Home / Panggung

Senin, 12 Juli 2021 - 15:24 WIB

Guz Wid, Suarakan Keadilan Lewat Jenaka Kartun

Karya 1 Guz Wid. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Karya 1 Guz Wid. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

NYATANYA.COM, Kendal – Selain dikenal sebagai kartunis yang produktif, Agus Widodo juga seorang Aparatur Sipil Negara alias ASN yang mengabdi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sebagai Kepala seksi penataan dan pemberdayaan.

Meski berdomisili di Kendal, namun demi tugas negara Guz Wid demikian nama populernya sebagai kartunis, rela wara wiri Kudus – Sukoharjo setiap pekannya.

“Ya demi tugas negara,” jawab Guz Wid pendek.

Agus Widodo ‘Guz Wid’. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Meski disibukkan dengan aktivitasnya sebagai seorang ASN, namun Guz Wid yang lahir 26 Agustus 1968 ini mengaku masih memiliki banyak waktu untuk menghasilkan gambar-gambar kartun yang cerdas, menggelitik, dan sarat pesan. Bahkan di ajang Pameran Kartun Human Rights in ASEAN – The Cartoonist Perspective yang digelar Zunar dan Friedrich Naumann Foundation di Malaysia, Guz Wid tak luput ikut ambil bagian.

Baca juga   Selaraskan Musik dan Alam, Sound of Green Masuk Tiga Besar API 2021

Dua karyanya yang mengkritisi hukum dan keadilan ia ikutkan dalam pameran yang berlangsung virtual di craftora.com yang digelar 1 Juli sampai 31 Juli 2021.

Karya pertama menceritakan keadilan yang runtuh. Indonesia adalah negara hukum, segala sesuatu diatur dengan hukum, tapi sangat sulit untuk mendapatkan keadilan, karena hukum dan perangkatnya digerogoti tikus , hukumpun keropos dan jatuh, ada anak kecil sebagai dalang (sutradara) yang sedang membawa wayang kulit “tokoh buto = raksasa”.

“Jadi hukum kalah dengan orang yang punya kekuasaan dan harta, bagi rakyat hukum hanyalah dewi hukum yang terjerembab jatuh tak berdaya,” ungkap Guz Wid tentang karyanya itu.

Sedangkan di karya kedua, Guz Wid berceritera tentang para pencari keadilan. Bagi rakyat kecil, harus lewat jalan yang rumit dan berliku liku, tapi bagi yang berduit dan miliki kekuasaan, hukum akan ramah dan memudahkan.

Baca juga   Gibran Rakabuming 'Bintangi' Single Lagu 'Damai Indonesiaku' Penyanyi Cilik Rafael
Karya 2 Guz Wid. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

“Harusnya hukum itu tidak diskriminatif. Tapi lihatlah hukum selalu berpihak pada yang kaya dan kuat, itu empiris dan realistis. Hukum di Indonesia tidak diskriminatif, tapi dalam kenyataanya hukum itu pilih kasih, tajam ke bawah, tumpul ke atas,” beber Guz Wid.

Guz Wid yang juga menjabat Sekjen Federasi Kartunis Indonesia (PAKARTI) ini juga sudah mengoleksi banyak penghargaan internasional, diantaranya Grand Premio Tryactiora 16th, Salao Humor Taborda 2011, Argentina. Karya Terbaik Kompetisi Karikatur Internasional St. Petersburg 2011 di Rusia.

Pemenang pertama 27 Colicomix International Cartoon Contest 2020 Columbia. Guz Wid juga sukses menyabet Finalis ke-3 Kontes Kartun Internasional Our Heritage Jerusalem 2019, hadiah Tema SICACO 2019, hadiah Terpilih Biennale Kartun Internasional Jiaxing ke-9 China 2019, dan masih banyak lagi. (N1)

Share :

Baca Juga

Happy Asmara dengan lagu barunya 'Akhire Pisahan'. (Foto:nyatanya.com/YouTube Adhigana Music)

Panggung

Happy Asmara ‘Akhire Pisahan’
FDJ Emily Young. Foto: nyatanya.com/screenshot YouTube Rumah Musik Kita

Panggung

Asyik, FDJ Emily Young Garap Lagu ‘Lewat Angin Wengi’ Versi Kentrung
Niken Ratri. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Panggung

Niken Ratri, Mengejar Mimpi Menjadi Penyanyi

Panggung

Raffi Ahmad dan Artis Papan Atas Meriahkan Pembukaan PON XX Papua
(Foto:nyatanya.com/dokumentasi pribadi)

Panggung

Uut Salsabila dan Dunia Campursari
Mahalini 'Melawan Restu'. (Foto: YouTube HITS Record)

Panggung

‘Melawan Restu’ Mahalini Teratas di Indonesian Top Hits
Denny Caknan dan Ndarboy Genk. (Foto: YouTube DC Production)

Panggung

Denny Caknan dan Ndarboy Genk Kenalkan ‘Ojo Nangis’
Pengunjung melihat display “Pop-Up” Expo yang dihelat di Plaza Ambarrukmo. (Foto: Agoes Jumianto)

Panggung

JFFE 2021 Hadirkan Nilai Kolaborasi Festival Melalui “Pop-Up” Expo