Home / Panggung

Senin, 27 September 2021 - 21:53 WIB

Ini Istimewanya Yogya, Vaksinasi Live Painting On The Spot

GKR Hemas menggoreskan kuas mengawali kegiatan Vaksinasi Live Painting On The Spot yang digelar di Sasono Hinggil Kraton Yogyakarta. (Foto: Humas Pemda DIY)

GKR Hemas menggoreskan kuas mengawali kegiatan Vaksinasi Live Painting On The Spot yang digelar di Sasono Hinggil Kraton Yogyakarta. (Foto: Humas Pemda DIY)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Berbagai cara dilakukan oleh Pemda DIY guna mempercepat vaksinasi diberbagai kalangan agar mampu segera mewujudkan kekebalan komunal.

Salah satunya seperti vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika yang digelar Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia, di Sasono Hinggil Kraton Yogyakarta, Senin (27/9/2021) yang mengemas kegiatan vaksinasi dalam balutan live painting on the spot bersama 10 perupa terkemuka di DIY, sehingga terasa istimewa.

Kurator acara live painting on the spot Kuss Indarto mengatakan, pandemi Covid-19 harus dihadapi. Pandemi ini tidak boleh menghentikan kreativitas dan produktivitas seniman khususnya kalangan perupa.

Perlu daya lenting tinggi agar kesinambungan kehidupan tetap berjalan. Menurutnya, DIY yang selama ini menyandang predikat sebagai ibu kota seni rupa Indonesia mendapat tantangan tersendiri untuk tetap eksis ditengah dampak pandemi.

Ada 3 hal substantif terkait keterlibatan kalangan perupa DIY dalam momentum vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika ini. Pertama adalah bentuk tanggungjawab kolektif lintas kalangan untuk ikut segera mewujudkan tercapainya target herd immunity.

Kedua partisipasi kalangan perupa turut memperkuat spirit kebangsaan yang berbasis pada keberagaman sebagaimana tema Bhinneka Tunggal Ika yang dilekatkan pada gerakan vaksinasi massal. Kepeloporan Yogyakarta sebagai basis kota perjuangan dan nasionalisme parlu terus diwujud nyatakan dalam berbagai gerakan budaya.

Baca juga   1.038 Kasus Positif Covid-19 di DIY, Sembuh Hari Ini

“Nomer 3 adalah upaya terobosan membuka ruang kreativitas dan produktivitas yang diharapkan akan direspon baik oleh masyarakat yang ibaratnya menjadi suplai oksigen bagi kalangan perupa. Sebagian tentunya tetap akan diwujukan dalam wujud aksi sosial bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19,” ujar Kuss.

Perupa Putu Sutawijaya yang turut berpartisipasi mengungkapkan bahwa dirinya merasa terhormat mendapat undangan di acara ini. Putu ingin memberi kesaksian lewat karyanya bahwa para seniman harus tetap kuat, tangguh dan optimis menghadapi masa depan meski tengah dilanda situasi pandemi yang memprihatinkan.

Acara live painting on the spot ini baginya juga merupakan sosialisasi dalam bentuk yang berbeda dengan kelompok-kelompok sosial masyarakat yang beragam di Yogyakarta, bahkan Indonesia.

Apalagi, perupa yang juga pemilik Sangkring Art Space ini juga sudah divaksin dua kali, dan ingin memberi semangat pada komunitas seni dan masyarakat luas bahwa kesehatan itu penting untuk diperhatikan.

“Dunia kesenian harus tetap bergerak untuk membangun peradaban,” ucapnya.

Kurator acara live painting on the spot Kuss Indarto mengatakan, pandemi Covid-19 tidak boleh menghentikan kreativitas dan produktivitas seniman khususnya kalangan perupa. (Foto: Humas Pemda DIY)

Beberapa perupa terkemuka seperti Nasirun, Putu Sutawijaya, Budi Ubrux, Bambang Herras, Dewa Mustika, Astuti Kusumo, Bayu Wardhana, Made Toris Mahendra, Hari Budiono dan Sidik Marto Wijoyo turut berpartisipasi aktif pada acara ini.

Baca juga   Muchid Rahmat, Kartunis Kendal dengan Setumpuk Prestasi

Nantinya karya 10 perupa kondang ini akan dilelang secara terbuka pada 7 Oktober 2021 mendatang di Bale Raos Kraton Yogyakarta. Acara lelang lukisan sekaligus memperingati momentum hijrahnya pendiri Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono l dari Pesanggrahan Ambarketawang ke Kraton Yogyakarta pada 7 Oktober 1756.

Sementara itu, GKR Hemas yang ikut hadir pada acara vaksinasi mengapresiasi kegiatan ini. Dukungan berbagai pihak dalam percepatan vaksinasi ini menjadi sesuatu yang sangat diapresiasi oleh GKR Hemas, mengingat target vaksinasi harus segera dicapai.

Menurut GKR Hemas, keterlibatan perupa dalam menyemarakkan vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika ini adalah salah satu bentuk keistimewaan masyarakat DIY yang kental dengan jiwa kegotong royongan.

Seni dan budaya adalah dua hal yang menjadi nadi dari DIY, yang mampu mendukung kebangkitan segala aspek, baik ekonomi, pendidikan, maupun berbagai hal lain. Untuk itu, Pemda DIY sangat terbantu dengan dukungan dari para pelaku seni ini dalam mempercepat vaksinasi. GKR Hemas optimis jika seluruh komponen masyarakat bersatu padu kesulitan apapun dapat teratasi.

“Upaya menghadapi tantangan hidup dengan semangat kebersamaan ini kiranya dapat diikuti komponen masyarakat lain dalam berbagai bentuk gerakan sosial yang beraneka rupa secara berkesinambungan,” kata GKR Hemas. (*)

Share :

Baca Juga

Dokumenter video gotong royong. (Foto:FKY2021)

Panggung

FKY 2021, Media Warga Mencatat dan Mencatat Warga
Kemeriahan Wayang Jogja Night Carnival edisi 2019. (Foto: Tangkapan layar YouTube Evio Media)

Panggung

Wayang Jogja Night Carnival #6 Digelar 7 Oktober 2021
Pentas perdana Royal Orchestra Keraton Yogyakarta. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo DIY)

Panggung

Pentas Royal Orchestra, Sukses Tebarkan Indahnya Nada
Sidik Martowidjojo dan lukisannya berjudul "Alam Luas", ukuran 141 x 603 cm dengan media cat air di atas kertas.(Foto: agoes jumianto)

Panggung

Pelukis Sidik Martowidjojo Gelar Pameran Tunggal di Pit Mabuk Art Venue
Via Vallen dalam single Ngalah. (Foto:Nyatanya.com/YouTube ascadamusik)

Panggung

Via Vallen Rilis Single Ngalah
Rojanah Arinda Wae menjadikan dapur sebagai panggungnya menyanyi. (Foto: YouTube Rojanah Arinda Wae)

Panggung

Panggung Dangdut Libur, Rojanah Arinda Wae Nyanyi di Dapur
Halimun 'Tanpamu'. (Foto: Dokumentasi Halimun)

Panggung

Band Pop Asal Yogya, Halimun Rilis Single Anyar ‘Tanpamu’
Artwork Naughtyboy, September in Mars. (Foto: Dok.Naughtyboy)

Panggung

Naughtyboy Rilis Single Perdana “September in Mars”