Home / Wisata

Selasa, 15 Februari 2022 - 22:32 WIB

Hotel Tak Bisa Naikkan Tarif Seenaknya, Pemerintah Berlakukan Ambang Batas Harga Hunian Jelang MotoGP Mandalika

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: InfoPublik)

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: InfoPublik)

NYATANYA.COM, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan telah menyiapkan opsi untuk mengantisipasi lonjakan harga, baik penginapan maupun transportasi seperti penyewaan kendaraan, jelang dan selama gelaran MotoGP Mandalika 2022.

Salah satunya adalah akan dikeluarkan Peraturan Gubernur yang menetapkan ambang batas dengan pengaturan zona, zona utama, zona satu, dan zona penyangga.

“Akan dikeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) NTB untuk memberikan ambang batas biaya kamar per malam dan biaya transportasi,” katanya saat rapat Sinkronisasi Mingguan MotoGP Mandalika 2022 secara virtual, Selasa (15/2/2022).

Selain itu, pihaknya juga menambah akomodasi, diantaranya penyediaan hotel terapung yang berkolaborasi dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia/PELNI (Persero) dan Pelindo, operator kapal pesiar, operator kapal phinisi, pemanfaatan hunian yang layak di sekitar Mandalika, dan balai-balai pelatihan milik kementerian/lembaga.

Penyiapan camping ground (CG) bekerja sama dengan operator seperti Eiger dan BoboBox, serta opsi akomodasi di Bali, ujarnya.

Rencananya, untuk CG akan dibangun di Zona Barat dan Timur Mandalika oleh pemerintah yang saat tengah mematangkan konsep penempatannya.

Baca juga   Besok, Presiden Jokowi akan Audiensi dengan Pembalap MotoGP di Istana Negara

Kemenparekraf akan melakukan koordinasi dengan Pemprov NTB dan pihak-pihak terkait seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk memetakkan sebaran akodomasi di daerah tersebut.

Pemetaan ini termasuk meninjau tingkat okupansi guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan kamar hotel, homestay, dan sarana hunian pariwisata (sarhunta).

Pada kesempatan tersebut, Menparekraf juga menngungkapkan jika tingkat keterisian hotel di sekitar lokasi ajang balapan MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) per Selasa (15/2) telah penuh.

Sementara diluar kawasan Mandalika, masih bervariasi dengan rata-rata mencapai 50 persen, sehingga masih tersedia kamar bagi masyarakat yang hendak datang menonton atau sekedar berwisata merasakan nuansa balapan MotoGP Mandalika 2022.

“Hari ini di Mandalika 100% tapi daerah di luar Mandalika masih bervariasi rata-rata angkanya adalah kitar 50% atau lebih rendah,” kata Sandiaga.

Kemenparekraf, kata Sandi, selalu melakukan pantauan terkait hal ini, khususnya pembaruan data rutin yang dilakukan Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Di tiga Gili (Gili Trawangan, Gilir Air, dan Gili Meno) pun tersedia sekitar 5.600-an kamar dan masih banyak kamar yang belum dipesan untuk event MotoGP,” ucap Menparekraf.

Baca juga   Kecelakaan Lagi, Marc Marquez Dilarikan ke RSUD Mataram Menggunakan Helikopter Basarnas

Kemenparekraf juga akan memastikan verifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) pada sarhunta yang telah dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusron Hadi yang juga hadir dalam rapat virtual mengharapkan pihaknya dapat sedini mungkin memperoleh informasi terkait hotel atau penginapan yang termasuk dalam penerapan sistem travel bubble.

Hal tersebut terkait dengan kesiapan dari petugas hotel yang akan menjalani tes PCR dan penataan tempat tes kesehatan bagi para tamu hotel serta rombongan kru dan peserta balapan sebelum alam ajang MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika digelar.

“Untuk antisipasi saat MotoGP sedapat mungkin kami memperoleh informasi dini hotel mana saja yang masuk dalam travel bubble, sehingga kami bisa siapkan karyawan hotel untuk tes PCR serta penataan space dari travel bubble,” kata Yusron.

(N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Ternyata belum semua wisatawan menginstal plikasi PeduliLindungi sebagai syarat mengunjungi Candi Borobudur. (Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

Masih Banyak Wisatawan Belum Instal Aplikasi PeduliLindungi
Wahana wisata edukasi Taman Pintar Yogyakarta yang terletak di Jalan Panembahan Senopati Yogyakarta, mulai Rabu 20 Oktober 2021 telah kembali dibuka. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Wisata

Taman Pintar Dibuka Kembali, Ini Ketentuannya yang Harus Dipatuhi Pengunjung
Kemenparekraf menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 1,8 juta sampai 3,6 juta. Angka itu difokuskan untuk dicapai dengan mengusung konsep pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di tengah situasi pandemi Covid-19. (Foto: Biro Komunikasi Kemenparekraf)

Wisata

Perbanyak Event, 2021 Kemenparekraf Trargetkan 2,6 Juta Wisman
Setelah sukses menarik perhatian kaum milenial agar menyukai jamu, kini Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kampung Jamune Bu’e melakukan inovasi dengan melaunching Taman Edukasi. (Foto: MC Batang)

Wisata

Wujudkan Destinasi Wisata Terkoneksi, Kampung Jamune Bu’e Melaunching Taman Edukasi
Harga tiket wisatawan regular tidak berubah, yaitu sebesar Rp50.000 untuk dewasa dan Rp25.000 untuk anak-anak. Sementara tiket wisatawan mancanegara $25 untuk dewasa, dan $15 untuk anak. Kebijakan tiket khusus hanya untuk wisatawan yang berkeinginan untuk naik bangunan Candi Borobudur. Foto: @media_twc

Wisata

Dukung Konservasi, PT TWC Dukung Pembatasan Akses Naik ke Candi Borobudur
Bakmi rebus Suwarni yang berada di Dukuh Kalikuning, Ngemplak, Kalikotes, Klaten ini jadi jujugan pelanggan luar kota. (Foto: Diskominfo Klaten)

Wisata

Bakmi Rebus Suwarni Kali Kuning Klaten, Jadi Favorit Warga Perantauan
Kemegahan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #7. Foto: Humas Pemkot Yogya

Wisata

Kemegahan Wayang Jogja Night Carnival #7 Pukau Wisatawan Mancanegara
Pengukuhan desa wisata di Pendapa Museum Kartini, Kamis (16/6/2022) oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Rembang Mutaqin. Foto: Kominfo Remban

Wisata

Tambah 12 Desa, Kabupaten Rembang Kini Miliki 28 Desa Wisata