Home / Plus

Kamis, 26 Agustus 2021 - 21:36 WIB

Gelis Bantu Digitalisasi UMKM Pasarkan Produknya

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan PT Solar Indonesia melalui inovasi gerobak listriknya. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan PT Solar Indonesia melalui inovasi gerobak listriknya. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggandeng berbagai pihak untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayahnya.

Kali ini Pemkot Yogya bekerjasama dengan PT Solar Indonesia meluncurkan gerobak listrik (gelis) untuk memenuhi kebutuhan alat angkut bagi para pelaku UMKM.

Chief Marketing Gelis, Ary Tjahyono, mengungkapkan gelis merupakan jenis kendaraan roda tiga bertenaga listrik pertama di Indonesia, yang diciptakan, didesain, diproduksi dan dipasarkan oleh anak bangsa yang sudah berpengalaman di dunia industri otomotif multinasional.

“Kendaraan solusi ramah lingkungan, berperan aktif mendukung program Go-Green dalam kelestarian lingkungan, kendaraan inj juga merupakan solusi transportasi menuju ekonomi kreatif,” ujarnya, Kamis (26/8/2021).

Ia mengungkap penggunaan motor listrik ini jauh lebih hemat energi karena gelis telah didukung dengan teknologi brushless permanent magnet motor yang membantu meringankan saat penggunaan dan dapat menghemat hingga 85% baterai yang digunakan.

Sementara untuk pengisian daya listrik dari nol hingga penuh hanya membutuhkan waktu tiga jam. Pengisian daya listrik ini bisa dilakukan dengan listrik rumahan.

“Jarak tempuh bisa sampai 30 km dengan beban tonase 300 kg. Kecepatannya 30 km/jam. Selain itu juga dilengkapi dengan gigi mundur, juga ada torsi untuk melaju di tanjakan dengan kemiringan tertentu, bahkan bisa di kemiringan 45 derajat,” urainya.

Baca juga   Super Hero Beri Bantuan dan Hibur Anak-anak yang Isoman

Dengan gelis ini, para pelaku UMKM dapat dengan mudah membuka tutup lapaknya dan menjangkau lokasi-lokasi yang diinginkan dengan mudah dan efisien.

“Selain dapat dimanfaatkan oleh pelaku kuliner, Gelis juga bisa dipakai untuk kebutuhan display barang kerajinan. Gelis sendiri sudah lolos dari uji standardisasi dan selama ini telah beroperasi untuk kebutuhan pabrik,” ujarnya.

Ia berharap, kehadiran Gelis dapat membantu meningkatkan roda perekonomian sekaligus dapat mengurangi polusi udara di Kota Yogyakarta.

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan PT Solar Indonesia.

Pada kesempatan itu ia juga sempat mencoba kendaraan tersebut. Menurut Heroe kendaraan ini sangat praktis karena bisa dilakukan pengisian daya melalui listrik dari rumah.

“Keberadaan kendaraan ini menjadi bukti dukungan untuk pelaku UMKM karena harganya cukup terjangkau dan efisien karena dayanya bisa diisi di rumah,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, kendaraan tersebut juga bisa mendukung program pemerintah daerah untuk terus memperbaiki kualitas udara perkotaan.

“Karena menggunakan listrik, maka kendaraan ini tidak menyebabkan polusi udara. Jika ada semakin banyak pengguna kendaraan listrik, maka kualitas udara perkotaan bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Baca juga   “Nglarisi Dodolan”, UMKM Bergiliran Jajakan Produk ke ASN

Orang nomor dua di Kota Yogya ini juga meminta agar para pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi digitalisasi dalam memasarkan produk mereka.

“Digitalisasi akan membantu bertahan dalam masa sulit, serta masa depan bisnis yang terjamin,” katanya.

Pemkot Yogyakarta pun terus mendorong para pelaku UMKM dan pedagang pasar untuk menjual barang dagangannya secara digital.

Pemkot Yogya juga terus memaksimalkan platform JSS (Jogja Smart Service), pihaknya mengungkapkan jika selama ini JSS telah memberikan segudang fasilitas bagi para pelaku UMKM.

“Seperti menu ‘Nglarisi’, di dalam menu tersebut terdapat ratusan pengusaha kuliner, mereka merupakan UMKM binaan Pemkot Yogyakarta yang tergabung dalam program gandeng-gendong,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, masih ada menu ‘Dodolan’ di JSS yang terus dimaksimalkan untuk mendorong UMKM yang bergerak di luar sektor kuliner.

“Sehingga, pelaku industri kecil di bidang fashion, kriya, dan lain sebagainya, bisa turut terwadahi dalam program digitalisasi, kita juga terus memberikan edukasi pada para pelaku UMKM terkait kualitas produk yang disajikan semisal soal kemasan, atau packaging,” katanya. (*)

Share :

Baca Juga

Dengan kain ecoprint produksinya, menjadi salah satu penyemangat Sanggar Pawonjogan untuk terus berbagi kepada banyak orang. (Foto: agoes jumianto)

Plus

Sanggar Pawonjogan, Bangun Semangat Berbagi dan Tak Ingin Menyerah dengan Pandemi
Komunitas Mutiara Berbagi, bagikan nasi gratis untuk kaum duafa di sekitar sekolah. (Foto: Diskominfo Kabupaten Boyolali)

Plus

Jumat Berkah, Komunitas Mutiara Berbagi untuk Kaum Duafa
Kelompok Tani Dewasa (KTD) Pelangi menyulap lahan tidur yang tidak terawat menjadi lahan produktif dengan cara budidaya berbagai tanaman sayuran. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

KTD Pelangi Mendungan Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Sayur
(Foto:kratonjogja.id)

Plus

Yuk, Kenali Macam Wadah Sesaji Daun Pisang dalam Upacara Tradisi Keraton
(Ilustrasi: agoes jumianto)

Plus

Pantau Pasien Isoman, Muhammad Alive Ciptakan Gelang ‘Laron’
Gus Yasin mengapresiasi kreativitas para santri Pondok Pesantren Al Ma’wa Kendal, yang mampu memproduksi berbagai jenis pesawat aeromodeling. (Foto: Humas Jateng)

Plus

Diapresiasi Gus Yasin, Santri Kreatif Ini Produksi Pesawat Aeromodeling
Tri Tunggal mengaku mengembangkan konsep marketing sedekah. Tidak punya tim pemasaran, namun kualitas produk dan kepercayaan pelanggan sangat dijaga, termasuk kebiasaannya yang gemar sedekah. (Foto:Diskominfo Kab Klaten)

Plus

Pensiun Dini, Tri Tunggal Sukses Kembangkan Bisnis Berbasis Marketing Sedekah
Sebagian pengurus Kajianmu saat rapat. Foto: nyatanya.com/Sulis

Plus

Kajianmu, Bantu Bisnis Online Tanpa Modal