Home / Wisata

Jumat, 24 September 2021 - 22:42 WIB

Inovasi Layanan KA Ikut Geliatkan Pariwisata Yogya

PT KAI terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanannya, seperti percepatan waktu tempuh, penyediaan layanan wifi gratis, dan penyediaan layanan Live Cooking di atas kereta api. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

PT KAI terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanannya, seperti percepatan waktu tempuh, penyediaan layanan wifi gratis, dan penyediaan layanan Live Cooking di atas kereta api. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Untuk meningkatkan pelayanan kepada warga masyarakat serta untuk manambah geliat pariwisata di Kota Yogya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero terus melakukan berbagai inovasi.

Berbagai inovasi tersebut yakni berupa percepatan waktu tempuh, penyediaan layanan wifi gratis, dan penyediaan layanan Live Cooking di atas kereta api.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, mengatakan untuk percepatan waktu tempuh, PT KAI melakukan dibeberapa perjalanan kereta seperti pada perjalanan KA Argo Bromo Anggrek (Gambir – Surabaya Pasar Turi pp), Argo Wilis (Bandung – Surabaya Gubeng pp), Argo Lawu (Gambir – Solo Balapan pp), Argo Dwipangga (Gambir – Solo Balapan pp), dan Taksaka (Gambir – Yogyakarta pp).

“Percepatan perjalanan ini bertujuan untuk memenuhi harapan pelanggan yang memerlukan waktu perjalanan yang lebih cepat,” ujarnya, Jumat (24/9/2021).

Pihaknya menjelaskan percepatan tersebut dapat diraih melalui peningkatan kemampuan prasarana sehingga kereta mampu melaju lebih cepat namun tetap mengutamakan keselamatan perjalanan.

“Misalnya untuk rute Gambir – Yogyakarta pulang-pergi (pp) perjalanannya kini lebih singkat menjadi hanya sekitar 6 jam saja dari sebelumnya sekitar 7 jam dengan menggunakan KA Argo Lawu dan Argo Dwipangga,” katanya.

Percepatan juga terjadi di KA lainnya misalnya KA Argo Wilis rute Bandung – Surabaya Gubeng pp lebih cepat 48 menit, sehingga waktu tempuhnya menjadi 9 jam 55 menit.

“Sedangkan Argo Bromo Anggrek rute Gambir – Surabaya Pasar Turi pp setelah pada 1 Juni 2021 telah dikurangi 14 menit, kali ini kembali dikurangi 19-20 menit sehingga kini waktu tempuhnya menjadi 8 jam 10 menit,” bebernya.

Baca juga   Pemkot Yogya Terima Donasi Konsentrator Oksigen dari Goto

Sementara untuk layanan wifi gratis tersedia pada KA Argo Bromo Anggrek, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Wilis, Taksaka, dan Argo Parahyangan. Hadirnya wifi gratis bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di era digital.

“Dengan wifi gratis, pelanggan tetap dapat beraktivitas seperti bekerja, mengakses konten hiburan, dan berkomunikasi selama dalam perjalanan,” kata Didiek.

Saat berada di kereta, lanjutnya, pelanggan dapat memilih SSID wifi dengan nama #FreeWi-fi:MacroAd untuk dapat mengakses wifi gratis selama perjalanan.

Inovasi selanjutnya adalah layanan live cooking pada KA Argo Lawu, Argo Dwipangga, Taksaka, dan Argo Wilis. Setelah sebelumnya dihadirkan pada KA Argo Bromo Anggrek pada 1 Juni 2021 lalu, PT KAI kembali menambah layanan live cooking pada KA-KA lainnya atas dasar respon masyarakat yang positif.

“Harapannya, layanan ini dapat mengobati kerinduan para penikmat perjalanan kereta api serta memberikan pengalaman berkesan saat berkuliner selama dalam perjalanan,” katanya.

Untuk menu makanannya yakni nasi goreng parahyangan legend, mie godog jawa, mie goreng jawa, dan nasi sei sapi.

