Home / News

Selasa, 17 Agustus 2021 - 08:31 WIB

Gunung Merapi Erupsi, Meluncur ke Arah Kali Bebeng

Penampakan awan panas guguran Gunung Merapi, Selasa (17/8/2021) pukul 07.01 WIB. (Foto:BPPTKG)

Penampakan awan panas guguran Gunung Merapi, Selasa (17/8/2021) pukul 07.01 WIB. (Foto:BPPTKG)

NYATANYA.COM, Sleman – Gunung Merapi kembali erupsi, Selasa (17/6/2021) pagi tadi pukul 05.18 WIB. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 mm dan durasi 100 detik. Jarak luncur 1.300 m ke arah barat daya yang mengarah ke Kali Bebeng.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta juga melaporkan, erupsi berikutnya terjadi pada pukul 07.01 dan 7.43 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 48 dan 52 detik, durasi 127 dan 124 detik. Jarak luncur 2.000 m yang juga mengarah ke Kali Bebeng.

Baca juga   Sembuh Covid-19 di DIY Hari Ini Tambah 981 Orang

Saat memantau di Pos Pengamatan Babadan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Senin (16/8/2021), Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan untuk erupsi Merapi yang lebih besar lagi BPPTKG hingga kini belum dapat memprediksi.

Meski demikian, Hanik berharap kemungkinan tidak terjadi karena hingga saat ini tidak ada indikasi erupsi lebih besar karena kondisi kubah lava masih relatif stabil.

Tidak ada perkembangan yang signifikan. Deformasi (penggelembungan tubuh gunung) juga cenderung menurun sejak 7 Agustus kemarin. Di samping itu Gempa Multiphase dan Vulkanik dangkal juga menurun.

Baca juga   Rezeki Nomplok, Annisa Dapat Sepeda dari Ganjar

“Sedangkan untuk guguran dan awan panas meningkat, itu indikasi merupakan fase keluarnya magma,” jelas Hanik.

Namun demikian, Hanik mengimbau agar warga tetap mengikuti rekomendasi dari BPPTKG diantaranya tidak beraktivitas di alur sungai yang sudah dientukan, yakni Boyong, Gendol (Provinsi Yogyakarta), Kali Putih Krasak dan Bebeng (Kabupaten Magelang) sejauh lima kilometer.

“Itu mutlak tidak boleh ada aktivitas di alur sungai ini. Karena awan panas saat ini lebih jauh 2-3,5 km. Artinya itu sudah sesuai dengan yang sudah kami sampaikan, rekomendasi kita,” tegasnya. (Aja)

Share :

Baca Juga

Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Pemda DIY Minta Kabupaten/Kota Susun Strategi Percepat Vaksinasi
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

DIY Terus Tambah Ketersediaan Shelter dan Bed Perawatan Pasien Covid-19
Salah satu kebijakan selama PPKM adalah pembatasan akses jalan di wilayah Kota Yogya. Pembatasan ini dinilai efektif mengurangi mobilitas masyarakat. (Foto: Agoes Jumianto)

News

Jangan Terlena! Meski Kasus Harian Covid-19 di Yogya Turun
Ganjar Pranowo meminta pelaksaan pembelajaran tatap muka (PTM), baik uji coba maupun terbatas, untuk melakukan laporan harian. (Foto: Humas Jateng)

News

Ganjar Minta Pelaksanaan PTM Lakukan Laporan Harian
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Hari Ini Pasien Sembuh Covid-19 di DIY Bertambah 3.214 Orang
(ilustrasi: nyatanya.com)

News

Penambahan Kasus Covid-19 di Klaten Mengkhawatirkan
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Hari ini 16 warga Kecamatan Secang Magelang Meninggal Covid-19
Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi turun langsung ke lapangan melihat pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Yogyakarta. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

News

Selama PPKM Darurat, Malioboro Gelap Mulai Pukul 20.00 WIB