Home / Wisata

Selasa, 21 Juni 2022 - 17:20 WIB

Sendoko Tour, Upaya Lestarikan Kesenian Tradisional Borobudur

Kesenian tradisional Jathilan Kudo Sendoko, merupakan seni yang sudah berpuluh tahun dimiliki masyarakat Dusun Sendaren 2 Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Foto: Diskominfo Magelang

Kesenian tradisional Jathilan Kudo Sendoko, merupakan seni yang sudah berpuluh tahun dimiliki masyarakat Dusun Sendaren 2 Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Foto: Diskominfo Magelang

NYATANYA.COM, Magelang – Kesenian tradisional Jathilan Kudo Sendoko, merupakan seni yang sudah berpuluh tahun dimiliki masyarakat Dusun Sendaren 2 Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Berbagai upaya terus dilakukan agar seni ini tidak punah ditelan zaman yang serba modern.

Salah satu hal yang dilakukan, yakni dengan menggelar Sendoko Tour. Pagelaran ini merupakan perpaduan antara wisata walking tour, dengan edukasi kesenian Jathilan.

“Pagelaran Sendoko Tour atau walking tour ini, sebagai upaya untuk nguri-uri kesenian Jathilan Kudo Sendoko,” ujar Khoirul Anam, Ketua Panitia Pagelaran Sendoko Tour, Senin, (20/6/2022).

Khoirul menjelaskan, Jathilan Kudo Sendoko merupakan kesenian Jathilan tertua di Magelang, bahkan Jawa Tengah, sebab sudah ada sejak 1930.

“Maka menjadi penting bagi kami, untuk mengenalkan warisan budaya ini ke masyarakat banyak,” ujar Khoirul.

Sendoko Tour dilaksanakan selama dua hari mulai Sabtu (18/6/2022) hingga Minggu (19/6/2022), di Dusun Sendaren 2.

Sendoko Tour mendapat perhatian penuh dari mahasiswa Untidar, Nur Ahmad. Ia ditunjuk dari Kemenristekdikti untuk menjadi pendamping Kebudayaan di Dusun Sendaren Karangrejo.

Baca juga   Mall dan Grand Artos Hotel Magelang Terima Sertifikasi ISO Standar Internasional

Nur Ahmad mengatakan, aktivitas ini merupakan upaya masyarakat untuk menggaet wisatawan, yang berkunjung ke Borobudur, untuk turun ke desa.

“Jadi kita berusaha membidik wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur, untuk selanjutnya berkunjung ke desa-desa sekitar, yang memiliki aneka macam kebudayaan,” ujarnya.

Bersama Andi Ansha, pemandu lokal dalam kegiatan ini, ia menjelaskan konsep acara ini adalah “ngangsu kaweruh”, dengan berjalan kaki menuju pos-pos Edukasi Jathilan yang telah disiapkan.

Ada lima pos yang disiapkan oleh panitia, yang pertama merupakan pos sejarah kesenian Jathilan Kudo Sendoko, Pos Gerak, Pos Bedah Filosofi Jathilan, Pos Tembang: Nandur Gadung dan pos terakhir merupakan Pos Gendurenan, di mana masyarakat, panitia dan pengunjung berbaur menjadi satu menikmati hidangan masakan ingkung ayam, yang biasa ada dalam ritual kesenian Jathilan Kudo Sendoko.

Andi Menambahkan, acara ini merupakan uji coba pertama travel pattern yang difasilitasi oleh Eksotika Desa dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti), dan rencananya akan terus dilakukan uji coba demikian setiap bulan secara bertahap.

Baca juga   Pangdam IV Diponegoro Pimpin Serah Terima Komandan Batalyon Armed 03/105 TARIK/NP

“Sampai September insyaallah uji coba travel pattern ini akan ada terus, karena kami memang basisnya adalah penguatan di masyarakat. Jadi perlu banyak uji coba seperti ini. Bulan-bulan ke depan akan ada lagi, bisa dengan tema yang sama, atau mengangkat kesenian yang lainnya,” imbuh Andi Ansha.

Acara berjalan dengan lancar dan berhasil memikat antusiasme masyarakat lokal bahkan pengunjung. Selama 2,5 jam mengikuti tour, pengunjung merasa terhibur karena mendapatkan experience baru.

Dinin Rahayu, salah satu pengunjung dari Jawa Timur mengatakan ia mendapatkan pengalaman baru mengetahui Jathilan.

“Kalau biasanya kan nonton Jathilan itu ya nonton aja, tapi setelah dari sini jadi tahu kalau ternyata Jathilan sendiri itu ada maknanya, Jaranan ada maknanya dan suasananya asik sekali, alamnya masih natural juga,” ujar Dinin.

Dinin berjanji akan mengabarkan kegiatan semacam ini ke teman-temannya, supaya mereka yang berwisata tidak mendapat senang saja, namun juga pemahaman tentang seni tradisional khususnya Jathilan.

(*/N3)

Share :

Baca Juga

Rangkaian promosi pariwisata Jogjavaganza berupa kegiatan table top digelar pada Selasa (29/3/2022) oleh Pemerintah Kota Yogyakarta bersama asosiasi pariwisata. Foto: Humas Pemkot Yogya

Wisata

Jogjavaganza 2022, Genjot Wisata Yogya Menjadi Kota MICE
Diskusi virtual Urban Forum - Forum Wartawan Daerah (FORWADA), Tourism & Hospitality Outlook 2022 “New Normal Saatnya Bangkit dari Tidur Pulas”, Kamis, (20/1/2022). (Foto: Istimewa/InfoPublik)

Wisata

Wisatawan Nusantara Jadi Andalan Pemulihan Sektor Pariwisata Nasional
Bendungan Logung yang berada di perbatasan Desa Kandangmas dan Desa Tanjungrejo Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, mampu mengangkat potensi desa untuk menjadi wisata. (Foto: Diskominfo Jateng)

Wisata

Berkat Bendungan Logung, Desa Kandangmas Ramai Dikunjungi Wisatawan
Gunung Api Purba Ngelanggeran, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta. (Foto: tangkapan layar instagram @gunungapipurba)

Wisata

Nglanggeran, Desa Tandus di Gunungkidul yang Kini Mendunia
Sidekah Kupat sudah menjadi tradisi masyarakat Dayeuhluhur Cilacap. Foto: Diskominfo Jateng

Wisata

Sidekah Kupat, Jejak Tetirah Rohani Para Raja Pasundan di Dayeuhluhur
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Candi Borobudur, Rabu (30/3/2022). Kepala Negara juga memandang penting penyelenggaraan ajang-ajang seni budaya secara rutin di destinasi wisata Tanah Air, termasuk Candi Borobudur. (Foto: BPMI Setpres)

Wisata

Kunjungi Candi Borobudur, Presiden Ingin Ajang Seni Dirutinkan untuk Tarik Wisatawan
Ketep Pass dipadati wisatawan, saat libur Nataru. (Foto: humas/beritamagelang)

Wisata

Libur Nataru, Ketep Pass Dibanjiri Wisatawan
Kemenparekraf menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 1,8 juta sampai 3,6 juta. Angka itu difokuskan untuk dicapai dengan mengusung konsep pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di tengah situasi pandemi Covid-19. (Foto: Biro Komunikasi Kemenparekraf)

Wisata

Perbanyak Event, 2021 Kemenparekraf Trargetkan 2,6 Juta Wisman