Home / Wisata

Jumat, 17 September 2021 - 21:32 WIB

Jadi Syarat Wajib, Destinasi Wisata Harus Melengkapi CHSE dan QR Code PeduliLindungi

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta mengingatkan aplikasi PeduliLindungi dan Cleanliness, Health, Safety and Enviromental Sustainability (CHSE) menjadi syarat wajib tempat wisata bisa beroperasional apabila nanti sudah diizinkan.

Untuk itu pengelola tempat wisata dan usaha jasa pariwisata diminta segera melengkapi CHSE dan mengajukan QR Code untuk dipindai aplikasi PeduliLindungi.

“CHSE dan aplikasi PeduliLindungi menjadi piranti wajib. Ada yang sudah melengkapi dan ada yang belum,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, Jumat (17/9/2021).

Objek wisata edukasi milik Pemkot Yogyakarta yakni Taman Pintar selama ini sudah menerapkan protokol kesehatan yang telah diverifikasi tingkat kota. Namun karena ketentuan harus rekomendasi dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) maka harus melengkapi CHSE. Oleh sebab itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan Taman Pintar terkait kelengkapan persyaratan dokumen untuk CHSE.

Baca juga   Ajib Bangettt! Sego Kikil Mojosongo Jombang yang Bikin Ketagihan

“Kami langsung gerak cepat koordinasi dengan Taman Pintar. Sudah dilakukan audit lapangan dan hasilnya kami tunggu, semoga CHSE segera didapat,” ujarnya.

Menurutnya dalam rapat dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta tengah mengejar capaian vaksinasi agar diakui pemerintah pusat. Karena pemerintah pusat, lanjutnya, tengah memasukkan parameter vaksinasi. Jika capaian vaksinasi Yogya diakui pemerintah pusat, maka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bisa turun menjadi level 2.

“Kalau sudah turun level dua, semua tempat wisata boleh dibuka dengan kapasitas 50 persen. Tapi wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan protokol kesehatan yang direkomendasikan Kemenparekraf yaitu CHSE,” papar Wahyu.

Dia menyampaikan ada beberapa persyaratan untuk CHSE salah satunya struktur organisasi pengelola harus dalam bentuk CV. Oleh sebab itu belum semua destinasi wisata mendapat CHSE yang diterbitkan Kemenparekraf. Namun untuk usaha jasa pariwisata seperti hotel di Kota Yogyakarta semua sudah mengantongi CHSE.

Baca juga   Candi Borobudur Simulasi Buka Kembali dalam Dua Tahap

Sedangkan untuk QR Code Aplikasi Peduli Lindungi pihaknya sudah menyampaikan hal itu kepada seluruh usaha jasa pariwisata agar segera mengajukan ke Pusdatin Kementerian Kesehatan secara daring. Namun pihaknya banyak menerima keluhan terkait sulitnya mendapatkan QR Code itu. Meski demikian proses itu sepenuhnya menjadi kewenangan di pemerintah pusat.

“Semua destinasi wisata dan tempat-tempat keramaian umum sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan QR Code PeduliLindungi. Kami dapat banyak pertanyaan kok lama, kok sulit. Ya harus dicoba terus,” tuturnya.

Wahyu menyatakan saat ini penerapan QR Code untuk dipindai menggunakan aplikasi PeduliLindungi di Kota Yogyakarta salah satunya di destinasi wisata Gembira Loka Zoo. Ditambahkan semua tempat-tempat keramaian umum seperti mal juga harus menerapkan QR Code PeduliLindungi. (*)

Share :

Baca Juga

Menparekraf Sandiaga Uno saat menghadiri Uji Trail Pola Perjalanan Super Prioritas Borobudur. (Foto:nyatanya.com/media_twc)

Wisata

Borobudur Travel Pattern, Terobosan Baru Paket Wisata Edukatif
Indah Juanita, Direktur Utama BOB (kedua dari kiri) dan Direktur Damri, Setia N Milatia Moemin usai bertemu di kantor BOB. Foto: nyatanya.com/Instagram Borobudur

Wisata

DAMRI Dukung Aksesibilitas Pengembangan Destinasi Super Prioritas Borobudur
Grafis: nyatanya.com

Wisata

Jogja International Batik Biennale Kembali Digelar
Gus Yasin saat mengunjungi uji coba pembukaan destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Jumat (17/9/2021). (Foto: Humas Jateng)

Wisata

Kunjungi Candi Borobudur, Gus Yasin Minta Umat Beragama Saling Menghormati
Sekelompok penyiar radio di Magelang naik skuter listrik sekaligus promosi batik dan wisata seputaran Candi Borobudur. (Foto:Humas/beritamagelang)

Wisata

Naik Skuter Berpakaian Batik, Penyiar Radio Promosikan Wisata Borobudur
Edukasi membuat donat dari susu kambing dalam simulasi pembukaan wisata edukasi di Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman. (Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

Wisata Edukasi Lereng Menoreh Gelar Simulasi Pembukaan Kembali
Viral Blast Global menyerahkan dana CSR senilai Rp 100 juta kepada Desa Wisata Sabdodadi. (Foto: Humas Kab Bantul)

Wisata

Bantul, Kabupaten Pertama Tampil di “Times Square New York”
Salah satu objek wisata di Batang yang ditutup sementara selama PPKM Darurat. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Wisata

Membandel, Pengelola Objek Wisata Akan Disanksi Tegas