Home / News

Selasa, 22 Maret 2022 - 14:24 WIB

HUT ke-38, Sejarah Kota Mungkid Diungkap

Seminar Daring

Seminar Daring "Menelusuri Sejarah Kota Mungkid" yang digelar Senin (21/3/2022). (Foto:humas/beritamagelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38, sejarah Kota Mungkid sebagai ibu kota Kabupaten Magelang diungkap dalam Seminar Daring “Menelusuri Sejarah Kota Mungkid” yang digelar Senin (21/3/2022).

Talkshow ini menghadirkan beberapa narasumber, yakni sejarawan yang merupakan Konsultan Ahli di Laboratorium de Vorstenlanden FIB UNS, Harto Juwono, kemudian mantan Arsiparis Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Magelang, Anang Kusbandianto serta keynote speaker Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi.

Kegiatan ini digelar oleh media Harian Jogja dengan dukungan dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Bappeda Litbangda serta Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Magelang.

Mengawali paparannya, Harto Juwono mengatakan hari lahir bisa berdasarkan mulai berfungsinya sesuatu atau peletakan batu pertama.

Namun, yang penting adalah aspek political atau administration history yang menjadi titik tolaknya dan pendekatan historis tidak bisa tanpa data.

Baca juga   Pembangunan Jembatan Jalur Aksis Budaya Mendut Sudah Selesai

“Ada tiga ukuran, data, fisik dan fungsi. Indonesia sudah ada sejak sebelum 17 Agustus 1945, yaitu saat 28 Oktober 1928, Sumpah Pemuda sudah ada yang menyebut Indonesia. Jadi, hari lahir itu sudah sejak sebelum merdeka,” paparnya.

Ia menegaskan arsip menjadi tumpuan rujukan sumber informasi, karena memiliki syarat-syarat yang bisa digunakan untuk kegiatan administrasi yakni aspek otentisitas, originalitas, integritas dan kredibilitas. Arsip memiliki kekuatan legal administration beda dengan legenda.

Selanjutnya, Bela Pinarsi mengatakan Pemerintah Kabupaten Magelang masih terus menggali sejarah dan arsip dari berbagai sumber bahkan yang ada di individu, keluarga, lembaga.

“Nanti dikumpulkan lagi. Maka sekarang perlu menjaga hubungan baik dengan masyarakat yang punya informasi tentang sejarah Kabupaten Magelang agar kita tidak kehilangan sejarah,” katanya.

Anang Kusbandianto mengatakan lahirnya Kota Mungkid tidak lepas dari tokoh drh. Soepardi, walaupun memimpin Magelang hanya 3,5 tahun. Drh. Soepardi dilantik sebagai Bupati Magelang pada 22 Maret 1979, di kantor kabupaten di Kota Magelang.

Baca juga   BPBD Semarang Pasang Lima EWS Antisipasi Tanah Longsor

Setelah bertugas melihat Kota Magelang, ia menilai terlalu padat karena ada kantor Pembantu Gubernur, Kantor Pemerintah Kota Magelang, Kantor Pemerintah Kabupaten Magelang, Akademi Militer serta Resimen Induk Daerah Militer (Rindam).

Ia menggagas untuk memindahkan ibu kota kabupaten. Lalu dibentuklah tim survei, melibatkan Universitas Diponegoro. Ada empat wilayah yang disurvei yaitu Muntilan, Mungkid, Mertoyudan dan Secang.

Hasilnya Kecamatan Mungkid yang paling layak. Hasil ini dimintakan persetujuan DPRD lalu disampaikan kepada Gubernur dan Dirjen Pemerintahan Otonomi Daerah.

“Setelah survei ulang kemudian lahir PP 21/1982 tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Magelang dari Pemerintah Kotamadya Daerah Dati II Magelang ke Kota Mungkid wilayah Dati II Magelang,” ungkapnya.

(N1)

Share :

Baca Juga

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak ke Pasar Bulu Kota Semarang, Selasa (5/4/2022) untuk mengecek ketersediaan serta harga minyak goreng di pasaran. (Foto:Humas Jateng)

News

Temukan Minyak Goreng Curah Dijual Hingga Rp22 Ribu, Ganjar: Sistem Distribusi Harus Diubah
Ilustrasi laut selatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Foto: Agoes Jumianto

News

Peringatan Dini Banjir Rob di Wilayah Pesisir Selatan Jateng dan Yogyakarta, Berlaku 4 – 11 Januari 2023
Puan Maharani berikan paparan di hadapan penguasaha kecil-menengah bahwa peran aktif pemerintah sangat penting guna mampu berkompetisi tingkat dunia. (Foto: Istimewa)

News

Berkompetisi di Ajang Dunia, Puan Berharap Peran Aktif Pemerintah Membina Usaha Kecil
Jumlah pemirsa televisi di 11 kota tercatat melonjak, dari 59 persen pada 1 Desember 2022 menjadi 73 persen menjelang 1 Januari 2023. Foto: Agus Siswanto/InfoPublik

News

Survei Nielsen: Pemirsa TV Digital di 11 Kota Melonjak hingga 73 Persen
Presiden Joko Widodo. Foto: BPMI Setpres

News

Awali Pidato Kenegaraan, Jokowi Sebut Indonesia 5 Besar Negara Vaksin Covid-19
Presiden Jokowi. (Foto: BPMI/Setpres)

News

Pertemuan FMCBG G20, Presiden: Tunjukkan Kontribusi Indonesia Terhadap Pemulihan Ekonomi Dunia
Foto Biro Humas DPR

News

Forum Parlemen Dunia Apresiasi untuk Indonesia di IPU ke-144
Ilustrasi: nyatanya.com

News

PPKM Minimalisir Paparan Covid-19 di Wilayah Industri di DIY