Home / Peristiwa

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 10:59 WIB

Ganjar Ziarah ke Makam Soegiarin, Jurnalis yang Viralkan Kemerdekaan Indonesia

Ganjar Pranowo mengunjungi makam jurnalis yang menyebarkan kabar kemerdekaan Indonesia kepada dunia dengan sandi morse. (Foto: Humas Jateng)

Ganjar Pranowo mengunjungi makam jurnalis yang menyebarkan kabar kemerdekaan Indonesia kepada dunia dengan sandi morse. (Foto: Humas Jateng)

NYATANYA.COM, Semarang – Seorang kakek berpakaian rapi berdiri di kompleks tempat pemakaman umum Bergota Semarang, Sabtu (14/8/2021) pagi. Namanya Soegiarno, usianya sudah menginjak 92 tahun. Di bawah tempatnya berdiri, terdapat sejumlah makam sederhana, layaknya makam masyarakat pada umumnya.

Di makam itu ternyata bersemayam seorang tokoh penting bagi kemerdekaan Republik Indonesia. Dia adalah kakak kandung Soegiarno. Namanya Soegiarin, tokoh yang tak banyak dikenal publik. Seorang jurnalis di masa penjajahan, yang menyebarkan berita kemerdekaan Republik Indonesia menggunakan morse ke seluruh dunia.

Pagi itu Soegiarno tak datang khusus untuk mengunjungi makam kakaknya. Tapi, ia juga menunggu tamu penting yang juga punya maksud yang sama. Dia adalah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Bersama komunitas Photocycling, pewarta foto yang hobi gowes di Semarang, Ganjar ingin berziarah ke makam Soegiarin dan berdoa di sana.

Suasana haru namun penuh semangat terlihat saat Ganjar bertemu Soegiarno di makam Soegiarin. Setelah prosesi tabur bunga dan doa bersama, Soegiarno menceritakan kisah heroik kakaknya itu selama penjajahan. Menurut Soegiarno, kakaknya adalah jurnalis yang bekerja di Domei (sekarang jadi kantor berita Antara) milik Belanda.

“Kakak saya ini diperintah untuk menyelinap di kantor Domei dan menyiarkan kemerdekaan ke seluruh dunia. Waktu itu tidak mudah, karena Domei dijaga ketat oleh pasukan Jepang. Dan kita patut berbangga, karena kakak saya yang orang Jawa Tengah berhasil menyiarkan kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia,” jelasnya sambil terbata.

Baca juga   Selamat! Nella Kharisma 'Babaran' Anak Pertama dengan Dory Harsa

Soegiarno juga mengaku bangga, dengan kedatangan Ganjar bersama anak-anak muda lainnya. Ia sangat senang, melihat para generasi muda bangsa sangat menghormati dan menghargai para pahlawan.

“Saya tidak menyangka, dan merasa sangat berbesar hati atas kedatangan Pak Ganjar dan teman-teman ke makam kakak saya ini. Saya senang, karena generasi penerus masih mengingat perjuangan kita waktu itu. Hebat sekali,” ucapnya.

Soegiarno juga berpesan pada generasi penerus bangsa untuk terus menjaga persatuan. Menurutnya, negara yang hebat bukan negara yang ekonomi atau senjatanya kuat, namun negara yang hebat adalah negara yang seluruh rakyatnya bersatu.

“Yang penting itu persatuan. Untung sekali negara kita masih tercengkram Pancasila, jadi semua bersatu. Hanya Pancasila, nggak ada yang lain. Semoga kita semua diberi kesehatan untuk menyaksikan kejayaan bangsa ini,” ujarnya.

Ganjar sendiri mengatakan, Soegiarin adalah tokoh penting dalam kemerdekaan. Kalau tidak ada Soegiarin, mungkin proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tidak banyak orang tahu.

