Home / Gayahidup

Minggu, 28 November 2021 - 08:09 WIB

Jogja Fashion Week 2021 Jadi Saksi Lahirnya Koleksi Terbaru Zelmira

Mengusung tradisi ‘Luwur’ sebagai tema dalam eksibisi, kreasi para siswi SMK salah satu sekolah binaan Djarum Foundation itu sukses mencuri perhatian para fashionista yang hadir dalam acara pergelaran Jogja Fashion Week 2021. (Foto: Istimewa)

Mengusung tradisi ‘Luwur’ sebagai tema dalam eksibisi, kreasi para siswi SMK salah satu sekolah binaan Djarum Foundation itu sukses mencuri perhatian para fashionista yang hadir dalam acara pergelaran Jogja Fashion Week 2021. (Foto: Istimewa)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Runway Jogja Fashion Week (JFW) 2021, yang digelar 25-27 November 2021, menjadi saksi lahirnya koleksi terbaru Zelmira, brand fashion dari SMK NU Banat, Kudus, Jawa Tengah.

Mengusung tradisi ‘Luwur’ sebagai tema dalam eksibisi kali ini, kreasi para siswi SMK salah satu sekolah binaan Djarum Foundation itu sukses mencuri perhatian para fashionista yang hadir dalam acara pergelaran fashion show bergengsi tersebut.

Sejatinya, Luwur merupakan tradisi turun-temurun di Kudus yang merujuk pada sebuah kegiatan tahunan membuka dan mengganti kain kelambu pembungkus nisan dan cungkup makam Sunan Kudus. Biasanya, prosesi tersebut dilakukan setiap tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriyah. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa-jasa yang telah dilakukan Sunan Kudus bagi penduduk sekitar.

Kearifan tersebut diterjemahkan oleh para siswi SMK NU Banat Kudus menjadi delapan looks formal dan kasual yang dipamerkan dalam JFW 2021 yang berlangsung di Jogja National Museum. Menariknya, mereka hanya memiliki waktu 14 hari dalam meracik ide, menciptakan sketsa desain serta membuat motif sendiri pada kain yang akan dipakai hingga pakaian tersebut siap di pamerkan di JFW 2021 ini.

“Seluruh motif yang ada pada kain di koleksi terbaru ini, kami yang buat, bukan dari kain yang sudah ada lalu kami jahit. Tapi kami ciptakan dan kami cetak sendiri dengan tujuan agar motif dan desain dari pakaian tersebut lebih menyatu dan berkelas,” tutur Najla Mufida Azmi, siswi SMK NU Banat yang tergabung sebagai tim desainer Zelmira pada JFW.

Mengusung tradisi ‘Luwur’ sebagai tema dalam eksibisi, kreasi para siswi SMK salah satu sekolah binaan Djarum Foundation itu sukses mencuri perhatian para fashionista yang hadir dalam acara Jogja Fashion Week 2021. (Foto: Istimewa)

Selain Najla, terdapat tiga siswi SMK NU Banat lainnya yang ikut ambil bagian dalam eksibisi ini yaitu Munira, Fathin Naziha dan Dewi Rosita Alamanda. Keempatnya merupakan siswa kelas XII jurusan Tata Busana.

Najla menambahkan, dengan menciptakan motif baru, koleksi ‘Luwur’ by Zelmira dengan konsep ready to wear ini akan menjadi busana limited edition yang membuat si pemakai akan merasa lebih percaya diri.

Baca juga   Peringati Sumpah Pemuda, Keraton Yogya Gelar Pentas Musikan Mandalasana

“Karena motif tersebut hanya ada di koleksi Luwur ini, tidak ada di motif koleksi Zelmira yang lain, apalagi dengan brand lain di pasaran,” kata Najla.

Luwur merupakan koleksi kedua Zelmira yang diluncurkan tahun ini. Sebelumnya, siswi-siswi sekolah vokasi itu juga telah memperkenalkan koleksi bertajuk “Sumba Sundara” yang berarti Sumba yang indah. Seperti temanya, koleksi ini bertujuan menerjemahkan keindahan Pulau Sumba melalui rancangan pakaian.

“Zelmira selalu berusaha mengusung konsep mengangkat keindahan alam, adat istiadat dan juga tradisi di Indonesia sebagai sebuah tema yang kami tuangkan dalam desain koleksi-koleksi kami,” ujar Najla.

Apresiasi terhadap koleksi terbaru Zelmira datang dari desainer kenamaan Phillip Iswardono yang juga turut hadir dalam gelaran JFW 2021. Di mata Philiip, kreasi para siswi SMK NU Banat Kudus tersebut merupakan sinyal positif bahwa karya-karya anak SMK tidak dapat dipandang sebelah mata.

