Home / News

Selasa, 24 Agustus 2021 - 11:46 WIB

Jangan Sembarangan Gelar PTM, Ini Aturannya di Jawa Tengah

Ganjar Pranowo.(Foto: Humas Jateng)

Ganjar Pranowo.(Foto: Humas Jateng)

NYATANYA.COM, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh daerah tidak sembarangan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Semua pihak harus izin terlebih dahulu ke Provinsi Jateng jika hendak menggelar PTM di daerahnya masing-masing.

“PTM belum. Saya minta kalau ada yang mau PTM, lapor dulu ke kita. Jangan sampai ada sesuatu yang disiapkan massal tapi tidak siap. Bukan apa-apa, kita melihat vaksinnya untuk pelajar kan memang belum,” kata Ganjar, Senin (23/8/2021).

Tak hanya sekolah yang ada di bawah pemerintah provinsi, Ganjar juga meminta sekolah yang kewenangannya berada di bawah pemerintah kabupaten/ kota melakukan hal yang sama. Bahkan, Ganjar sudah mendapat masukan dari beberapa bupati, yang meminta pelaksanaan PTM diseragamkan.

Baca juga   Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Kembali Galakkan Kampanye 5M Lebih Masif

“Tadi ada bupati yang bilang agar pelaksanaan PTM seragam. Sebab di satu tempat ada yang nekat PTM sementara daerah sebelahnya belum, yang timbul tidak enak. Maka mereka minta pedoman dari kita, dan sudah kita siapkan,” ucapnya.

Gubernur akan membuat surat edaran kepada bupati/ wali kota terkait PTM tersebut. Surat edaran itu diterbitkan agar pelaksanaan PTM tidak asal-asalan.

“Nanti saya buatkan surat edaran agar semua bisa sama soal itu (PTM). Segera saya bagikan,” jelasnya.

Ganjar tak melarang daerah menggelar PTM, namun dilakukan uji coba terlebih dahulu. Tidak boleh PTM diselenggarakan serentak tanpa ada pembatasan.

Baca juga   Masih Terus Meroket, Hari Ini DIY Tambah 1.615 Kasus Positif Covid-19

“Kalau konsepnya seolah-olah silakan semua langsung PTM, tidak akan kita izinkan. Maka mesti uji coba dulu. Mesti ada prokesnya seperti apa, prosedurnya, jumlahnya, jamnya, peralatan yang mesti disediakan dan lainnya, dan harus di level 3,” ucapnya.

Pelaksanaan PTM, lanjut Ganjar, juga harus mempertimbangkan kondisi epidemiologis daerahnya. Pihaknya sudah memiliki data, mana daerah yang zona merah, orange, kuning, atau hijau.

“Kita sudah punya datanya, menurut epidemiologis. Ya minimal level 3 atau syukur daerahnya kuning. Sehingga orang tidak memilih sendiri tanpa melihat data itu,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Tes usap (swab) antigen secara acak kepada karyawan toko di Temanggung. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

News

Tim Terpadu Penegakan PPKM Lakukan Tes Antigen di Pertokoan
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

99 Warga Mertoyudan Sembuh Covid-19
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo. (Foto: Diskominfo Jateng)

News

Waspada Klaster PTM, Mulai Ditemukan Kasus Covid-19 Sekolah di Jateng
Vaksinasi Merdeka Candi yang digelar Polres Magelang sudah tembus 19 Ribu orang. (Foto:humas/beritamagelang)

News

Vaksinasi Merdeka Candi Tembus 19 Ribu Orang
Vaksinasi bagi kyai dan santri di Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah Pandeyan Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Pemkot Yogya Intensifkan Vaksinasi Kyai dan Santri
Kepala BPPTKG Hanik Humaida di PGM Babadan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. (Foto:humas/beritamagelang)

News

BPPTKG Imbau Warga Tidak Beraktivitas di Alur Sungai Merapi
KPU Provinsi Jawa Tengah melakukan penandatangan perjanjian kerjasama Pilot Project Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan dengan Kepala Desa Tlogolele. (Foto: Diskominfo Kabupaten Boyolali)

News

Tlogolele Jadi Pilot Project Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan Jawa Tengah
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Nyicil Ayem! Pemda Wajib Percepat Pencairan Bansos