Home / News

Selasa, 17 Agustus 2021 - 16:49 WIB

HUT ke-76 RI di Yogya Digelar Sederhana, Sri Sultan Ajak Warga Berbesar Hati

Sri Sultan saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-76 RI di Istana Kepresidenan Yogyakarta. (Foto: Humas Pemda DIY)

Sri Sultan saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-76 RI di Istana Kepresidenan Yogyakarta. (Foto: Humas Pemda DIY)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – “Peringatan Proklamasi Kemerdekaan ke-76 RI dengan tema Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh ini, meski beda ruang dan waktu, rasanya ada kesamaan situasi, sama-sama di saat chaos, yang serba kacau,” ungkap Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Selasa (17/8/2021) pagi.

Demikian disampaikan Sri Sultan saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-76 RI di Istana Kepresidenan Yogyakarta (Gedung Agung).

Meski tak dimeriahkan dengan aubade, serta dentuman bunyi meriam sebagai penanda peringatan detik-detik proklamasi, upacara yang dimulai tepat pukul 07.00 pagi itu digelar terbatas sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan berlangsung khidmat.

Selain Sri Sultan, hadir pula Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji, Ketua DPRD DIY Nuryadi, serta Pimpinan Forkompimda DIY. Peserta upacara pun hanya berasal dari aparat yang bertugas, tak mengundang peserta didik maupun perwakilan institusi sebagaimana biasa dilakukan sebelum pandemi.

Lanjut Sri Sultan pada pidato yang disampaikan, sejatinya pada setiap chaos, manusia hendaknya dapat mengambil hikmah dan pelajaran di dalamnya. Termasuk harus dapat mengambil pelajaran atas pandemi Covid-19 yang melanda DIY.

Baca juga   DIY Siapkan Pembukaan Sektor Non Esensial

“Maka, jika Covid dipandang layaknya rhizoma, ia berpotensi menumbuhkan rimpang dan tunas yang memunculkan daun. Dengan metafora rhizoma ini, pandemi pun bisa ditempatkan sebagai positif chaos yang menyemai banyak peluang pertumbuhan,” jelas Sri Sultan.

Hal tersebut dapat diartikan bahwa ketika saat penyebaran virus terjadi, kita harus bekerja di rumah. Dengan demikian, kreativitas akan lahir.

“Kita akan dipaksa untuk sering mencuci tangan dan memakai masker, dampaknya kita terbiasa dengan budaya bersih. Dampak kelanjutannya, setiap komunitas akan bersikap lebih peduli lingkungan. Maka, kerusakan alam pun bisa terkurangi secara signifikan,” urai Ngarsa Dalem.

Sri Sultan juga menyampaikan pesan agar masyarakat senantiasa melakukan pengetatan demi menekan laju penularan Covid-19. Dengan adanya sikap kooperatif seluruh lapisan masyarakat tersebut, DIY sebagai kesatuan aglomerasi dapat menunjukkan tren yang terus membaik.

“Dalam kaitan itu, saya sudah mengingatkan, bahwa pepatah “mangan ora mangan waton kumpul” yang dulu lekat sebagai ikatan kekerabatan kita, kini tidak tepat lagi untuk dijadikan anutan keluarga. Karena itu, bagi yang terpapar harus berbesar hati dan rela dipindahkan ke shelter atau isolasi terpadu secara berjenjang,” pesan Sri Sultan.

Baca juga   Kodim Yogya dan Kopassus Bantu Evakuasi Pasien Covid-19

Dengan adanya kontrol kita pada kelompok terendah, diharapkan tingkat penularan di tingkat keluarga dan RT bisa ditekan.

“Insyaallah secara bertahap kondisi kita akan terus membaik, hingga bisa hidup normal kembali dengan cara baru. Saya mengajak seluruh warga untuk menumbuhkan optimisme dan saling percaya antar kita untuk melawan Covid-19 yang tak bisa diramalkan sampai kapan berakhirnya.”

Meski demikian, Sri Sultan menegaskan, bahwa pola kehidupan baru nantinya harus dapat menerima konsekuensi hidup berdampingan dengan Covid-19.

“Dengan penemuan vaksin, bahkan mungkin nanti obat anti Covid-19, akan bisa memberi jaminan kesehatan dan rasa aman. Kita juga harus percaya, bahwa di balik kesulitan selalu ada kemudahan,” tutup Ngarsa Dalem. (*)

Share :

Baca Juga

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat meninjau vaksinasi Covid-19 di SDN Tegalrejo I. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Pemkot Yogya Vaksinasi Warga Hasil Penyisiran Data
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Di Magelang 64 Orang Sembuh dari Covid-19
Penampakan Gunung Merapi pukul 07.35 WIB dilihat dari pos Panguk. (Foto:nyatanya.com/BPPTKG)

News

Tiga Kali Awan Panas Gunung Merapi Meluncur ke Arah Barat Daya dan Tenggara
Menurut Haryati, bahan pangan yang mengalami fluktuasi harga di antaranya adalah cabai rawit dan minyak goreng. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Pekalongan)

News

Jelang Idul Adha, Stok Pangan Dipastikan Aman
Ganjar Pranowo memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (5/7/2021). (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda Jateng)

News

Tiga Hari PPKM Darurat di Jateng 1.706 Pelanggar Terjaring Operasi
Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan Wakil Gubernur KGPAA Paku Alm X. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

Jatah Oksigen DIY Ditambah 47,6 Ton Setiap Hari
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Kasus Posititif Covid-19 DIY Tambah 1.862, Sembuh 1.125 Kasus
Pemerintah Kabupaten Temanggung dan Kementerian Pertanian siapkan lahan seluas 300 hektare sebagai lumbung pangan hortikultura. (Foto: Diskominfo Temanggung)

News

Antisipasi Anjloknya Harga Cabai, Temanggung Siapkan Lumbung Pangan Hortikultura