Home / News

Jumat, 27 Mei 2022 - 21:06 WIB

GPDRR 2022 Lahirkan Tujuh Rekomendasi Agenda Bali untuk Resiliensi

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, ketika menutup GPDRR di Nusa Dua, Bali pada Jumat (27/5/2022). Foto: Amiriyandi/ InfoPublik

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, ketika menutup GPDRR di Nusa Dua, Bali pada Jumat (27/5/2022). Foto: Amiriyandi/ InfoPublik

NYATANYA.COM, Badung – Pertemuan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 melahirkan tujuh rekomendasi agenda Bali untuk resiliensi bencana.

Rekomendasi tersebut lahir melalui sejumlah pertemuan-pertemuan yang mempertemukan antara seluruh delegasi dari berbagai belahan negara di dunia.

“Ijinkan saya menutup sesi GPDRR ke-7 dengan membacakan tujuh agenda Bali untuk resiliensi,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, ketika menutup GPDRR di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali pada Jumat (27/5/2022).

Rekomendasi pertama, adalah pengurangan resiko bencana perlu diintegrasikan pada kebijakan-kebijakan utama pembangunan, pembiayaan, legislasi, dan rencana pencapaian pascaagenda 2030.

Platform global menyerukan transformasi mekanisme tata kelola resiko untuk memastikan pengelolaan risiko, yang merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor sistem skala dan batas.

“Contoh menunjukkan bahwa bekerja secara horizontal dan vertikal dapat membantu pemerintah untuk memecahkan masa kesenjangan kelembagaan dan ego sektoral,” kata Suharyanto.

Kedua, perubahan sistemik yang dapat memperhitungkan kerugian yang sesungguhnya dari bencana dan kerugian dari ketiadaan aksi, serta membandingkannya dengan investasi. Dalam pengurangan risiko bencana.

Contoh baik dari komitmen politik yang ditunjukkan dalam bentuk target anggaran yang disahkan, dan mekanisme pelaksanaan untuk pengurangan risiko bencana bermunculan, yang harus dipromosikan dan direplikasi dari strategi pembiayaan pengurangan risiko bencana.

“Agar, dapat mengarahkan dan memprioritaskan investasi dan harus dimasukkan dalam kerangka pembiayaan nasional yang terintegrasi,” kata Suharyanto.

Ketiga, platform global yang diselenggarakan antara COP 26 dan 27 beberapa waktu lalu, mencermati tingkat emisi saat ini jauh melebihi upaya mitigasi. Mengakibatkan frekuensi dan intensitas kejadian bencana dan mengancam pencapaian agenda 2030.

Baca juga   Foto: Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni

Platform global meminta pemerintah untuk menghormati komitmen yang dibuat di pada kesepakatan di Glasgow untuk meningkatkan pembiayaan dan dukungan untuk adaptasi dan resiliensi terdapat kebutuhan mendesak.

Kemudian, meningkatkan pengurangan risiko bencana sebagai bagian dari solusi untuk mengatasi keadaan darurat seraya meningkatkan dan mencapai ambisi iklim tujuan global tentang adaptasi.

“Santiago Network sebagai bagian dari mekanisme internasional kerugian dan kerusakan yang menawarkan peluang yang tepat, untuk menjadikan mekanisme dan instrumen pengurangan risiko bencana sebagai yang tak terpisahkan dari aksi pengurangan iklim,” kata Suharyanto.

Keempat, bencana memberikan dampak berbeda kepada setiap orang dengan menerapkan pendekatan partisipatif dan berbasis HAM, untuk memasukkan semua sesuai prinsip “tidak ada apa-apa tentang kita, tanpa kita”.

Dalam perencanaan pengurangan resiko bencana dan implementasinya pada masyarakat yang berisiko. Investasi pada generasi muda harus ditingkatkan untuk merangsang Inovasi dan solusi kreatif.

“Harus ada komitmen ulang terhadap keterlibatan masyarakat dan pengurangan risiko bencana yang digerakkan oleh masyarakat serta mendukung struktur lokal yang ada dan membangun resiliensi,” tutur Suharyanto.

Kelima, platform global memberikan rekomendasi yang dapat mendukung pelaksanaan seruan Sekretaris Jenderal PBB, untuk memastikan setiap orang di muka bumi dilindungi oleh sistem peringatan dini dalam jangka waktu 5 tahun kedepan.

