Home / News

Rabu, 26 Mei 2021 - 14:53 WIB

Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Ngaglik, Andika Pandu Ajak Warga Menjaga Persatuan dan Kesatuan

Andika Pandu Puragabaya Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Gerindra sosialisasikan 4 Pilar.  FOTO : nyatanya.com/istimewa
.

Andika Pandu Puragabaya Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Gerindra sosialisasikan 4 Pilar. FOTO : nyatanya.com/istimewa .

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Anggota Komisi I DPR RI dari fraksi Gerindra, Andika Pandu Puragabaya, Rabu (26/5/2021) kembali melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kecamatan Ngaglik, Sleman. Sosialisasi Empat Pilar kebangsaan tersebut dihadiri peserta secara terbatas mengingat masih dalam masa pandemi covid-19. Tampak hadir dalam kegiatan itu warga Ngalik, kaum milenial dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, Andika Pandu Puragabaya dalam sosialisasi Empat Pilar meminta seluruh warga di wilayah Ngalik, Sleman untuk menjaga kesatuan dan persatuan. Dijelaskan oleh politisi muda ini, bahwa  ada 4 Pilar dalam Rumah Kebangsaan Indonesia. Pertama yaitu Pancasila sebagai fondasi atau dasar berdirinya Pancasila, kedua dindingnya adalah aturan dasar yakni UUD 1945, ketiga jendela dan pintunya adalah Bhinneka Tunggal Ika. Atap pelindung pemersatunya adalah NKRI.

Baca juga   Waspada Gempa Susulan, Gempa Blitar Dirasakan Warga Yogyakarta

Lebih lanjut dijelaskan anggota DPR RI dari daerah pemilihan DIY ini, bahwa  kedudukan MPR adalah penjelmaan seluruh rakyat dan merupakan lembaga tertinggi Negara. Sementara pemegang dan pelaksana sepenuhnya adalah kedaulatan rakyat.

“Kita ini terdiri dari berbagai suku bangsa, bukan untuk terpecah belah. Tetapi untuk bersatu membangun negeri. Ingat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi pilar bangsa ini. Untuk itu, kita harus mengedepankan persatuan dan kesatuan,” urai politisi yang juga putera mantan Pangab TNI Jendral TNI (Purn) Alm. Djoko Santosa.

Baca juga   Makin Tingginya Kasus Covid-19, Tempat Keramaian di Yogya Tutup

Andika Pandu juga menilai jika sejak reformasi bergulir nilai-nilai kebangsaan yang termaktub dalam 4 pilar yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika tidak banyak disentuhkan oleh generasi muda di bangku sekolah.

“Banyaknya suku yang ada di Indonesia mengharuskan kita untuk menghargai perbedaan yang ada. Sebab hal itu menjadikan Indonesia negara yang utuh,”sambungnya.

Menurutnya, kondisi Indonesia saat ini harus dimanfaatkan untuk kemajuan, yakni menempatkan perbedaan dengan kesetaraan. Negara yang kuat adalah negara yang berbasis intelektual, sebagai modal untuk hidup.   (N2)

Share :

Baca Juga

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19. (Foto:nyatanya.com/Kominfo Sragen)

News

Perketat PPKM, Pemkab Sragen Larang Hajatan dan Arisan
Kedatangan Danrem Pamungkas disambut langsung Dandim Magelang. Foto : nyatanya.com/istimewa

Militer

Tinjau Lokasi Program Serbuan Teritorial, Danrem 072/Pamungkas Disambut Dandim Magelang
Foto: Nyatanya.com/istimewa

News

Waspada Gempa Susulan, Gempa Blitar Dirasakan Warga Yogyakarta
Ilustrasi grafis: nyatanya.com

News

Penyebaran Covid-19 di Atas 60 Persen, Kendal Fungsikan RS Darurat
Pelaku (tengah) diamankan bersama barang bukti diapit prajurit Kodim 0734/Yogyakarta. FOTO : nyatanya.com/Ahmad Zain

News

Minta Sumbangan Catut Institusi Korem 072/Pamungkas, Pensiunan ASN Ditangkap Intel Kodim Yogyakarta
Ilustrasi:nyatanya.com

News

Makin Tingginya Kasus Covid-19, Tempat Keramaian di Yogya Tutup
Donasi KORPRI Sleman untuk korban bencana alam NTT. Foto: nyatanya.com/Humas Sleman

News

Donasikan Rp 60 Juta, Korpri Sleman Bantu Korban Bencana Alam NTT
Sebagian panitia dan nara sumber workshop foto bersama. Foto: nyatanya.com/Sulis

News

Kementrian Pemuda dan Olahraga Gelar Workshop Kreativitas Pemuda