Home / News

Jumat, 24 September 2021 - 13:27 WIB

Grobogan Perketat Pengawasan Tenaga Kerja Asing

Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto, saat membuka Acara Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemantauan Orang Asing. (Foto: Diskominfo Grobogan)

Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto, saat membuka Acara Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemantauan Orang Asing. (Foto: Diskominfo Grobogan)

NYATANYA.COM, Grobogan – Pemkab Grobogan berencana memperketat pengawasan terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk di kabupaten tersebut. Terlebih, dengan terbukanya investasi yang berpeluang masuknya investor dari luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto, saat membuka Acara Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemantauan Orang Asing di Kabupaten Grobogan, yang berlangsung di Gedung Riptaloka, Kamis (23/9/2021).

Dia mengatakan, dari data Pemkab Grobogan, jumlah TKA di Kabupaten Grobogan sebanyak 69 orang. Sementara keluarga TKA yang tinggal di Kabupaten Grobogan sebanyak tiga orang. Namun untuk keberadaan TKA yang tinggal di wilayah Kabupaten Grobogan karena kunjungan keluarga, kunjungan wisata, dan lain sebagainya, sulit terdata jika tidak ada laporan dari masyarakat, atau dari pihak hotel, maupun warga asing yang menginap itu sendiri.

Baca juga   Pemerintah Upayakan Vaksinasi bagi Masyarakat Adat dan Pedalaman

“Paling tidak masyarakat tahu warga negara asing tinggal di lingkungannya. Bisa mendeteksi dini dengan mencari informasi dari negara asalnya, kedatangannya, dalam rangka apa, jumlah berapa. Serta diamati perilakunya, yang selanjutnya informasi tersebut disampaikan ke RT/RW, Babinsa/Bhabinkamtibmas dan seterusnya, sehingga yang bersangkutan bisa didata,” ujar Bambang.

Baca juga   Deteksi Dini Bencana, BPBD Monitoring EWS

Menurutnya dalam menjaga keamanan lingkungan terhadap orang asing, di wilayah Kabupaten Grobogan dibutuhkan peran serta masyarakat, dan kerja sama dengan instansi terkait.

“Peran serta masyarakat merupakan garda terdepan terhadap pengawasan orang asing, di samping telah dibentuknya TIM POA (tim pemantauan orang asing) yang melibatkan beberapa instansi daerah,” jelasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Seluruh biaya selama di shelter akan ditanggung Pemda DIY. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

Siapkan Rp95juta per 50 Orang untuk 14 Hari, Pemda DIY Sediakan 59 Shelter Isolasi
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo. (Foto: Diskominfo Jateng)

News

Waspada Klaster PTM, Mulai Ditemukan Kasus Covid-19 Sekolah di Jateng
Kabupaten Wonosobo dipilih jadi wilayah percontohan program food estate hortikultura, sebuah program budidaya tanaman hortikultura dengan konsep pertanian sebagai sistem industrial, berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, modal, organisasi, dan manajemen modern. (Foto: Diskominfo Wonosobo)

News

Jaga Stabilitas Harga Produk Pertanian, Wonosobo Kembangkan “Food Estate”
Suyanta, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. (Foto: Diskominfo Jateng)

News

Pemprov Jateng Izinkan PTM Terbatas, Tapi Ada Syaratnya
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Hari Ini 560 Warga DIY Sembuh Covid-19, Meninggal 13 Orang
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Pasien Sembuh Covid-19 di DIY Tambah 2.089 Orang
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

13 Warga Muntilan Sembuh Covid-19
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Meningkat, Hari Ini 918 Kasus Positif Covid-19 di DIY Sembuh