Mengusung tradisi ‘Luwur’ sebagai tema dalam eksibisi, kreasi para siswi SMK salah satu sekolah binaan Djarum Foundation itu sukses mencuri perhatian para fashionista yang hadir dalam acara Jogja Fashion Week 2021. (Foto: Istimewa)

“Saya cukup terkejut melihat bahwa karya-karya yang ditampilkan ini merupakan hasil karya anak SMK. Hal ini menunjukkan bahwa metode pendidikan di sekolah tersebut sangat bagus sehingga bisa mendorong para anak didik menghasilkan karya yang dari sisi kualitas tidak kalah dibandingkan para profesional,” tutur Phillip usai eksibisi.

Lebih lanjut, Phillip menjelaskan bahwa koleksi terbaru Zelmira ini sukses memadukan unsur tradisi dengan konsep ready to wear yang sejatinya bukan pekerjaan mudah. Pasalnya, tradisi memiliki pakem tertentu yang harus diikuti sedangkan konsep ready to wear justru mengadopsi prinsip menyederhakan banyak aspek sehingga busana dapat dibuat dalam kondisi siap pakai.

“Memadukan unsur etnik dan tradisi dengan konsep ready to wear ini mudah tapi sulit. Mudahnya, kita punya banyak referensi seperti yang dilakukan Zelmira dengan mengeksplorasi tradisi Kudus. Sulitnya adalah mengubah hal tersebut menjadi berselera global, ini yang ditampilkan Zelmira dalam eksibisi JFW 2021,” Phillip menerangkan.

Baca juga   Cancer, Nampaknya Kamu Akan Khawatir di Antara Dua Pilihan Hatimu

Ia berharap, ke depannya para siswi SMK NU Banat Kudus dapat terus mengekplorasi kemampuan dan bakat sehingga kelak mampu menghasilkan karya-karya yang mendunia.

Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma menuturkan kreasi-kreasi yang lahir dari para siswi SMK NU Banat ini merupakan hasil dari metode project based learning atau pembelajaran berbasis proyek yang diadopsi pihak sekolah kepada para siswinya.

Mengusung tradisi ‘Luwur’ sebagai tema dalam eksibisi, kreasi para siswi SMK salah satu sekolah binaan Djarum Foundation itu sukses mencuri perhatian para fashionista yang hadir dalam acara Jogja Fashion Week 2021. (Foto: Istimewa)

Dengan metode ini, para siswa di SMK mampu menghasilkan sebuah produk berkualitas melalui pembelajaran di sekolah yang sudah setara dengan industri. Mereka tidak hanya bisa menghasilkan produk yang berkualitas tetapi harus bisa menghasilkan produk yang bisa dan mampu bersaing di pasar.

“Untuk bisa mencapai sebuah produk yang berkualitas para siswa tidak bisa hanya dengan bekal hard skills saja, mereka juga harus memiliki keterampilan lunak (soft skills) yang tinggi. Proses pembuatan koleksi selalu melibatkan banyak siswa dengan keahlihan yang beragam dan memiliki tenggat waktu yang ketat sehingga para siswa harus bisa berkomunikasi dan berkolaborasi supaya bisa menghasilkan produk yang berkualitas. Selain itu untuk membuat sebuah koleksi baru juga dibutuhkan cara berpikir yang kreatif agar bisa memberikan warna baru pada setiap koleksi,” tutur Galuh.

SMK NU Banat merupakan salah satu sekolah yang dibina oleh Djarum Foundation sejak tahun 2013 melalui program pengembangan kualitas pendidikan sekolah menengah kejuruan. Bekerjasama Indonesia Fashion Chamber (IFC), Djarum Foundation berkomitmen mendorong Zelmira menjadi pelopor produk karya para siswa-siswi SMK yang mampu meraih kesuksesan di industri fashion profesional dan dikenal di luar negeri. Saat ini koleksi Zelmira dapat dibeli melalui Blibli.com atau dengan mengunjungi website resmi zelmira.id.

(*/Aja)

Share :

Baca Juga

Gayahidup

Aries, Sepertinya Akan Muncul Ide yang Inovatif

Gayahidup

Cancer, Potensimu Akan Mekar Hari Ini, Coba Ganti Citramu

Gayahidup

Rilis 3008 dan 5008 Facelift, Peugeot Serius Garap SUV di Indonesia

Gayahidup

Cancer, Anda Bingung dengan Perasaan yang Membuncah

Gayahidup

Libra, Saatnya Mengejar Potensi yang Belum Terungkap
Keberadaan Reload Coffe menambah semarak area Bandongan yang belum memiliki kafe kopi yang representatif. (Foto: humas/beritamagelang)

Gayahidup

Reload Coffee, Satu Lagi Tempat Ngopi Asyik di Bandongan
Kopi arabica typica dari Tiom ditanam pada ketinggian 2.150 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Lahan di ketinggian memang cukup bagus untuk kopi arabica. Iklim memang sangat berpengaruh terhadap rasa. (Foto:indonesia.go.id)

Gayahidup

Cerita Tentang Kopi Tiom yang Laku Rp5,3 Juta per Kilogram
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjajal ketangguhan motor listrik Evo. (Foto: Humas Jateng)

Gayahidup

Evo, Motor Listrik Buatan Polytron yang Siap Dipasarkan