Sementara terkait protokol kesehatan, para pengguna jasa kerera api jarak jauh diharuskan untuk sudah divaksin minimal dosis pertama dan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

“KAI menyediakan 64 stasiun yang melayani Rapid Test Antigen seharga Rp45.000,” jelasnya.

Bagi calon penumpang dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Baca juga   Kembangkan Wisata Halal, Gus Yasin Dorong SDM Kuasai Bahasa Arab

Selain itu, tambahnya, calon penumpang dengan usia di bawah 12 tahun masih tidak diperkenankan melakukan perjalanan dengan Kereta Api.

“Mereka harus dalam kondisi sehat, dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius. Pelanggan diwajibkan untuk menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut,” jelansnya.

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang pada kesempatan tersebut hadir sangat menyambut baik berbagai inovasi yang telah dihadirkan PT KAI.

Ia pun berharap dengan adanya inovasi tersebut dapat mendongkrak geliat pariwisata di DIY, khususnya untuk Kota Yogya.

Terkait kenyamanan dan keamanan bagj para wisatawan yang akan datang ke Kota Yogya, Wawali mengungkapkan telah mencanangkan Stasiun Yogyakarta dan kawasan Malioboro sebagai kawasan wajib memakai Masker dan wajib vaksin.

“Ini dalam rangka percepatan program pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19, khususnya di wilayah Kota Yogyakarta,” ungkapnya.

Selain itu, tambahnya pencanangan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan herd imunity bagi masyarakat. Kegiatan tersebut diawali di Stasiun Yogyakarta, dan kawasan Malioboro karena kedua tempat tersebut adalah tempat dimana masyarakat sering berkumpul.

“Karena kita ingin di tempat tempat masyarakat berkumpul harus wajib Masker dan Vaksin. Pencanangan ini akan kita lanjutkan ke tempat yang lainnya, seperti di perbatasan kota, tempat keramaian, serta tempat kegiatan masyarakat,” katanya. (*)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam acara peresmian dua spot pariwisata Puncak Waringin dan Goa Batu Cermin, dan delapan ruas jalan di Labuan Bajo, NTT, Kamis (14/10/2021). (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

Wisata

Presiden Jokowi: Wajah Labuan Bajo Kini Berubah
Bupati Kudus HM Hartopo, saat ziarah di Makam Sunan Muria. (Foto:MC Kab Kudus)

Wisata

Protokol Kesehatan di Makam Sunan Muria Diperketat
Jip Off Road, salah satu daya tarik wisata di kawasan Borobudur Highland. Foto: nyatanya.com/Instagram

Wisata

Borobudur Highland Siap Menjadi Kawasan Wisata Terpadu
Heroe Poerwadi saat menghadiri sosialisasi gerakan wisata sehat yang diadakan oleh Direktorat Informasi, Komunikasi, Perekonomian, Maritim, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, di kampung Notoprajan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Wisata

Gerakan Wisata Sehat, Upaya Pulihkan Ekonomi Pariwisata Kota Yogya
Teh Talua, minuman khas Sumatera Barat. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Wisata

Teh Talua, Rasanya Nendang Bikin Pria Tambah Garang
Taman Pintar Virtual Guide dan Taman Pintar 360 Derajat jadi layanan baru bagi wisatawan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Wisata

Apa Itu Taman Pintar Virtual Guide dan 360 Derajat yang Baru Diluncurkan?
Seorang warga memegang bagian miniatur kincir air yang dipajang di obyek wisata pemandian air hangat Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Minggu (10/10/2021). Miniatur kincir air dibuat perajin setempat dari bahan bambu dan diminati pengunjung sebagai suvenir dan hiasan rumah dengan harga miniatur kincir air Rp150.000,00/buah. (Foto: MC Kab. Blora/Teguh)

Wisata

Miniatur Kincir Air Jadi Souvenir Apik Wisata Pemandian Air Hangat Nglobo
Acara penghargaan Joglosemar Tourism Awards 2021/2022. Foto: nyatanya.com/IG media_twc

Wisata

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko Raih Joglosemar Tourism Awards 2021/2022