Home / News

Senin, 27 September 2021 - 22:06 WIB

Jaga Kestabilan Ekspor, Sri Sultan Minta Percepat Barcode 75 Perusahaan Usulan

Logo Pemda DIY. (nyatanya.com)

Logo Pemda DIY. (nyatanya.com)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajukan permintaan agar penyediaan QR Code PeduliLindungi bagi 75 perusahaan ekspor DIY dapat segera terlaksana. Hal ini dinyatakan Sri Sultan saat menghadiri Rakor Evaluasi Penggunaan PeduliLindungi di Sektor Indutsri DIY, secara daring dari Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Senin (27/9/2021) siang.

Sri Sultan hadir pada Rakor yang dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarvest) Luhut Binsar Pandjaitan itu didampingi Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji dan Kepala OPD DIY terkait.

“Saya meminta tolong untuk percepatan penurunan QR code bagi 75 perusahaan di DIY, agar kegiatan ekspor dapat terlaksana. Eman-eman (disayangkan) kalau kegiatan ekspor di DIY terhambat mengingat kegiatan ekspor menjadi peran utama untuk perekonomian,” ucap Sri Sultan.

Sri Sultan mengatakan bahwa Pemda DIY ingin mempertahankan kegiatan ekspor di DIY ini mengingat pula tingkat ekonomi DIY yang telah mencapai lebih dari rata-rata nasional,” jelasnya.

Gubernur DIY juga menambahkan bahwa kegiatan pariwisata di DIY tetap tinggi, walaupun sudah diberikan peraturan-peraturan dari Pemerintah Daerah DIY. Sri Sultan mengajukan permohonan kepada Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan melalui Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, yang turut hadir pada rakor, untuk memberikan kebijakan dalam permasalahan pariwisata ini mengingat level PPKM di DIY berada di posisi ke-3.

Baca juga   Zona Merah, Klaten Stop Hajatan dan Tutup Seluruh Objek Wisata

Adapun Menkomarvest Luhut berpesan kepada Kementerian Industri untuk meningkatkan persentase pengguna PeduliLindungi di industri sehingga leih dari 40%.

Oleh karenanya, ia meminta Kementerian Kesehatan untuk segera menindaklanjuti permintaan Sri Sultan mengingat ekspor akan sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Demikian juga menyampaikan kepada Kementerian Perindustrian untuk melakukan pengecekan pada seluruh perusahaan yang diusulkan tersebut.

Sementara, Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan selain 75 perusahaan yang diusukan Pemda DIY tersebut, ternyata justru ada 93 perusahaan di DIY yang telah diusulkan oleh Kementerian Perindustrian kepada Kementerian Kesehatan.

“Yang diambil sampel oleh Gubernur DIY adalah penggunaan PeduliLindungi di sektor industri DIY. Kalau tadi kita lihat dari presentasi dari Kementerian Perindustrian tadi, malah ada 93 perusahaan di DIY yang telah diusulkan ke Kementerian Kesehatan. Kemungkinan kementerian memiliki persepsi sendiri juga, beberapa perusahaan yang belum diusulkan oleh DIY, telah diusulkan oleh Kementerian. Atau itu merupakan usulan langsung dari perusahaan yang ada di DIY,” tambahnya.

Baca juga   Sekolah Harus Punya SOP Protokol Kesehatan

Kemudian, mengenai kegiatan pariwisata yang telah padat di DIY, Aji mengatakan bahwa Gubernur DIY memperbolehkan dibukanya pariwisata bagi orang luar kota, dengan syarat protokol kesehatan yang ketat dan wajib sudah divaksin.

Selain itu harus sesuai dengan daftar tempat wisata yang telah tercantum dalam Surat Edaran terbaru dari Kementererian Pariwisata dan Ekraf.

“Dari pada kucing-kucingan, tadi Gubernur DIY menyampaikan, kita melegalkan orang luar kota untuk masuk ke DIY, tetapi dengan pengawasan dan aturan-aturan Protokol Kesehatan dan PeduliLindungi yang lebih ketat. Daripada masih statusnya masih ditutup, tapi orang-orang pada kucing-kucingan untuk datang ke sini. Karena, banyak tempat-tempat yang tidak bisa ditutup,” ungkapnya. (*)

Share :

Baca Juga

Presiden Jokowi menegaskan, rehabilitasi mangrove ini akan terus dilakukan tidak hanya di Kabupaten Bengkalis, tetapi di seluruh Tanah Air. (Foto:Mediacenter Riau)

News

Presiden Jokowi: Rehabilitasi Mangrove Akan Terus Kita Lakukan
Masih banyak masyarakat tak patuh prokes saat mengunjungi objek wista Dieng Wonosobo. Sebanyak 230 orang terjaring opoerasi prokes yang dilakukan Satpol PP setempat pada Minggu (17/10/2021). Petugas tak segan-segan menegur dan memberikan masker bagi yang tak membawa. (Foto:Diskominfo Wonosobo)

News

230 Orang Ngeyel Tak Pakai Masker Terjaring Razia di Obwis Dieng
Presiden Joko Widodo usai meresmikan jembatan Sei Alalak yang menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Batola. (Foto: MC Kalsel)

News

Presiden Jokowi Resmikan Jembatan Sei Alalak yang Dibangun dengan Dana Rp278 Miliar
Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Jateng)

News

Percepatan Vaksinasi di Jateng, Sepekan Suntik 1,6 Juta Orang
Vaksinasi PCNU Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Himpunan pengusaha Nahdliyin (HPN) dan Polda DIY dengan sasaran 1.000 orang jamaah NU warga Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Vaksinasi Massal PCNU Targetkan 1.000 Jamaah
Ganjar Pranowo.(Foto: Humas Jateng)

News

Jateng Belum Jadikan Sertifikat Vaksin sebagai Syarat Bepergian
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo. (Foto: Diskominfo Jateng)

News

Waspada Klaster PTM, Mulai Ditemukan Kasus Covid-19 Sekolah di Jateng
Awan panas guguran Merapi pukul 07.02 diamati dari pos Babadan. (Foto:nyatanya.com/BPPTKG)

News

Pagi Tadi Gunung Merapi 2 Kali Muntahkan Awan Panas