Home / Plus

Senin, 20 Desember 2021 - 21:28 WIB

Hetero Space Gairahkan Insan Kreatif, Undang Dosen DKV ISI Surakarta sebagai Narasumber Diskusi

Talkshow#1 bertajuk

Talkshow#1 bertajuk "Kolaborasi Kampus dan Industri Kreatif, Mau Dibawa Kemana?" pada Sabtu (18/12/2021) mewarnai agenda dibukanya Hetero Space Solo. (Foto: Dok DKV ISI Surakarta)

NYATANYA.COM, Surakarta – Insan kreatif saat ini sangat memerlukan lokasi atau tempat yang diproyeksikan sebagai wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif Soloraya, dimana dibutuhkan sebuah ruang kolaborasi atau sering disebut co-working space.

Lokasi ini akan ada sejumlah area yang bisa dimanfaatkan para anak muda kreatif menuangkan gagasan, inovatif dan dan menuangkan kreativitasnya.

Keinginan tersebut akan segera terwujudnya, dimana kota Solo di akhir tahun 2021 kini telah memiliki co-working space, dengan nama Hetero Space Solo.

Tempat representatif sebagai wadah para insan kreatif untuk mambangun jejaring dan berkolaborasi ini terletak di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 92 Jebres Surakarta atau eks gedung lama Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo.

Sebelum acara resmi dilaunchingnya Hetero Space Solo, sebuah diskusi dalam format Talkshow#1 bertajuk “Kolaborasi Kampus dan Industri Kreatif, Mau Dibawa Kemana?” dihelat pada Sabtu (18/12/2021).

Dengan menghadirkan tiga narasumber, Ipung Kurniawan Yunianto, S.Sn., M.Sn selaku dosen Prodi DKV FSRD ISI Surakarta. Kresnha Bayu S, dosen FKIP Universitas Sebelas Maret dan Victor Pundhi dari El Samara Co-working Space.

Keterlibatan salah satu dosen Prodi DKV FSRD ISI Surakarta dalam kegiatan sebagai wujud aspek pendukung industri kreatif, khususnya di wilayah Solo Raya.

Baca juga   Pemkot Surakarta Terima Bantuan 1.000 Paket Telur dan Ayam

Dalam diskusinya, Ipung menyampaikan peran lingkup akademis dan dunia usaha dalam kontribusi positif memajukan perekonomian nasional dengan memaksimalkan peran co-working space sebagai jembatan yang menghubungkan kebuntuan konektivitas keduanya.

Selain itu bidang desain komunikasi visual sebagai sub sektor industri kreatif menjadi hal penting dan bidang ilmu yang lagi trend di masa sekarang.

Menurut Ipung Kurniawan Yunianto menjelaskan bahwa co-working space yang ada saat ini berdiri di kota bengawan dengan positioning pintu pertama yang seharusnya dimanfaatkan teman muda untuk mengasah passion, kapasistas kewirausahaan serta sebagai batu loncatan yang akan menjadi pengalaman bagi generasi muda untuk belajar dan bertemu dengan circle bisnis yang tepat dan sesuai dengan oksistem bisnisnya.

Selanjutnya, harus meningkatkan kapasitas bisnis dengan mencari-temu circle lain lagi dalam upaya upgrading agar sebuah usaha yang dijalankan bisa hidup, berkebang dan berkelanjutan.

“Sebagai generasi muda dalam experience dalam memulai dan mengembangkan usaha, sehingga  tak perlu canggung untuk memaksimalkan fungsi co-working space sebagai wahana untuk komunikasi, bertukar pikiran, menemukan partner, investor, relasi bisnis, bantuan pendampingan perijinan, urusan adminsitrasi, serta mentor bisnis yang tepat,” jelas Ipung.

Baca juga   Disparpora Kenalkan "Iket Jingkengan" Khas Magelang Lewat Pelatihan

Ditambahkan Ipung, segudang manfaat yang di dapatkan di Co-working Space ini mejadi garansi yang dibutuhkan dan diperlukan oleh teman-teman generasi muda dalam memulai bisnisnya.

Seperti diketahui, pembangunan co working space ini merupakanhasil gotong royong kolaborasi yang dijalin Forum Komunikasi BUMD Jateng, Forum Komunikasi BUMN, seta BUMN Infrastruktur yang berhasil mengumpulkan dana hingga Rp2,2 miliar untuk pembangunannya dimana grand opening Hetero Space Solo dilakukan pada Minggu (19/12/2021) oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Untuk memeriahkan peresmian Hetero Space , Pemprov Jateng bersama dengan beberapa pihak menggelar Hetero Festival yang dimulai pada Sabtu – Senin, 18 – 20 Desember 2021.

Dalam Hetero Space Solo nantinya akan ada booth camp, private office, event space, pendapa, maker space, ruang fotografi dan entertainment area, sedangkan area pendapa bisa dipakai berkreasi budaya dan seni.

Sedangkan maker space ada dua jenis, yaitu maker space makanan (food) dan kayu (wood). Selain itu disediakan ruang entertainment sebagai wahana berjejaring, berkolaborasi, dan diskusi.

(*/Aja)

Share :

Baca Juga

Sebanyak 30 siswa SMA Negeri 2 Temanggung disiapkan menjadi agen perubahan antiperundungan. (Foto:Diskominfo Jateng)

Plus

SMAN 2 Temanggung Siapkan Agen Anti Bullying
Suasana pada sebuah warung Hik. Sebanyak 51 budaya asal Jawa Tengah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), salah satunya adalah warung Hik. (Foto:Diskominfo Jateng)

Plus

Mendoan, Sate Kere hingga Warung Hik, Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Miftahudin Nur Ihsan dan batik bertema Covid-19 produksinya. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Miftahudin Ciptakan Batik Bertema Vaksin Covid-19
Melalui International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) ke-14 tahun 2021, lima pelajar Indonesia berhasil meraih satu medali perak dan empat medali perunggu. (Foto: Kemendikbudristek)

Plus

Tim Indonesia Raih 5 Medali pada IOAA ke-44 di Colombia
Erwin Dianawati menunjukkan jamu serbuk “Racik Sewu”. (Foto: Humas/beritamagelang)

Plus

Racik Sewu, Inovasi Jamu Gendongan yang Dikemas Kekinian
Siapa sangka jika minyak jelantah alias mijel bisa diolah menjadi sabun cuci, Susi sudah membuktikannya. (Foto: Diskominfo Klaten)

Plus

Susi Sukses Olah Mijel Menjadi Sabun Cuci
(Foto: MC diskominfo Prov Jatim)

Plus

Jos Gandos! ITS Raih 10 Penghargaan Kompetisi Robotika Internasional
Yuri Dulloh tampak semangat dan sumringah saat menunggui stand kopinya, pada peresmian Dekranasda Jateng Store di Bandara Yogyakarta International Airport, Kulon Progo, Kamis (13/1/2022). (Foto: Diskominfo Jateng)

Plus

Dekranasda Jateng Store Rambah Bandara YIA, Pelaku UMKM Sumringah