Home / News

Minggu, 15 Agustus 2021 - 08:41 WIB

Gubernur Ganjar Gagas Pelabuhan Hortikultura Semarang

Pelepasan ekspor komoditas pertanian Provinsi Jawa Tengah, di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (Foto:Humas Jateng)

Pelepasan ekspor komoditas pertanian Provinsi Jawa Tengah, di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (Foto:Humas Jateng)

NYATANYA.COM, Semarang – Untuk meningkatkan nilai ekspor komoditas pertanian, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajukan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjadi pelabuhan hortikultura. Gagasan itu sudah disampaikan, dan saat ini tinggal menunggu persetujuan dari kementerian.

“Saya sudah menulis surat agak lama sih, kok tidak turun-turun. Kebetulan tadi bertemu Pak Menteri, saya minta agar pelabuhan Semarang ini dijadikan pelabuhan hortikultura. Tinggal tunggu tanda tangan dari menteri. Dengan cara itu harapan kita nanti produk pertanian kita bisa diekspor dari sini,” kata Ganjar, usai mengikuti acara pelepasan ekspor komoditas pertanian Provinsi Jawa Tengah, di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Sabtu (14/8/2021).

Dalam acara yang juga dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo secara virtual tersebut, Provinsi Jawa Tengah melepas ekspor komoditas pertanian senilai Rp400 miliar ke 36 negara. Komoditas tersebut terdiri atas sektor perkebunan, seperti pala, biji kopi, minyak sawit, gula merah, dan karet lembaran.

Baca juga   200 Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19 dapat Penghargaan dari Bupati Kebumen

Sementara dari sektor tanaman pangan ada edamame, porang, kacang hijau, dan tepung jagung. Komoditas berikutnya dari sektor hortikultura seperti daun pakis dan ruskus, okra, dried taro leaf, bonsai, bunga melati, kapulaga, kunyit, dan daun cincau.

“Daun pakis saja bisa kita kirim, bunga melati ternyata semuanya indah dan bisa dijual juga. Perkebunannya ternyata kita juga punya pala, lalu ada kopi. Sarang burung walet juga harganya stabil di tengah kondisi seperti ini. Eksportirnya tadi bilang, sudah lima tahun melakukan ini. Lalu kayu, edamame, dan tentu saja porang yang saat ini sangat bagus,” jelas Ganjar.

Tingginya ekspor sektor hortikultura, perkebunan, dan tanaman pangan itu, lanjut Ganjar, membuktikan dalam pandemi ini kondisi perekonomian masih tumbuh, meskipun serapan tenaga kerja masih belum maksimal. Menurut Ganjar, hal itu dapat dilihat dari program Merdeka Ekspor dari pemerintah pusat selama sepekan dengan nilai mencapai Rp7 triliun. Artinya, dalam sehari rata-rata nilai ekspor Indonesia sebesar Rp1 triliun.

Baca juga   Resmi Dibuka! Kini Pekalongan Punya Gerbang Tol

“Komoditas ekspor Jateng juga tinggi dalam periode itu. Kalau ini (Pelabuhan Tanjung Emas Semarang) jadi pelabuhan dengan fungsi hortikultura dan fasilitas diberikan, mudah-mudahan ekspor komoditas pertanian kita jauh lebih banyak,” katanya.

Selain itu, Ganjar masih berharap agar bisa melakukan ekstensi atau pelebaran pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Itu diperlukan agar optimalisasi pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjadi lebih tinggi, termasuk dalam upaya mendukung kawasan industri di Kendal.

“Ketika di Kendal nanti industrinya sudah jalan maka yang terdekat adalah di sini, karena kita juga sedang nego pelabuhan di sana. Kalau belum bisa terjadi (di Kendal), maka di sini mesti segera bisa. Saya tadi sudah cek ke pengelola, customer, termasuk Pelindo juga, ada tidak preman-preman yang minta tips. Ternyata tidak ada, karena sudah dikontrol dengan sistem. Jadi tidak ada lagi, istilah kawan-kawan, tidak ada silaturahmi antarorang,” tandas Ganjar. (*)

Share :

Baca Juga

Para pelanggar yang terjaring pengawasan protokol kesehatan langsung mendapat peringatan dari petugas Satpol PP Kota Yogyakarta. (Foto: nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

News

Ratusan Pelanggar Prokes Dirazia Satpol PP
Guguran awan panas yang terjadi pada Jumat (18/6/2021) pukul 23.52 WIB. (Foto:nyatanya.com/BPPTKG)

News

Hingga Semalam, Merapi 3 Kali Luncurkan Awan Panas
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi. (Foto:nyatanya.com/Humas Magelang)

News

Positif Covid-19 di Magelang Tambah 422 Orang
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

204 Warga Magelang Sembuh dari Covid-19
(ilustrasi: nyatanya.com)

News

Klaten Zona Merah, Nongkrong Berkerumun Siap-siap Swab Antigen
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Pasien Sembuh Covid-19 di DIY Kembali Bertambah 2.648 Orang
Bupati Klaten dalam sebuah kesempatan meninjau pelaksanaan vaksinasi. Dalam waktu dekat pihaknya akan menyasar anak usia 12 - 18 tahun untuk divaksin. (Foto: Humas Klaten)

News

Jaga Imunitas, Klaten Targetkan 20.000 Vaksinasi Tiap Hari
Penandatanganan sekaligus deklarasi komitmen kesepakatan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Magelang. (Foto: Humas/beritamagelang)

News

Penurunan Angka Stunting Butuh Sinergi Banyak Pihak