Home / News

Sabtu, 9 Oktober 2021 - 12:12 WIB

Jaga Stabilitas Harga Produk Pertanian, Wonosobo Kembangkan “Food Estate”

Kabupaten Wonosobo dipilih jadi wilayah percontohan program food estate hortikultura, sebuah program budidaya tanaman hortikultura dengan konsep pertanian sebagai sistem industrial, berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, modal, organisasi, dan manajemen modern. (Foto: Diskominfo Wonosobo)

Kabupaten Wonosobo dipilih jadi wilayah percontohan program food estate hortikultura, sebuah program budidaya tanaman hortikultura dengan konsep pertanian sebagai sistem industrial, berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, modal, organisasi, dan manajemen modern. (Foto: Diskominfo Wonosobo)

NYATANYA.COM, Wonosobo – Kabupaten Wonosobo dipilih jadi wilayah percontohan program food estate hortikultura, sebuah program budidaya tanaman hortikultura dengan konsep pertanian sebagai sistem industrial, berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, modal, organisasi, dan manajemen modern.

Demikian disampaikan Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Tommy Nugraha, di Pendapa Kabupaten Wobosobo, Kamis (7/10/2021).

Menurutnya, kontur tanah Wonosobo yang berbukit-bukit cocok untuk ditanami tanaman hortikultura, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan kentang. Dengan program food estate, pihak Kementan RI akan menjaga stabilitas harga produk pertanian, sehingga menghindarkan kerugian bagi petani.

“Kami dari Kementan berperan membawa off taker atau pembeli yang menjamin agar harga produk yang dihasilkan petani pada saat panen benar-benar sesuai dengan kesepakatan, sehingga tidak terjadi lagi namanya petani rugi gara-gara harga jual tidak seimbang dengan harga produksi saat tanam,” beber Tommy.

Baca juga   "Huwe Foi, Onomi Rehmay, Wa wa wa, Salam Olahraga," Presiden Jokowi Resmi Buka PON XX

Selain Wonosobo, lanjutnya, wilayah Temanggung, Garut, dan Bantul juga dipilih sebagai lokasi tanam program food estate.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat antuasias terhadap program tersebut.

“Tentu istilah baru food estate ini, saya rasa akan menumbuhkan optimisme dan harapan baru terhadap produksi pertanian di Kabupaten Wonosobo, yang selama ini menjadi salah satu sektor utama penopang perekonomian daerah,” tutur Afif.

Pihaknya, melalui Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Paperkan) Kabupaten Wonosob, segera menyiapkan skema kerja sama dengan seluruh pihak pemangku kepentingan, termasuk para penjamin (off taker) pemasarannya.

“Bagian terpenting tentu adalah adanya jaminan bahwa produk pertanian hortikultura di Kabupaten Wonosobo, khususnya yang berada di kawasan food estate sudah dijamin bakal terserap pasar dengan harga yang menguntungkan semua,” tandasnya.

Baca juga   Perajin Batik Didorong Patenkan Merek Dagang Lewat HKI

Senada, Kepala Dinas Paperkan Wonosobo, Dwiyama SB, menambahkan, pihaknya telah memilih lokasi food estate, yaitu, Kalikajar, Watumalang dan Garung, kemudian ditambah Sukoharjo sebagai lokasi pembibitan cabai.

“Lahan yang disiapkan kurang lebih 10 hektare untuk tanaman cabe monokultur di Lamuk Kalikajar dan 200 hektare model tanam tumpang sari,” bebernya.

Sementara, untuk tanaman kentang, Dwiyama menurutkan, pihaknya menyiapkan demplot seluas satu hektare. Para petani yang masuk dalam skema kerja sama, menurutnya, telah siap dengan model food estate. Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan dokumen administrasi program tersebut.

“Kurang lebih sudah 90 persen persiapan food estate ini, sementara sisa nya 10 persen adalah upaya mematangkan saja, termasuk di dalamnya mempelajari perjanjian kerjasama antara para pihak,” pungkas Dwiyama. (*)

Share :

Baca Juga

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat kunjungan ke RSUD Wonogiri. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

News

Kunker ke Wonogiri, Ganjar Pranowo Diwaduli Beban Pasien Luar Provinsi
Gerhana Bulan total. Foto: nyatanya.com/istimewa

News

Catat, 26 Mei 2021 Terjadi Super Blood Moon
vaksinasi di pondok pesantren adalah bagian dari menyambut pelaksanaan pembelajaran tatap muka. (Foto: Humas Jateng)

News

Pemprov Salurkan 5.000 Dosis Vaksin untuk Ponpes di Jateng
Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyampaikan ucapan terimakasih atas penghargaan yang diberikan dari Kemenkeu RI kepada Pemkot Yogya. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Berhasil Pertahankan WTP 12 Kali Berturut, Pemkot Yogya Diganjar Penghargaan dari Kemenkeu
Sri Sultan HB X. (Foto:nyatanya.com/Humas DIY)

News

Kasus Corona Melonjak, Sri Sultan: Jangan Anggap Enteng
H. Harmoko.(Foto:nyatanya.com/istimewa)

News

Mantan Menteri Penerangan Harmoko Meninggal Dunia
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (14/10/2021). (Foto: BPMI)

News

Pelindo I – IV Akhirnya Merger, Presiden: Tingkatkan Daya Saing Indonesia
Salah satu ruas jalan baru JJLS (Jalur Jalan Lintas Selatan) yang dibangun di wilayah Girisubo Gunungkidul. (Foto: Agoes Jumianto)

News

Pemda DIY Percepat Persertifikatan Aset Tanah JJLS