Home / Buku

Jumat, 13 Agustus 2021 - 14:15 WIB

Jambu Carlin, Ini Cara pinjam Buku Gratis di Klaten

Jambu Carlin, pinjam buku cara online ala Klaten. (Foto: Diskominfo Klaten/nyatanya.com)

Jambu Carlin, pinjam buku cara online ala Klaten. (Foto: Diskominfo Klaten/nyatanya.com)

NYATANYA.COM, Klaten – Masa pandemi dan banyak stay at home alias di rumah saja, tidak harus menghalangi kita untuk meminjam dan membaca buku-buku pustaka favorit. Kini Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten hadir meluncurkan program service excellent bertajuk layanan Jambu Carlin.

Dengan Jambu Carlin (Pinjam Buku Cara On line) masyarakat untuk pinjam buku tidak harus datang ke perpustakaan, cukup cari nomor WhatsApp petugas, pilih buku yang diminati langsung klik. Besok buku sudah dikirim petugas dan gratis.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten Syahruna mengatakan kalau masa pandemi ini tingkat kunjungan ke perpustakaan Klaten menurun. Jadi butuh terobosan agar layanan pustaka tetap berjalan.

Baca juga   Data Satelit Bisa Diperoleh Secara Gratis

“Beberapa waktu lalu layanan pustaka Klaten sempat ditutup karena pandemi. Praktis layanan berhenti dan hanya kegiatan penataan. Tapi kondisi ini memaksa teman-teman pustakawan untuk membuat terobosan agar layanan pinjam buku tetap berjalan dan masyarakat mau membaca” terang Syahruna dalamketerangan resminya.

Ditambahkan kalau layanan Jambu Carlin ini berbasis WhatsApp. Aplikasi yang semua orang sudah familiar, sehingga dipilih sebagai basis layanan.

“Warga yang butuh buku cukup wa saja. Nomor nya adalah 0895-6163-33330. Tapi terlebih dulu sudah dipastikan buku yang dimaksud ada di koleksi kami. Untuk itu peminjam lihat dulu koleksi bukunya website arpus.klatenkab.go.id dan pilih menu OPAC. Tuliskan nama peminjam, judul buku dan pengarang, cantumkan barcode dan memastikan ketersediaan buku” tambahnya.

Baca juga   Kepala Anjungan Kalsel TMII Terkesan Fasilitas dan Pelayanan Perpustakaan Palnam

Terkait koleksi dan biaya layanan Jambu Carlin, Syahruna menjelaskan bahwa program ini tidak dipungut biaya. Jumlah koleksinya pun beragam.

“Kami mengoleksi 38 ribu judul buku dan 50 ribuan buku baik untuk anak, pelajar, mahasiswa maupun umum. Peminjaman buku secara on line ini gratis. Insyaallah buku kami kirim sebelum 24 jam di hari dan jam kerja. Sabtu dan Minggu kami tutup,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintah Kota Yogya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) meluncurkan perpustakaan digital dengan nama e-library YK. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Buku

Tingkatkan Pelayanan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogya Luncurkan E-library YK
Talkshow rangkaian Festival Sastra Yogyakarta 2021 yang diadakan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta di Hotel Royal Malioboro, Senin (29/11/2021). (Foto: Humas: Pemkot Yogya)

Buku

Dinas Kebudayaan Gelar Festival Sastra Yogyakarta 2021
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming saat menerima Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, olahraga, ekonomi kreatif, pariwisata dan sejarah. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Buku

Pemkot Surakarta Terus Kembangkan Digitalisasi Perpustakaan
Buku Diplomasi Indonesia di Era Global yang ditulis Desy Nur Aini Fajri bersama mahasiswanya. (Ilustrasi/Foto: dokumentasi Graha Ilmu)

Buku

Meski Pandemi, KBRI Beijing Terus Lakukan Diplomasi
Bimbingan Teknis Gerakan Aksi Pojok Baca untuk TP PKK se-Kabupaten Temanggung secara virtual. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Temanggung)

Buku

Tingkatkan Literasi, TP PKK Temanggung Dorong Pojok Baca untuk Masyarakat
Gedung Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten akan dikembalikan ke arsitektur aslinya bergaya kraton Surakarta dan Yogyakarta. (Foto: MC Kab Klaten)

Buku

Asyiknya Baca Buku di Perpustakaan Klaten yang Bernuansa Kraton
Gencarnya perkembangan dan promosi literasi yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan (Kalsel) mampu menarik minat berbagai kalangan untuk berkunjung ke Perpustakaan Palnam. (Foto: MC Kalsel)

Buku

Kepala Anjungan Kalsel TMII Terkesan Fasilitas dan Pelayanan Perpustakaan Palnam
Melaty Anggraini, Nadia Fransiska, dan Jesica Nikita Rachel. (Foto: dokumentasi pribadi)

Buku

Menyiasati Isu Lingkungan Masyarakat Eropa