“Kalau zaman sekarang, beliau inilah yang memviralkan kemerdekaan Indonesia. Saya tidak membayangkan, kalau waktu itu tidak diviralkan, mungkin dunia tidak tahu bahwa Indonesia sudah merdeka atau belum,” kata Ganjar.

Baca juga   Temanggung Gelar Vaksinasi Serentak Tahap 2

Kisah Soegiarin lanjut Ganjar sangat heroik. Waktu itu, ia diperintahkan oleh pimpinannya yakni Adam Malik untuk menyelinap di kantor Domei, dan menyiarkan proklamasi kemerdekaan menggunakan mesin morse.

“Waktu itu tidak mudah. Dia harus menyelinap dari pasukan Jepang, menyiapkan mesin morse, dan mengirimkan berita proklamasi dengan morse ke kantor-kantor berita di seluruh dunia. Hari ini saya ke makam beliau, ketemu dengan keluarganya dan kita berikan penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasanya,” ucapnya.

Ganjar mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati jasa para pahlawan. Banyak pahlawan yang telah berperan bagi kemerdekaan Indonesia, termasuk Soegiarin, tokoh yang dalam sejarah tidak banyak orang mengetahui.

“Harapannya publik jadi tahu, bahwa banyak orang-orang yang berjuang bagi kemerdekaan sesuai bidangnya termasuk pak Soegiarin ini. Kita harus menghormati dan menghargai jasa-jasa mereka, karena berkat mereka kita bisa menikmati kemerdekaan seperti ini,” tandas Ganjar.

Sementara itu, Ketua Komunitas Photocycling, Chandra Adi Nugroho mengatakan, peran Soegiarin bagi kemerdekaan Indonesia sangat besar. Di buku sejarah, nama Soegiarin tercatat sebagai salah satu pihak yang memiliki peranan penting.

“Namun banyak orang yang belum tahu kisah perjuangannya, kondisi makamnya saja seperti ini, sangat sederhana. Untuk itu kami para pewarta ini mengangkat kisah Soegiarin, agar sosoknya lebih dikenal dan mungkin ada pengakuan,” ucapnya.  (*)

Share :

Baca Juga

Baznas terus menggencarkan program 'Kita Jaga Kyai' dengan melakukan vaksinasi bagi kyai dan santri. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Peristiwa

Baznas Gelar Vaksinasi Bagi Kyai dan Santri
Ganjar Pranowo ikut hadir untuk menyerahkan secara simbolis bantuan sosial tunai yang diselenggarakan Dinas Sosial Provinsi Jateng, di Kantor Pos Semarang. (Foto: Humas Jateng)

Peristiwa

Serahkan BST, Ganjar: Gunakan Model Gotong Royong Insyaallah Semua Dapat
Satgas Covid-19 Baturraden bubarkan kerumunan di hari pertama PPKM Darurat. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Patroli PPKM Darurat, Satgas Covid-19 Baturraden Bubarkan Keramaian
Aparat gabungan wilayah Kecamatan Gatak menggelar patroli menyapa warga masyarakat, memberikan imbauan, edukasi dan sosialisasi Prokes. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkab Sukoharjo)

Peristiwa

Aparat Gabungan Gatak Tak Henti Patroli Prokes
Para tenaga medis memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 di Kota Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Peristiwa

Tambahan Tenaga Medis Bantu Percepat Vaksinasi di Yogya
Ganjar Pranowo berdialog dengan salah satu petani yang kembali memperoleh hak atas tanahnya. (Foto:Humas Jateng)

Peristiwa

Setelah Berjuang 21 Tahun, Petani Ungaran Akhirnya Mendapatkan Hak Tanah
Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto rapat koordinasi penanganan Covid-19. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Grobogan Kembali Terapkan Sehari di Rumah Saja
Bupati H. Sunaryanta meninjau paviliun Wanagama. (Foto:nyatanya.com/Humas Gunungkidul)

Peristiwa

Wanagama Kembali Digunakan untuk Karantina Pasien Covid-19