Home / Peristiwa

Senin, 5 Juli 2021 - 21:01 WIB

Gerakan Kampung Panca Tertib Turunkan Pelanggaran Perda

(Ilustrasi: nyatanya.com)

(Ilustrasi: nyatanya.com)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Gerakan Kampung Panca Tertib yang digulirkan Pemkot Yogyakarta ternyata mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib. Terbukti jumlah pelanggaran peraturan daerah (Perda) di Kota Yogyakarta mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyebut jumlah pelanggaran perda di Kota Yogyakarta pada tahun 2016 mencapai 6.618 pelanggaran. Tapi setelah gerakan Kampung Panca Tertib digulirkan selama beberapa tahun ini, jumlah pelanggaran perda pada tahun 2020 turun menjadi 1.365 pelanggaran.

“Melihat data pelanggaran perda dari tahun ke tahun menurun. Ini menunjukan dengan menjadikan masyarakat sebagai subyek penertiban ternyata kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap aturan perda meningkat,” kata Heroe saat paparan penilaian Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2021 secara daring, Senin (5/7/2021).

Gerakan Kampung Panca Tertib Kota Yogyakarta menjadi inovasi Pemkot Yogyakarta yang masuk dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di lingkungan Kementerian, Lembaga, pemerintah daerah BUMN dan BUMD tahun 2021. Kompetisi tersebut diadakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi.

Baca juga   BNPB Bantu Peralatan Pasien Covid-19 di Isoter Karanganyar

Menurutnya saat masyarakat hanya menjadi objek penertiban kemampuan dan pemahaman masyarakat terhadap perda belum luas sehingga banyak terjadi pelanggaran seperti terkait izin mendirikan bangunan (IMB). Untuk itu masyarakat perlu dilibatkan sebagai subjek penegakan perda lewat gerakan Kampung Panca Tertib. Melalui Kampung Panca Tertib, masyarakat tidak hanya mendapat sosialisasi dan pemahaman perda, tapi juga diajak untuk terlibat dalam proses penegakan agar masyarakat tidak melanggar.

“Masyarakat kami jadikan subyek garda depan untuk sosialisasi kesadaran masyarakat yang tertib. Bangun kebersamaan masyarakat dengan saling mengingatkan,” paparnya.

Saat ini ada 92 Kampung Panca Tertib di Kota Yogyakarta dengan sekitar 1.300 relawan pekerti yang ditunjuk masyarakat sekitar. Fokus Kampung Panca Tertib adalah tertib bangunan, tertib daerah milik jalan, tertib usaha, tertib lingkungan dan tertib sosial. Fokus lima hal gerakan Kampung Panca Tertib itu disesuaikan dengan persoalan yang menonjol di wilayah masing-masing.

Baca juga   Terminal Bulupitu Terapkan Sistem Parkir Elektronik

“Gerakan ini belum dimiliki daerah lain dan banyak yang belajar dari Yogya. Selama pandemi Covid-19 ini, Kampung Panca Tertib melakukan edukasi dan mengajak masyarakat untuk tertib protokol kesehatan. Untuk keberlanjutan gerakan ada perda, perwal dan tiap tahun kami juga mengadakan penghargaan Kampung Panca Tertib,” terang Heroe.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan ada sekitar 42 perda yang menjadi penegakan Satpol PP Kota Yogyakarta. Dengan personel Satpol PP yang terbatas, lanjutnya, memerlukan peran masyarakat untuk bersama mencegah pelanggaran dan melakukan penegakan perda.

“Ada penurunan pelanggaran perda dengan Gerakan Kampung Panca Tertib. Terutama terkait masalah IMB dan perizinan usaha. Yang masih banyak pelanggaran terkait perda PKL kadang sebagian ada yang memenuhi badan trotoar,” jelas Agus. (*)

Share :

Baca Juga

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyerahkan bantuan sosial kepada tokoh masyarakat dan warga Kricak. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Peristiwa

Wawali Yogyakarta Serahkan Bansos untuk Warga Kricak
Perkantoran di Balaikota Terapkan WFO 25 Persen. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Perkantoran di Kompleks Balaikota Terapkan WFO 25 Persen
Lima desa di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, mendeklarasikan sebagai Desa Sehat, Desa Bersih dan Desa Sejahtera. (Foto:humas/beritamagelang)

Peristiwa

Lima Desa di Ngablak Deklarasi Sehat, Bersih, dan Sejahtera
Meski tak seramai dulu, usaha pigura di Jalan Sagan tetap menggeliat di tengah perpanjangan PPKM. (Foto: Agoes Jumianto)

Peristiwa

PPKM Level 4 Diperpanjang, Perajin Pigura Tetap Menggeliat
Suasana Kota Pekalongan selama PPKM Level 4. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Pekalongan)

Peristiwa

PPKM Level 4, Warung Makan Boleh Buka Sampai Pukul 9 Malam
Di lokasi ini operasi penyekatan dilakukan setiap hari. (Foto:nyatanya.com/Dishub Kulonprogo)

Peristiwa

Penyekatan di Perbatasan Kulon Progo, Puluhan Kendaraan Diminta Putar Balik
Gibran Rakabuming Raka menerima bantuan tahap kedua dari Bank Indonesia. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Peristiwa

BI Kembali Salurkan Bantuan Tabung Oksigen untuk Surakarta
Wagub Jateng Gus Yasin Maimoen saat mendampingi kunjungan kerja Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ke Solo Raya. (Foto: Humas Jateng)

Peristiwa

Wagub Gus Yasin, Vaksinasi Solo Raya Bagus!