Home / Peristiwa

Senin, 16 Agustus 2021 - 15:18 WIB

Gus Yasin Pastikan Insentif Guru Agama Masih Bergulir

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. (Foto:Diskominfo Jateng)

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. (Foto:Diskominfo Jateng)

NYATANYA.COM, Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memastikan program insentif bagi pengajar agama di Jawa Tengah pada 2021 masih bergulir, meski di tengah pandemi Covid-19. Untuk alokasi anggaran yang disediakan sebesar Rp254.246.000.000.

“Memang akhir ini banyak dari guru yang menanyakan terkait insentif dari pemprov. Dan alhamdulillah program ini masih berlanjut dengan alokasi anggaran sebesar Rp254 miliar lebih,” ujarnya, usai Upacara Peringatan HUT ke-71 Provinsi Jawa Tengah, Minggu (15/8/2021).

Menurutnya, program tersebut mulai dilaksanakan sejak 2019 dan akan terus bergulir hingga 2022 mendatang. Pada 2021, ada 211.455 orang guru, baik dari agama Islam, Katholik, Kristen, Hindu dan Budha yang akan menerima insentif.

Baca juga   Dukung Percepatan Vaksinasi, Sub BMPD Jateng – Solo Bantu 100.000 Kartu Vaksin

“Ini untuk guru madin, TPQ dan madrasah di pondok peantren. Selain itu juga guru pengajar di vihara, gereja dan agama yang ada di Indonesia,” papar Gus Yasin, sapaan Wagub.

Untuk saat ini, jelas Gus Yasin, pihaknya sedang melakukan validasi data penerima insentif. Sebab, selama pandemi terjadi perubahan data.

“Jadi informasi saat ini sudah saya paraf dan sudah di-acc Pak Gubernur. Karena pendemi ada guru yang terpapar dan ada perubahan data, maka perlu penyelarasan, memasukkan input penerima baru. Ini masih proses di Bank Jateng Syariah untuk pendataan dan penyaluran,” terangnya.

Baca juga   Sudah Layani 1.453 Orang, “Bus Vaccine Mobile” Pemprov Jateng Terus Bergerak

Dengan adanya program tersebut, Gus Yasin berharap dapat meningkatkan kesejahteraan. Sekaligus memantapkan para pengajar keagamaan, untuk mendedikasikan diri dalam menyikapi moral anak bangsa saat ini.

“Harapan pertama memang munculnya program ini kita melihat bahwa madrasah dan diniyah nonformal itu masih belum tersentuh pemerintah. Maka kami mengusulkan instentif untuk kesejahteraan agar guru keagamaan lebih mantap lagi untuk mendedikasikan penididkan agama, untuk menyikapi moral anak bangsa,” tandas Wagub. (*)

Share :

Baca Juga

Seorang pengendara yang terekam melanggar marka langsung mendapat peringatan dari ATCS voice yang dipasang Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta dengan diminta mundur di belakang garis marka di simpang Sentul. (Foto:nyatanya.com/Dishub Kota Yogya)

Peristiwa

Awas! Langgar Marka Langsung Ditegur ATCS Voice
Kabupaten Klaten menyiapkan 18 petugas verifikator untuk menyeleksi berkas–berkas pelamar yang masuk. (Foto:nyatanya.com/Humas Klaten)

Peristiwa

Panitia CPNS Klaten Siapkan 18 Petugas Verifikator
Selain terus memberikan edukasi akan pentingnya prokes, Pemkab Wonosobo juga memberikan bantuan sembako kepada warga masyarakat. (Foto: Humas Wonosobo)

Peristiwa

Pemkab Wonosobo Gencar Lakukan Edukasi Prokes Kepada Masyarakat
Ibu hamil yang memenuhi kriteria untuk divaksinasi di Kabupaten Sukoharjo mencapai 2.300 orang. (Foto: Humas Sukoharjo)

Peristiwa

Sukoharjo Canangkan Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil
Kelenteng Liong Hok Bio Magelang. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Peristiwa

Tempat Ibadah di Magelang Dibuka, Tapi Tidak untuk Berjemaah
Bupati Karanganyar Juliyatmono meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal di De Tjolomadoe. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Karanganyar)

Peristiwa

Antusias! 48.000 Pelaku UMKM dan Masyarakat Vaksinasi di De Tjolomadoe
Duta Anak Kota, menumbuhkan kreativitas baru anak-anak di Kota Yogyakarta dimasa pandemi. (Foto:Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Duta Anak Kota Yogya Siap Berkarya dalam Kondisi Apapun
Ganjar Pranowo mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jendral Listyo Sigit, Menteri Kesehatan RI Budi G Sadikin, Kepala BNPB Ganip Warsito, dalam kunjungannya ke Kudus. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

Peristiwa

Dipuji Panglima TNI, Jogo Tonggo Kudus Bakal Jadi Contoh di Bangkalan Madura