Sebagai respon terhadap sistem tersebut harus mempertimbangkan rantai nilai peringatan dini yang berpusat pada masyarakat secara menyeluruh dari ujung ke ujung.

Baca juga   Indonesia Bisa Berkaca pada Kazakhstan yang Sukses Pindah Ibu Kota Negara

Mulai dari penilaian resiko hingga infrastruktur dan menjangkau tujuan akhir pengembangan sistem peringatan dini, yang multibahaya harus melibatkan masyarakat yang paling berisik dengan kapasitas kelembagaan keuangan dan sumber daya yang aman.

Hal itu, untuk melakukan aksi berdasarkan peringatan Mandiri ketersediaan dan kualitas data yang lebih baik sumber daya Pola yang efektif.

“Mekanisme koordinasi yang lebih baik antara para pemangku kepentingan, akan memperkuat sistem peringatan dini multibahaya khususnya di negara-negara negara berkembang pulau kecil dan wilayah Afrika,” imbuh Suharyanto.

Keenam, potensi pembelajaran dan pandemi Covid-19 harus diterapkan sebelum jendela peluang tersebut tertutup.

Pendekatan saat ini untuk pemulihan dan rekonstruksi tidak cukup dalam melindungi hasil pembangunan maupun dalam membangun kembali dengan lebih baik lebih hijau.

Jadi, ada kebutuhan untuk mendorong sistem manajemen risiko bencana yang adaptif dan responsif.

“Dengan kolaborasi multipemangku kepentingan disertai dengan empati solidaritas kerja sama dan semangat kesukarelaan. Khususnya untuk mengatasi ketidakadilan,” kata Suharyanto.

Ketujuh, pelaporan yang komprehensif dan sistematis termasuk dalam terhadap semua target kerangka kerja Sendai. Negara-negara anggota akan membantu menarik rekomendasi yang jelas untuk kerangka Sendai.

Platform global menyerukan kepada semua negara anggota, organisasi regional, dan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam kerangka kerja Sendai itu untuk memahami dengan jelas tantangan dan hambatan.

“Ha itu penting guna implementasi dan mempercepat upaya untuk mencapai tujuan yang diinginkan pada 2030,” pungkas Suharyanto.

(TA/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Selain akan membentuk Satuan Relawan Kebakaran, Pemkot juga akan melakukan pembangunan jaringan hidran kering di sejumlah kampung. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Pemkot Yogya Bentuk Satuan Relawan Kebakaran di 45 Kelurahan
Presiden Joko Widodo. (Foto: Istimewa/InfoPublik)

News

Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng Dilarang Mulai 28 April 2022
Pekerja melakukan bongkar muat Vaksin Covid-19 Sinovac setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (21/9/2021). Indonesia menerima vaksin Sinovac sebanyak 5.000.000 dosis vaksin jadi dan siap pakai. Kedatangan vaksin Covid-19 merupakan tahap ke-71 yang diperoleh melalui skema pengadaan pembelian secara langsung. (Foto:Infopublik/Ryiadhy.B.N)

News

Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Amin, Pemerintah Jamin Ketersediaan Vaksin Covid-19 untuk Negeri
Presiden Joko Widodo ketika membuka peringatan HUT Korpri 50 Tahun, pada Senin (29/11/2021). (Foto: Tangkapan Layar Kanal Youtube AKUI eKORPRI/InfoPublik/Istimewa)

News

HUT Korpri, Presiden: Kualitas ASN Harus Semakin Baik
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengumumkan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DIY 2022. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

UMP DIY 2022 Naik 4,30%, Pengusaha Dilarang Lakukan Penangguhan Pembayaran
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto:InfoPublik)

News

Pemerintah Rombak Total Kebijakan Minyak Goreng Curah, Begini Penjelasannya
Foto: Ist

News

Pembahasan RAPBD 2023 Dinas Dikpora, Program Pembinaan Pendidikan Pancasila Perlu Segera Dilakukan
Pilot Smart Air yang selamat. (Source Foto: RRI)

News

KNKT: Masih Terlalu Dini Ungkap Penyebab Kecelakaan Pesawat Smart Air