangkan ruang kreatif baru.

Festival payung pertama digelar di Taman Balekambang pada 2015 dengan mengusung tema “Payung Lahir Kembali dalam Kebaruan Artistik Visual,”. Saat itu festival diikuti oleh 13 daerah. Ada juga peserta dari Thailand, Tiongkok, dan Jepang.

Pada 2016, festival kembali digelar untuk ketiga kalinya di Taman Balekambang. Dengan pasar payung sebagai agenda utamanya.

Berbeda dengan festival sebelumnya, pada tahun ini festival memiliki sejumlah rangkaian kegiatan di antaranya karnaval Payung, Pentas Tari Payung, Solo Dance Festival, Fashion Show Payung, Workshop dan Melukis Payung, Pameran dan Lomba Foto, Sarasehan dan Refleksi, dan Workshop Wordl Culture Forum.

Baca juga   Terus Gencarkan Vaksinasi, Gibran Berharap Sektor Pariwisata Segera Pulih

Pada tahun ketiga sejumlah negara sahabat juga turut meramaikan. Ada Jepang, Thailand, Kamboja, Tiongkok dan beberapa negara sahabat lainnya.

Berbeda dengan tiga kali festival sebelumnya, pada 2017 festival digelar di Puro Mangkunegaran, Solo. Pada festival kali ini negara sababat yang ikut hanya Thailand.

Tema yang diusung pada festival payung 2017 adalah “Sepayung Indonesia”. Tema itu bertujuan untuk mendorong persahabatan dan perdamaian dalam keberagaman yang ada di Indonesia, yang akhir-akhir ini sedang mengalami banyak ancaman.

Tak hanya diisi dengan pameran ratusan payung, festival juga diramaikan dengan workshop menghias payung. Juga ada fashion show kain lurik dan payung dari berbagai daerah di Indonesia, pentas seni tari dai para maestro tari di Indonesia seperti Didik Nini Thowok, Ayu Bulantrisna Djelantik.

(*/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Foto: Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO

Panggung

Jika Mau Usulkan Semua WBTB ke UNESCO, Indonesia Butuh Waktu Sekitar 3 Ribu Tahun
Pameran museum dengan kegiatan Jogja Museum Expo (JME) secara resmi dibuka, Kamis (12/8/2021). (Foto: dokumentasi JME)

Panggung

Yuk, Nonton Jogja Museum Expo dengan Teknologi 360
Artwork Semoga. Foto: Agib Tanjung

Panggung

Atmojo, Sisi Baru Kakung Triadmojo Rilis Lagu Baru “Semoga”
Foto: Kemendikbudristek

Panggung

29 Pelaku Seni dan Budaya Terima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2022, 3 dari Yogya Salah Satunya Heri Pemad
Denny Caknan dan Happy Asmara. Foto: nyatanya.com/IG happy_asmara77

Panggung

Happy Asmara Ternyata Lupa Tanggal Jadiannya dengan Denny Caknan
Karya Albert Yonathan Setyawan, Cosmic Labyrinth: A Silent Pathway, 2012-2013, terracotta, 1000 × 1000 × 30 cm (1628 pcs). Foto: Dok Mizuma

Panggung

Seniman Keramik Kontemporer Albert Yonathan Setyawan Pameran Tunggal ‘Capturing Silence’ di JNM
Malam peanugerahan pemenang lomba film pendek dan foto yang digelar di Pendapa Kabupaten Klaten, Selasa (27/10/2021) malam. (Foto:Diskominfo Klaten)

Panggung

“Agen Rahasia” Raih Juara Film Pendek Stop Cukai Rokok Ilegal 2021
Sanggar seni jaranan Sentherewe dan tari Kenya Mayangkara Yogyakarta. Foto: Ist/FB Wasono Polda

Panggung

Pentas Jathilan Yogya Kembali Bergairah, Ini 20 Jadwal untuk Hari Ini dan Besok Lur