Home / Panggung

Jumat, 23 Juli 2021 - 13:53 WIB

Gatot Eko Cahyono, Kartun Sebagai Seni Multifungsi

Salah satu kartun opini karya Gatot Eko Cahyono.(Foto:nyatanya.com/istimewa)

Salah satu kartun opini karya Gatot Eko Cahyono.(Foto:nyatanya.com/istimewa)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Membaca masalah seni kartun, kita selalu tertuju pada sosok atau figur gambar-gambar yang mengandung kelucuan, karena proses ciptanya melalui sebuah deformasi bentuk, hingga bisa menjadi lucu. Seni kartun adalah seni multifungsi dilihat dari segi kegunaannya.

Demikian dijelaskan Gatot Eko Cahyono, mantan kartunis Harian Sore Suara Pembaruan yang kini mukim di Kasongan, Bantul, Yogyakarta, Jumat (23/7/2021)

Lebih lanjut Gatot, Kartun opini (editorial cartoon) adalah jenis seni kartun yang bisa untuk menuangkan gagasan, pesan atau opini, dalam bentuk gambar yang mengandung satire dan kelucuan/humor. Karya kartun jenis ini termasuk dalam kategori karya jurnalistik, karena berupa tajuk rencana dalam bentuk gambar.

Gatot Eko Cahyono. (Foto:nyatanya.com/dok.pribadi)

“Biasanya merespon atau menyoroti fenomena kepincangan sosial, politik, ekonomi dll, sehingga fungsinya sebagai kritik sosial di media. Komik strip dalam bentuk kartun, selain kelucuan gambarnya, juga bisa mengandung pesan sindiran dan humor. Seperti kartun strip Panji Koming karya Dwi Koendoro, Timun karya T Riadi, atau karya Benny dan Mice dan lain-lain,” papar Gatot yang kini aktif berkesenian di Kampoeng Semar, Borobudur, Magelang.

Kartun dalam bentuk ilustrasi dalam buku anak, atau pun dewasa, juga bisa berfungsi sebagai penghantar memperjelas cerita. Atau ilustrasi dalam bentuk kartun merupakan salah satu bagian dari disain grafis sebuah media cetak/online , bisa menjadi penunjuk arah yang cerdas untuk memahami materi berita dalam infografis secara singkat dan padat sekaligus digarap menarik, indah dan artistik.

Baca juga   I Made Arya Dwita Dedok, Lahirkan Lukisan Magelang in Love di Hari Jadinya

Seni kartun juga bisa sebagai sebuah karya merchendise/cenderamata yang unik dan menarik. Produk kaos-kaos oblong dengan sablonan disain kartun sudah lama banyak dibuat dan dijual, namun disain dan kemasan yang menariklah yang akan dilirik dan dibeli orang. Juga gantungan-gantungan kunci, stiker dll.

Seni kartun akan menjadi sebuah karya menarik, kalau dibuat secara baik, kreatif, ada terobosan kekinian, ada standart mutual yang dijamin, ada marketing, ada pasar.

“Seni kartun juga bisa menjadi sebuah entertin yang sangat handal dan strategis. Bahkan dari segi komersial bisa laris manis, misalnya karya film kartun/animasi , di mana negara kita ini bisa dikatakan sangat tertinggal jauh dibanding dengan Jepang, Korea Selatan, apalagi Amerika,” imbuh Gatot.

Dipaparkan Gatot, mulai tahun 2005 di Indonesia sudah mulai ada geliat seni animasi bahkan ada yang diangkat ke layar lebar, seperti film si Juki yang diangkat dari komik kartun. Bahkan seni wayang kartun pun ada, ingat Susan boneka-nya Ria Enes? Atau boneka si Tongki-nya Gatot?

Baca juga   Ekspressionisme Ala Chryshnanda Dwilaksana

Atau juga wayang-wayang kartunnya Bagong Soebardjo, juga boneka kartunal si Unyil karya pak Raden yang sangat popular di mata anak-anak pada tahun 1980 an. Bahkan rubrik kartun humor lepas di media yang semakin pada tutup rubrikasinya.

Salah satu kartun opini karya Gatot Eko Cahyono.(Foto:nyatanya.com/istimewa)
Salah satu kartun opini karya Gatot Eko Cahyono.(Foto:nyatanya.com/istimewa)

“Sekarang yang masih ada di koran Jawa Pos, dengan honor yang paling tinggi malah. Kartun-kartun lepas ini sangat lucu-lucu bisa sebagai “oase” rehat sejenak untuk tertawa, tersenyum di sela kepenatan hidup sehari-hari,” beber Gatot saat bincang santai bersama nyatanya.com.

Banyak sebetulnya produk-produk seni kartun yang menarik. Maka seni kartun itu sangat multifungsi banget, tergantung bagaimana kreatifitas membuatnya, mengemasnya menjadi sebuah karya yang menarik, indah, disukai masyarakat bahkan laku dijual.

“Hal ini tentu menyangkut tingkat kecerdasan si senimannya dan tim yang bersangkutan, juga sasaran pasar yang dituju. saya ambilkan pernyataan dari salah satu maestro kartun Indonesia, GM Sudarta (1945-2018) bahwa, Kartun itu bukan mendobrak, bukan melawan, bukan berevolusi, tapi lebih membawa misi perbaikan,” pungkas Gatot yang langganan menjadi juri Adinegoro Award PWI dalam peringatan Hari Pers Nasional. (N1)

Share :

Baca Juga

Gubernur DIY foto bersama para penerima penghargaan. (Foto: Humas Pemda DIY)

Panggung

10 Anak Berprestasi Seni dan Budaya Terima Penghargaan
Hanung Bramantyo. (Foto:nyatanya.com/Instagram @hanungbramantyo)

Panggung

Hanung Bramantyo Positif Covid-19
Elsa Mayora. (Foto: dokumentasi pribadi)

Panggung

Elsa Mayora dan Totalitas Menyanyi Dangdut
Penyanyi Sony Pradita dengan single baru Lepaskan. (Foto:nyatanya.com/YouTube Aoma Record Indonesia)

Panggung

Anton Obama Ciptakan Lagu ‘Lepaskan’ untuk Sony Pradita
Kartun Faisal UA berjudul "Operasi 17-an" menjadi Juara 1 pilihan Juri. (Foto: Dok Pakarti)

Panggung

Ini Dia Pemenang Lomba Kartun Pakarti “Merdeka Guyonan, Guyonan Merdeka”
Topeng Kekasih, komedi Jedink Production. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Panggung

Usung Lakon Topeng Kekasih, Komedi Jedink Masuki Episode 34
Gendhis Geona Madaharsa. (Foto: Instagram @nellakharisma)

Panggung

Anak Pertama Nella Kharisma Diberi Nama “Gendhis Geona Madaharsa”
Penyerahan sembako kepada warga sekitar Radio Geronimo. Foto: nyatanya.com/Dokumentasi Geronimo

Panggung

50 Tahun Radio Geronimo, Optimistis dengan Perubahan Zaman