Home / News

Rabu, 13 Oktober 2021 - 16:20 WIB

Gempa Bumi Pacitan M 4,8 Juga Dirasakan Warga Yogyakarta

(Ilustrasi:nyatanya.com)

(Ilustrasi:nyatanya.com)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Gempa bumi mengguncang Pacitan, Jawa Timur dengan kekuatan magnitudo 4,8 yang terjadi pada Rabu siang (13/10/2021) pukul 12.00.47 WIB juga dirasakan sebagian warga Yogyakarta.

“Bener ya barusan gempa? Guncangannya kerasa banget, saya spontan keluar rumah,” ujar Wartono, salah satu warga Kricak Kidul, Tegalrejo, Yogyakarta.

Seperti dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dengan kedalamanan 55 Km di laut 78 km selatan Pacitan itu selain dirasakan sebagian warga di Yogyakarta, guncangan juga dirasakan warga Trenggalek, Wonogiri, Gunungkidul, dan Bantul.

Gempa tersebut mengingatkan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) soal potensi tsunami setinggi 28 meter di wilayah yang berada di pesisir selatan Jawa Timur itu.

Pada 13 September lalu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah Pacitan untuk siap dengan skenario terburuk gempa dan tsunami di wilayah tersebut.

Baca juga   Hari Ini 3.378 Kasus Covid-19 di DIY Sembuh

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari dan mengurangi risiko bencana gempa dan tsunami yang mengintai pesisir selatan Jawa akibat pergerakan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.

“Berdasarkan hasil penelitian, di Pantai Pacitan memiliki potensi tsunami setinggi 28 meter dengan estimasi waktu tiba sekitar 29 menit. Adapun tinggi genangan di darat berkisar sekitar 15-16 meter dengan potensi jarak genangan mencapai 4 – 6 kilometer dari bibir pantai,” terang Dwikorita dalam keterangan tertulis, Senin (13/10/2021).

Dwikorita menyebut, dengan skenario tersebut maka masyarakat yang berada di zona bahaya perlu berlatih rutin untuk melakukan langkah evakuasi mandiri bila mendapatkan Peringatan Dini Tsunami maksimum 5 menit setelah gempa terjadi.

Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir pantai harus segera mengungsi ke dataran yang lebih tinggi jika merasakan guncangan gempa yang besar.

Baca juga   Wagub DIY: Partisipasi Perempuan untuk Vaksin Masih Kurang

“Untuk masyarakat yang berada di pantai, tidak perlu menunggu perintah, aba-aba, atau sirine, segera lari karena waktu yang dimiliki hanya sekitar 29 menit, sedangkan jarak tempat yang aman yang lebih tinggi cukup jauh,” ujarnya.

Dwikorita mengatakan, yang namanya skenario artinya masih bersifat potensi yang bisa saja terjadi atau bahkan tidak terjadi. Namun demikian, masyarakat dan pemerintah daerah harus sudah siap dengan skenario terburuk tersebut.

Artinya, lanjut Dwikorita, jika masyarakat dan pemerintah daerah siap, maka jumlah korban jiwa maupun kerugian materi dapat diminimalisasi. Dengan skenario terburuk ini, kata dia, pemerintah daerah bersama masyarakat bisa lebih maksimal mempersiapkan upaya mitigasi yang lebih komprehensif. (*)

Share :

Baca Juga

Ganjar melantik Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jateng, Sumarno sebagai Sekda Jateng definitif. (Foto: Humas Jateng)

News

Setelah Sempat Kosong, Sekda Jateng Kini Dijabat Sumarno
Stasiun Yogyakarta dan kawasan Malioboro sebagai kawasan wajib memakai Masker dan wajib vaksin. (Foto: agoes jumianto)

News

Pakai Masker dan Wajib Vaksin, Jadi Syarat Kalau Dolan ke Malioboro
Kematian wartawan Udin masih menjadi misteri sampai hari ini. PWI DIY meminta Polisi segera ungkap siapa pelaku pembunuh Udin sebenarnya atau kibarkan bendera putih. (Foto:istimewa)

News

25 Tahun Kasus Pembunuhan Wartawan Udin, PWI Minta Polisi Ungkap Pelaku atau Kibarkan Bendera Putih
Walikota Gibran Saat meninjau booth informasi Indosat Ooredoo didampingi Direktur and Chief operating Officer Indosat Ooredoo, Vikram Sinha pada kegiatan peresmian Sistem Informasi Pintar sebagai platform kampung Digital. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

News

Solo Kembangkan Kampung Digital untuk Recovery Ekonomi
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Hari Ini 444 Pasien Covid-19 Sembuh di DIY, Terbanyak Warga Sleman
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

13 Warga Muntilan Sembuh Covid-19
(ilustrasi: nyatanya.com)

News

Kasus Corona Terus Melonjak di Yogya, Jumlah Terpapar Tambah 859, Meninggal 32 Kasus

News

Lagi! Kominfo Blokir 151 Fintech dan 4 Entitas Investasi Bodong, Ini Daftarnya