Home / Olga

Kamis, 14 Oktober 2021 - 08:52 WIB

Jabar Semakin Kokoh di Urutan Pertama Klasemen Medali PON Papua

Petinju Jawa Barat Bram Hendra Betaubuni meluapkan kegembiraanya usai menang atas petinju Sulawesi Utara Christian Toar J. Sompota pada babak final tinju kelas berat ringan 75-81 kilogram putra PON Papua di GOR Cendrawasih, Kota Jayapura, Papua, Rabu (13/10/2021). Petinju Jawa Barat Bram Hendra Betaubuni meraih medali emas usai menang atas petinju Sulawesi Utara Christian Toar J. Sompota. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj)

Petinju Jawa Barat Bram Hendra Betaubuni meluapkan kegembiraanya usai menang atas petinju Sulawesi Utara Christian Toar J. Sompota pada babak final tinju kelas berat ringan 75-81 kilogram putra PON Papua di GOR Cendrawasih, Kota Jayapura, Papua, Rabu (13/10/2021). Petinju Jawa Barat Bram Hendra Betaubuni meraih medali emas usai menang atas petinju Sulawesi Utara Christian Toar J. Sompota. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj)

NYATANYA.COM, Jayapura – Atlet-atlet kontingen Jawa Barat semakin tak terbendung di hari ke-11 pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua, Rabu (13/10/2021).

Dalam perlombaan di 13 cabang dan disiplin yang memperebutkan 72 emas, kontingen Bumi Pasundan sukses menyapu 17 keping. Torehan sebanyak itu menjadi prestasi terbaik Jabar selama berlangsungnya PON Papua yang dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo dari Stadion Lukas Enembe, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (2/10/2021) malam.

Keberhasilan merebut 17 emas menambah perbendaharaan medali Jabar. Dalam laporan medali yang dikutip dari Panitia Besar PON Papua, Kamis (14/10/2021) pukul 06.00 WIT, Jabar telah mengoleksi 125 emas, 97 perak, dan 111 perunggu dan tak tergoyahkan di urutan pertama klasemen medali sementara.

Jawa Timur (Jatim), juara PON 2000 dan 2008, menempati posisi kedua dengan 106 emas, 86 perak, dan 78 perunggu setelah mendapat tambahan sembilan emas sepanjang pertandingan Rabu. Jabar meninggalkan Jatim dengan selisih 19 emas dan sulit untuk dikejar hingga hari terakhir PON Papua, 15 Oktober 2021.

Kondisi ini menjadikan Jabar hampir dipastikan keluar juara umum untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Ini merupakan pertama kali sejak era Orde Baru serta PON dilakukan di luar DKI Jakarta, ada satu provinsi mampu merebut posisi juara umum secara beruntun.

Baca juga   DKI Jakarta Bertemu Jatim di Semifinal Basket

“Kalau tidak ada halangan kita bisa meraih juara umum lagi. Kalau itu terjadi, ini akan menjadi bukti bahwa kita bukan jago kandang,” kata Gubernur Ridwan Kamil seperti dikutip Antara.

DKI, juara 11 kali PON, menyusul di tempat ketiga dengan 99 emas, 87 perak, dan 78 perunggu. Tuan rumah Papua masih berada di empat besar dengan torehan 87 emas, 60 perak, 99 perunggu. Seperti diprediksi sebelumnya, Bali akhirnya mampu menggusur Jawa Tengah (Jateng) dari posisi lima besar.

Bali menambah enam emas termasuk tiga keping dari matras karate dan dua lainnya dipetik dari lintasan lari 800 meter putra melalui Ketut Mertayasa dan lompat tinggi putri atas nama Ni Made Eppi Wilantika.

Sekeping lainnya didapat dari perenang putri Komang Adinda Nugraha dari final 50 meter Gaya Punggung di kolam renang Kampung Harapan, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

Hasil itu membuat Bali menyabet 28 emas, 23 perak, dan 49 perunggu. Jateng di peringkat keenam dengan 25 emas, 45 perak, dan 61 perunggu. Posisi Jateng pun masih belum aman dan bisa saja kembali terlempar lantaran hanya berbeda tiga emas saja dengan Kalimantan Timur (Kaltim) di urutan ketujuh.

Baca juga   Jabar Sabet Medali Emas Pertama dari Cabor Wushu

Sepanjang Rabu, Kaltim, tuan rumah PON 2008 hanya mendulang sekeping emas dari matras kempo dan membuat koleksi medali mereka bertambah menjadi 22 emas, 32 perak, dan 40 perunggu.

PON Papua diikuti oleh 7.039 atlet dan mereka berlomba untuk memperebutkan 681 emas, 681 perak, dan 681 perunggu pada 37 cabang, 56 disiplin, dan 681 nomor pertandingan.

Mereka berlaga di 44 venue yang tersebar di empat klaster. Presiden Joko Widodo telah membuka secara resmi PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (2/10/2021) malam. PON Papua akan berakhir pada 15 Oktober 2021.

Sementara itu, Provinsi DIY yang berada di urutan 16 klasemen sementara PON Papua, sejauh ini sudah mengumpulkan 8 medali emas, 12 medali perak, dan 17 medali perunggu. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, mendorong para atlet untuk terus berjuang dengan penuh semangat dan dedikasi tinggi. Hal ini dikatakannya saat melepas 4 atlet Purbalingga ke PON XX Papua. (Foto: Diskominfo Purbalingga)

Olga

4 Atlet Purbalingga Ikuti PON XX Papua
Menpora Amali dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. (Foto:Div Humas Mabes Polri)

Olga

Kapolri Keluarkan Izin Rekomendasi Liga 1 dan Liga 2
Pertandingan dari cabang olahraga (cabor) softball menjadi pembuka gelaran PON XX. Pertandingan pertama antara tim softball putra Lampung vs Sulawesi Tenggara di Stadion Softball Agus Kafiar Universitas Cenderawasih, Jayapura, Rabu (22/9/2021). (Foto:raiky/kemenpora.go.id)

Olga

Softball Jadi Pertandingan Pertama PON XX Papua 2021
Kapolri bersama Menpora Amali menegaskan jika ada pelanggaran prokes oleh suporter maka klub yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi. (Foto:Div Humas Mabes Polri)

Olga

Menpora dan Kapolri Pastikan Sanksi untuk Klub Jika Suporter Langgar Prokes
Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi dan pujian atas torehan prestasi yang ditorehkan atlet kotingen Indonesia pada Paralimpiade Tokyo 2020. (Foto:dok/BPMI/kemenpora.go.id)

Olga

Jokowi Apresiasi Perjuangan dan Kerja Keras Atlet Difabel di Paralimpiade 2020
Atlet paralimpik Kabupaten Semarang dilepas untuk mengikuti Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI di Papua 2021. (Foto: Diskominfo Kab Semarang)

Olga

Atlet Paralimpik Semarang Optimis Raih Medali Emas Peparnas Papua
Eksebisi paramotor Pekan Olahraga Nasional (PON) XX resmi dipertandingkan di Merauke, Papua. (Foto: PB PON/Nuryani)

Olga

Eksebisi Paramotor PON Papua Digelar, 28 Atlet Berebut 12 Medali
Launching dan gatering tim PSIR yang diselenggarakan di Pendapa Museum Kartini Rembang, Kamis (21/10/2021). (Foto:MC Rembang)

Olga

Terdegradasi ke Liga 3, Sudah Saatnya PSIR Bangkit