Home / Buku

Rabu, 16 Juni 2021 - 15:32 WIB

Indonesia Melawan Corona Ala Kartunis

Buku Indonesia Melawan Corona Ala Kartunis. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Buku Indonesia Melawan Corona Ala Kartunis. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Sampai hari ini pandemi Covid-19 seperti kian tak terkendali. Jumlah terpapar Corona semakin meninggi. Berbagai upaya dilakukan untuk membangun kesadaran beradaptasi dengan kebiasaan baru, dan patuh prokes.

Kartunis Indonesia yang tergabung dalam Federasi Kartunis Indonesia (PAKARTI) punya cara tersendiri untuk melawan Corona. Lewat gambar-gambar kartun, mereka melihat, mencermati, sekaligus mengkritisi segala tentang Corona. Melalu gambar kartun mereka ikut membangun kesadaran semua pihak, bahwa Corona itu nyata dan musti dilawan.

Sedikitnya 100 kartunis Pakarti ini mengumpulkan karya-karya mereka bertema Corona dan diterbitkan dalam sebuah buku setebal 250 halaman berjudul “Indonesia Melawan Corona Ala Kartunis”.

Baca juga   Angka Kecelakaan Kerja Masih Tinggi

Ketua Pakarti, Agoes Jumianto dalam kata pengantarnya di buku yang diterbitkan oleh Penerbit Graha Ilmu ini menjelaskan, buku kumpulan kartun “Indonesia Melawan Corona Ala Kartunis” hadir bukan sekadar memberi gambaran, wawasan, pemahaman, tentang apa itu Covid-19, tetapi juga hadir sebagai kawan yang siap menemani dan menghibur masyarakat di tengah krisis. Utamanya mereka yang ikut ‘berperang’ melawan pandemi, dengan tetap di rumah.

Salah satu karya kartun di buku Indonesia Melawan Corona Ala Kartunis. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Buku yang disusun Agoes Jumianto, Jajak Ary Nughroho, dan Yere Agusto ini ikut memberikan pengantar, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Baca juga   Pembangunan Ekonomi Daerah dan Desa Masih Banyak Kendala

“Sebuah ide dan respon yang cerdas saya pikir. Karena di saat berfikir Corona ini mematikan segala sektor usaha, masih ada orang-orang yang tidak mau menyerah begitu saja. Kudu tetep obah meski ono wabah, demikian tulis Ganjar Pranowo.

Buku ini sejatinya diterbitkan secara digital dan bisa dinikmati secara gratis melalui aplikasi Walang. Meski demikian, pembaca yang ingin memiliki buku cetaknya bisa juga memesan lebih dahulu ke penerbit. (N1)

Share :

Baca Juga

Prof. Ir. Supriharyono. M.S., PhD. dan buku Manajemen Sumberdaya Perairan. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Buku

Pencemaran Perairan Semakin Parah! Diperlukan Upaya Ekstra Penyelamatan
Buku Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan penulis Ir. Anizar, M.Kes. (Foto:dokumentasi Graha Ilmu)

Buku

Angka Kecelakaan Kerja Masih Tinggi
Saparatu, layanan pinjam buku tanpa perlu turun dari motor yang dikembangkan Perpustakaan Kota Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Buku

Perpustakaan Kota Yogya Kembali Layani Peminjaman Buku ‘Drive Thru’
Christanti Zaenal Arifin menggelar 'Bunda PAUD Mengajar' dengan membacakan dongeng bagi anak-anak. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Magelang)

Buku

Tingkatkan Literasi Anak, Bunda PAUD Bacakan Dongeng Secara Daring
Vini Indriasari dan bukunya Citra Digital dengan Remote Sensing. (Ilustrasi grafis: nyatanya.com/Foto: dokumentasi Teknosain)

Buku

Data Satelit Bisa Diperoleh Secara Gratis
Buku terbaru karya I Wayan Candra Winetra dan Edhy Sutanta. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Buku

Ditemukan Cara Mudah Membuat Game
Buku Pembangunan Ekonomi Daerah dan Desa. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Buku

Pembangunan Ekonomi Daerah dan Desa Masih Banyak Kendala
Buku Diplomasi Indonesia di Era Global yang ditulis Desy Nur Aini Fajri bersama mahasiswanya. (Ilustrasi/Foto: dokumentasi Graha Ilmu)

Buku

Meski Pandemi, KBRI Beijing Terus Lakukan Diplomasi