Home / News

Selasa, 7 September 2021 - 09:25 WIB

Guru Harus Datang Lebih Awal, PTM Menjawab Kerinduan Siswa Masuk Sekolah

Suasana Pembelajaran Tatap Muka di SD N 9 Boyolali, momen yang dirindukan. (Foto: Diskominfo Kabupaten Boyolali)

Suasana Pembelajaran Tatap Muka di SD N 9 Boyolali, momen yang dirindukan. (Foto: Diskominfo Kabupaten Boyolali)

NYATANYA.COM, Boyolali – Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SD dan SMP secara lebih luas di wilayah Kabupaten Boyolali dimulai pada Senin (6/9/2021).

Berdasar data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, yang memulai uji coba PTM ada 56 SD dan 21 SMP.

Ditemui saat peninjauan di SD Negeri 9 Boyolali, Kepala Disdikbud Kabupaten Boyolali Darmanto menjelaskan, uji coba PTM tidak harus dilaksanakan disesuaikan dengan kesiapan sekolah masing-masing.

“Bagi saya tidak ada kewajiban target waktu, targetnya adalah kesiapan mereka masing-masing,” ungkapnya.

Dikatakan Darmanto, pelaksanaan PTM ini bertepatan dengan penilaian tengah semester (PTS). Dan menurut informasi yang ada, pelaksanaan PTM sangat disetujui oleh seluruh wali murid.

“Bahkan ada yang lucu-lucu, setuju bingit. Ini kan original kondisi masyarakat yang merindukan pembelajaran tatap muka. Ini original keadaan masyarakat yang harus segera kita jawab,” ujarnya.

PTM yang dilaksanakan di SD Negeri 9 Boyolali tersebut turut dihadiri kepala sekolah dari SD imbas, yang nantinya akan mengadopsi praktik baik yang ada di SD inti tersebut. Selain itu, Darmanto menambahkan, untuk pelaksanaan PTM ini pihaknya harus menambah kedisiplinan guru dikarenakan masa pandemi Covid-19 ini, guru harus sudah hadir di sekolah sebelum murid datang untuk penerapan protokol kesehatan.

Baca juga   Solo Raya Belum Merata, Menhub Gelontorkan 25.000 Dosis untuk Genjot Vaksinasi

“Sekarang guru harus datang ketika anak belum datang, harus ada skrining kesehatannya, ini yang harus menjadi budaya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 9 Boyolali Ngatmi mengatakan, jika pelaksanaan PTM di sekolah yang dipimpinnya tersebut sesuai dengan petunjuk teknis dari Dikdikbud dan dengan protokol kesehatan ketat.

Selama PTS ini, yang mengikuti PTM sebanyak 50 persen dari 208 siswa dibagi menjadi dua sif. Sif pertama kelas 1-3 pukul 07.00 WIB – 08.30 WIB, dan sif kedua kelas 4-6 pukul 09.30 WIB – 11.00 WIB.

Baca juga   Jangan Kendor Prokes, PTM di Klaten Dipantau Ketat

Untuk jeda satu jam antar sif dipergunakan untuk penyemprotan ruangan dengan disinfektan dan penyiapan tempat cuci tangan.

“Yang pertama masker harus, yang kedua kedatangan selalu dimulai dengan penandaan suhu, kemudian cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, kemudian jaga jarak baik itu di kelas dan lingkungan yang ada di sini, kemudian yang berikutnya tidak menghidupkan AC atau apapun kemudian membuka semua ventilasi yang ada di dalam ruangan yang digunakan,” terangnya.

Disampaikan Ngatmi, usai pelaksanaan PTS yang akan berakhir pada Sabtu (11/9/2021), PTM akan berjalan seperti semula. Yakni satu kelas tiga kali masuk dengan sistem 50 persen siswa.

Disinggung mengenai perubahan perilaku guru tentang kesiapan PTM dengan protokol kesehatan ketat, pihaknya mengatakan bahwa para guru sekaligus menjadi petugas Covid-19 sekolah sehingga sudah siap dengan tugas masing-masing.

“Setengah tujuh itu semua sudah kumpul, sudah siap untuk menjalankan tugasnya masing-masing,” tandasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Etik Suryani, saat memantau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. (Foto: Humas Pemkab Sukoharjo)

News

Cek PTM Terbatas, Etik Minta Sekolah Pantau Ketat Prokes
Penampakan awan panas guguran Gunung Merapi tanggal 1 September 2021 pukul 10.13 WIB. (Foto: BPPTKG)

News

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas ke Arah Barat Daya
Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

News

Ngebut Vaksinasi, Jateng Ajukan Tambahan 2,4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Per Minggu
Jalan Pasar Kembang Yogyakarta yang lengang selama selama PPKM Darurat diterapkan. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

News

Tiga Hari PPKM Darurat, Mobilitas DIY Turun 13-15%
Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya di DIY, melihat langsung pelaksanaan vaksinasi di sejumlah tempat. (Foto: Penrem 072/Pamungkas)

News

Kunjungan Kerja ke DIY, Presiden Ingin Pastikan Vaksinasi Terus Bergulir
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi meninjau pelaksanaan vaksin di SMPN 5. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Ribuan Pelajar di Kota Yogya Antusias Ikuti Vaksinasi
Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Jateng)

News

Lainnya Turun Level, Purworejo dan Kota Magelang Masih Level 4
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Ani Raharjo saat menghadiri Rakor Penyiapan Sentra Vaksinasi. (Foto: Diskominfo Kab Semarang)

News

Pemkab Semarang Siapkan 33.330 Vaksin untuk Pelajar SMP