Home / Peristiwa

Minggu, 19 September 2021 - 08:08 WIB

Jateng Segera Miliki “Factory Sharing” Furnitur

Dalam bincang bisnis UKM Virtual Expo 2021, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Ema Rachmawati mengatakan, factory sharing adalah sebuah ruang produksi bersama bagi Usaha Kecil Menengah. (Foto: Diskominfo Jateng)

Dalam bincang bisnis UKM Virtual Expo 2021, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Ema Rachmawati mengatakan, factory sharing adalah sebuah ruang produksi bersama bagi Usaha Kecil Menengah. (Foto: Diskominfo Jateng)

NYATANYA.COM, Surakarta – Pemprov Jawa Tengah didukung Kementerian Koperasi dan UKM RI, akan membentuk Factory Sharing bidang furnitur. Rencananya, ruang produksi bersama bagi UKM ini, akan dipusatkan wilayah Solo Raya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Ema Rachmawati mengatakan, factory sharing adalah sebuah ruang produksi bersama bagi Usaha Kecil Menengah. Tujuannya, untuk memastikan pasokan dan kualitas bahan baku serta standarisasi produk jadi.

Dengan pasokan bahan baku dan standarisasi, produk UKM diharapkan memenuhi kualifikasi pasar. Baik untuk pasar lokal maupun mancanegara.

“Rencananya, akan didirikan di (wilayah) Solo Raya. Di Trangsan (Sukoharjo) sudah tidak bisa karena tidak ada tanahnya. Yang memungkinkan Klaten dan Sragen,” ucap Ema, seusai menjadi narasumber pada rangkaian acara UKM Virtual Expo 2021 sesi dua, di Gedung Bank Jateng Surakarta, Sabtu (18/9/2021).

Saat ini, pihaknya terus mempersiapkan UKM dan Koperasi, di wilayah yang nantinya akan didirikan fasilitas tersebut. Selain itu, Ema memastikan agar nantinya factory sharing benar-benar digunakan, dan bermanfaat bagi pengusaha skala kecil dan menengah.

Ia menyebut, persiapan tidak hanya soal lahan. Tetapi terkait kesiapan pembiayaan dan manajerial factory sharing furnitur di Solo Raya.

Baca juga   Mas Wali Luncurkan Sistem Pembayaran ADIPATI QRIS dan "Solo Great Sale 2021"

“Kalau untuk beroperasinya belum tahu. Jadi yang di Sragen sudah siapkan masyarakatnya, mulai kita cari tanahnya, siapkan UKM, koperasinya. Kami kejar persiapannya, terutama feasibility study, jangan sampai dibuat tapi tidak digunakan. Terutama, (manfaat) bagi lingkungan dan UKM sekitar. Mudah-mudahan 2023 sudah jalan, karena factory sharing kan harus ada manajerialnya juga, supaya tidak asal-asalan,” ungkapnya.

Selain factory sharing di bidang furnitur, Ema juga mengungkapkan fasilitas yang sama juga akan dibangun untuk sektor lain. Seperti, beras di Demak, fesyen di Rembang, dan logam di Tegal. (Foto: Diskominfo Jateng)

Ema menambahkan, kehadiran factory sharing bidang furnitur, juga menggenjot ekspor produk kayu.

Selain factory sharing di bidang furnitur, Ema juga mengungkapkan fasilitas itu rencananya akan dibuat untuk sektor lain. Seperti, beras di Demak, fesyen di Rembang, dan logam di Tegal.

Senada, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng Arif Sambodo mengatakan, factory sharing adalah bentuk hadirnya pemerintah untuk masyarakat. Ia mengaku, siap mendukung pendirian fasilitas tersebut.

“Dukungannya adalah untuk proses standarisasi khususnya SNI (Standar Nasional Indonesia). Ada salah satu instalasi kita yang bisa menjadi bagian dari proses produksi,” ucapnya.

Baca juga   Setelah Punya Varitas Padi Mentik Wangi Susu, Kini Magelang Siapkan Varitas Unggulan Kedua

Terkait orientasi ekspor, Arif menyebut juga akan mendukung. Karena, saat ini banyak negara yang memberikan bebas bea masuk bagi produk Indonesia.

“Permintaan ekspor kita dari Januari-Juli juga meningkat 26 persen dari tahun lalu. Ini harus kita dorong dengan pendirian factory sharing untuk memenuhi kebutuhan furnitur,” ujarnya.

Direktur Umum Wirasindo Santakarya Purnama Djati, menyambut baik upaya tersebut.

“Saya sangat tertarik sekali, karena memang yang dibutuhkan UKM adalah kehadiran pemerintah, untuk mengatasi persoalan. Salah satunya rantai pasok bahan baku, factory sharing di pembuatannya pengolahan. Kalau semua sudah standar, kualitas produk UKM bisa bersaing di dunia internasional,” ungkapnya.

Dukungan juga mengemuka dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Surakarta Heri Purwoko. Menurutnya, fasilitas ini juga bisa meningkatkan ekspor kayu di wilayah Solo Raya, tak terkecuali Surakarta.

Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Irianto Harko Saputro mengatakan, siap mendukung. Itu dilakukan dengan menyediakan pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah, dengan berbagai produk kredit. Mulai kredit KUR, Kredit Milenial, dan sebagainya. (*)

Share :

Baca Juga

Bupati Kudus saat menerima bantuan APD dari anggota Komisi XI DPR RI Musthofa. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Semangat! Pemkab Kudus Terima Bantuan APD
(Ilustrasi: nyatanya.com)

Peristiwa

Pemkot Yogya Gencarkan Pengawasan Protokol Kesehatan
Pameran bersama para pelaku IKM lurik, ecoprint, sibori dan jumputan di Kota Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Pulihkan Ekonomi, Pemkot Yogya Fasilitasi Pameran Bersama Produk IKM
Rendang dalam kemasan kaleng 'Rendangmu' bisa awet dua tahun. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Sragen)

Peristiwa

Terbanyak se-Indonesia, LazisMu Sragen Kumpulkan 11.000 Kaleng Rendang Daging Kurban
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto secara simbolis menyerahkan beras bantuan kepada masyarakat terdampak PPKM Darurat. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Kebumen)

Peristiwa

Ribuan Ton Beras Didistribusikan untuk Warga Kurang Mampu di Kebumen
Posko Gugus Pertembakauan mulai menerima aduan dan keluhan masyarakat terkait tembakau. (Foto: Diskominfo Temanggung)

Peristiwa

Tampung Aduan dan Masukan, Temanggung Buka Posko Gugus Pertembakauan
Warga Wadas yang selama ini menerima beragam ancaman mengadu ke Gubernur Jateng. (Foto: nyatanya.com/ahmad zain)

Peristiwa

Warga Wadas : “Kami Diancam Mau Dibunuh Kalo Tetap Dukung Bendungan Bener…”
(Ilustrasi: nyatanya.com)

Peristiwa

Gerakan Kampung Panca Tertib Turunkan Pelanggaran Perda